MY YOU

MY YOU
23



Beberapa hari kemudian, malam hari ketika saga membaca dokumen di kamarnya, hp nya berbunyi. Panggilan dari ayana,


"tumben" pikirnya karena ayana tidak pernah menelpon lebih dulu mereka akan bertukar pesan saja, atau saga yang akan menelpon duluan


"Assalamu'alaikum" salam saga


"waalaikum salam" jawab ayana di seberang laut sana


Diam tidak ada pembicaraan


"gimana dengan hari ini?" tanya ayana. saga yang di tanya malah tersenyum


"baik, tadi aku sarapan buatannya mama, di kantor tadi meeting sama klien yang di bogor, makan siang sama klien juga, hem.. apalagi ya.. malamnya aku makan malam di rumah. kamu?" terang saga


terdengar suara helaan nafas


"aku capek" rengek Ayana. saga tersenyum mendengarnya


"pokok g bisa berword-word.. capek banget,," jelas ayana lagi.


"video call mau?" tanya saga


"gak mau" ucap ayana.


Diam, saga tidak tau harus berbuat apa


"Sagara, kamu kalo nikah cara mengelola keuangan kamu gimana?" tanya ayana tiba-tiba.


"Akhirnya ada pembahasan nikah,ya walaupun" batin saga


"segala sesuatu tentang rumah tangga g bisa aku putuskan sendiri. harus suami-istri" terang saga


"iya maksudnya kalo kamu udah nikah gitu" ucap ayana lagi


"ini tentang kita ya berarti?" tanya saga memastikan


"hem,, bisa jadi" jawab ayana


"Dasar cewek" batin Saga. Saga lalu menutup dan membereskan dokumen-dokumennya.


"Kalo kita, tugas aku cari nafkah dalam artinya finansial uang, kamu yang mengatur finansial kita, aku percaya sama kemampuan kamu mengaturnya." terang saga


Diam tak ada suara lagi


"kalo kamu gimana?" tanya saga


"uangmu uangku dan anak² kita, kalo uangku uangku.. AHAHAHAH" tawa renyah ayana terdengar di telinga saga


"dalam artian gini,, uang kamu nanti untuk segala kebutuhan rumah tangga kita, kamu, aku, anak-anak kita, tapi kamu juga harus megang uang juga kan kita g tau kondisi darurat nanti pas kamu di jalan atau gimana, terus kalo uangku itu buat tabungan, investasi, hedon mungkin. tapi semisal nanti kamu pengen sesuatu, ayo kita berbicara tentang finansial kita" terang ayana


Saga hanya tersenyum mendengar penjelasan ayana


"Ay,, aku anak pertama laki-laki yang punya adik cewek satu lo" ucap saga


"oiya,, berarti kamu ada kewajiban buat mereka" jawab ayana


"hem,, kalo untuk waktu-waktu tertentu pastinya ada, tapi kalo untuk keseharian papa pasti udah menjaminnya." jawab Saga.


"oke, bisa di atur" ucap ayana.


Hening tak ada suara lagi


"oke, sekarang kedua" ujar ayana


"hem" jawab mantap ayana


"kamu habis lihat artikel apa?" tanya saga


"hehe" jawab ayana


Mendengarnya saga tersenyum sepertinya dia tau artikel apa yang ayana baca


"yang kedua apa?" tanya saga


"oh,, aku g ada hutang sih, g pernah pakai paylater gitu, orang tuaku juga g ada hutang sih" ucap ayana.


"yang namanya bisnis pasti ada resikonya Ay, dan aku akan bekerja keras untuk kamu dan anak-anak kita" ujar Saga


Ayana tersenyum di seberang laut sana


"kalo nikah tinggal dimana?" tanya ayana


"hem,, kamu?" tanya balik saga


"lah,, kok tanya aku. aku tanya ke kamu" ujar ayana


"bagiku kamu tempat tinggal aku nantinya. Aku ikut kamu aja mau tinggal dimana" ujar saga yang rebahan di ranjangnya.


"Asik juga obrolan malam ini" batin saga


"Katanya rumahku istanaku, di istana itu g bisa 2 raja ataupun 2 ratu. Bukannya gimana tapi aku lebih milih g ikut orang tua" terang ayana


"kamu mau apartemen apa rumah dengan lahan? pekerjaan aku mengharuskan kita di mamakota" jelas saga


"hem,, aku lebih suka rumah sih,, nanti aku bisa nanem sayuran jadi g usah beli,, AHAHAHAH." tawa renyah ayana lagi


"sebenarnya aku punya desain rumah sama rabnya juga, entahlah aku dulu gabut apa gimana." ujar ayana


"oiya? boleh donk" tanya saga


"tapi itu kalo kamu setuju sih.. nanti bisa kita diskusikan lagi, tapi itu dananya besar sih. ada kolam ikannya, nanti kita pelihara ikan hiu.. AHAHAHAH" ucap ayana lagi


Saga ikut tertawa mendengarnya..


"apa lagi?" tanya saga ketagihan merancang masa depan dengan ayana


"orientasi seksual" ujar ayana


"kamu? " tanya ayana.


Saga mengernyitkan dahinya. Sepertinya wanita memang akan merasa aneh jika bertanya hal yang tabu namun sudah bukan tabu bagi usia mereka


"aku normal Ay, bukan BDSM juga, aku bukan gay, apalagi bisek" jelas saga tanpa malu


"aku maunya main sama kamu aja" saga tertawa pelan dengan kata-katanya sendiri


"pokok kita sama-sama enak" ujarnya menambahkan


"Mesum" sarkas ayana


"udah ah, aku tutup. night" ucap ayana. sambungan terputus


"AHAHAHAHAHA" Saga tertawa


"ANJIR" ucap saga lagi. Ia lalu menuju ke kamar mandi, mandi air dingin menjadi obat penawarnya malam ini.