
Saga telah selesai sholat dan membuka beberapa email cukup lama namun ayana belum masuk ke kamarnya juga. Saga membuka aplikasi gamenya sepertinya dia memainkan peran pria dewasa yang kecanduan game, selang beberapa permainan, ayana masuk ke kamar dengan membawa masakan. Tercium bau masakan membuat Saga berselera untuk makan. Saga lalu membantu ayana menata tempat mereka akan makan.
"kamu yang masak?" tanya Saga
"iya, tadi aku belanja di tukang sayur sekalian masak di dapur" ucap ayana seraya mengambil nasi untuk saga
"segini cukup?" tanya ayana
"hem, tambahin lagi. kayaknya aku laper banget deh" jawab saga.
Menu masakan ayana tergolong masakan rumahan berupa nasi, sayur bayam, sambal goreng tempe, tempe krispi dan udang krispi.
"maaf kalo g sesuai sama selera kamu" ujar ayana ketika saga menyantap makanannya
"hey hey.. ini selera aku kok Ay, masakan kamu enak " ujar saga setelah menyelesaikan suapannya. Jujur, ingin sekali saga mengajak nikah ayana tapi sepertinya untuk kedepan dia tidak ingin membahas pernikahan dulu dengan ayana sampai ayana sendiri yang lebih dulu membahasnya.
Mereka lalu makan bersama, masakan itu habis padahal ayana memasaknya untuk 2 kali makan untuk nanti siang.
"apa bener cowok itu makannya banyak" batin ayana.
"sini, aku yang cuci piring. kan tadi kamu yang masak, kamu santai aja" perintah saga seraya berdiri hendak mencuci piring.
Mendengar saga menawarkan diri, dia oke-oke saja.
Setelah mencuci piring saga mendekati ayana yang sedang sibuk dengan hpnya.
"kamu habis main ya?" tanya ayana dan di angguki Saga
"susah gak?" tanya ayana lagi.
"lumayan" ujar saga padahal dia memang merasa sangat susah.
"gantian donk, aku pengen pake akun kamu. kamu pake punyaku aja" ujar ayana yang tau bahwa akun di sistem saga mengikuti sistem lawan ketika dia bermain dengan ayana.
Awalnya ayana dan saga mabar dengan ai seraya ayana mengajarkan saga beberapa, di lanjutkan dengan brawl. Saga mulai menyesuaikan cara bermainnya. Sepertinya predikat Ceo muda tampan mapan kaya raya setia rajin ibadah sayang keluarga tidak main-main dia cukup cepat untuk memahami cara bermain sebuah game.
Karena lelah mereka berhenti. Mereka berbaring menatap plafon kamar.
"ada yang bilang kalo kita hanya bisa jatuh cinta satu kali selanjutnya menjalani hidup" ucap ayana membuka obrolan. Saga diam ingin tau apa yang dipikirkan ayana saat ini.
"sekarang aku menjalani hidup" ujar ayana lagi.
"aku tipe setia, jadi sekalinya cinta susah" monolog ayana
"aku pernah ngejadiin cowok pelarian, tapi g bisa. capek di akunya, dan lagi nyakitin tu cowok. aku bahagia banget ketika tau cowok pelarian aku itu nikah" monolog ayana lagi.
Saga tetap diam.
"terkadang aku berpikir sehebat apa suamiku nanti sampek bisa menyadarkan aku" ujar ayana lagi
"kalo kamu..." diam ayana menjeda kalimatnya.
"kalo kamu g.." diam ayana memilih kalimatnya
"kalo kamu bosen dengan aku yang kayak gini kamu boleh pergi" ucap ayana akhirnya.
"Ay, jika seseorang memang berniat untuk pergi, alasan konyol bisa aja dijadikan alasan. Tapi kalo seseorang memang niatnya ingin stay, dia akan memberikan alasan konyol sekalipun" ucap Saya
Hening, ayana mencerna ucapan Saga. Ayana lalu menoleh menatap Saga ternyata Saga sudah lama menatap ayana.
"aku ngebucinin kamu bisa aja itu alasan konyol supaya aku tetep stay" ujar Saga tersenyum tulus. Ayana ikut tersenyum. Saga lalu menyentuh kepala ayana seraya mengusap rambut ayana
"pelan-pelan aja" ujarnya. Ayana tersenyum lagi di perhatikan seperti itu.
"Saga, apa kamu tau kalo aku minggu depan ke kalimantan?" tanya ayana
"ngapain?" balik tanya Saga
"aku yang nge handle proyek disana. Itu memang keputasan sebelum kamu jadi direktur baru. Sekitar 3 bulan" jawab ayana.
"apa?" tanya Saga. bagaimana bisa mereka akan menjalani ldr.
"aku batalin nanti" ucap sepihak Saga
"g boleh gitu. jangan campur pribadi dan pekerjaan. Kamu direktur, g boleh ya." ucap ayana lembut
"tapi Ay" desak Saga
"cuma 3 bulan kok. Aku juga bakal selalu ngabarin kamu ya" ujar ayana bernegosiasi. Saga menggerutu.
"Saga, kamu direktur lo, contoh buat karyawan-karyawan kamu. ya,?" bujuk ayana
"justru karena aku direktur" ujar saga
"pak anton jadiin kamu direktur bukan buat kayak gini ya, pliss" bujuk rayu ayana.
"tapi jangan ngehalangi aku buat nemuin kamu tiap minggu" ucap final saga
"iya iya..iya..makasih" ujar ayana.
"mau kencan gak?" tanya ayana. Ayana berusaha untuk menyenangkan Saga
"sekarang mau? mumpung weekend. ya?" ajak ayana lagi.
Saga yang mendengarnya senang. Dia lalu mengangguk.
"yeee..." seru ayana lalu mulai mengganti bajunya dan memakai make up tipis.