
Suasana malam hari dengan hujan deras mengguyur ibukota membuat sebagian orang untuk berteduh atau bahkan mencari kehangatan. Tapi tidak dengan ayana, pekerjaan membuatnya harus mengendarai motor dengan jas hujan.
"Sial, gua jadi budak korporat" umpat ayana pulang dari proyek yang telah dia tinjau.
"bentar, bos gua kan bucin sama gua" batin ayana lagi yang berhenti karena lampu merah.
Tiba-tiba
"Ay" teriak keras seseorang, sampai beberapa pengendara melihatnya. Ayana yang di teriaki menoleh pada sumber suara. Dia membuka kaca helmnya untuk memastikan, air hujan menerpa maskernya.
Seseorang yang berteriak itu menyuruh ayana untuk menepi di aprilmaret terdekat. Lampu merah telah berganti lampu hijau. Suara klakson mulai berbunyi saut menyahut.
"gila,, emang gua sebegitu gampang terlihat a?" ucap ayana seraya berfikir jas hujan yang dia pakai dan masker serta helm yang menutup rapat semua akses tubuhnya.
"apa dia hapal nomor polisi?" ucap ayana terkejut.
Dia lalu menepi ke aprilmaret, lalu dengan tenangnya melipir di teras ruko, sebuah mobil mewah ikut terparkir lalu seorang pria dengan setelan kerja keluar, hujan deras tidak melunturkan ketampanannya malah menambah ketampanannya. Rambut basah yang disisir acak dengan tangannya menambah kesan kekerenan.
"Ay kamu kok hujan hujan an sih?" omel Saga
"ha? aku habis dari proyek" ucap ayana tidak habis pikir siapa juga yang mau main hujan deras begini. Saga melihat di sekitar.
"Masuk dulu yuk, beli minuman hangat sampai hujannya reda" ajak Saga
"kosku udah deket kok, aku pengen cepet-cepet mandi terus selimutan" tolak ayana. Saga tampak berpikir
"oke, kamu pake mobil aku. aku yang pake sepeda kamu. Lepas jas hujan kamu" tawar Saga. ayana tampak berpikir,
"yang ada gua bersin terus nanti di julidin karyawan kantor kalo sampek direktur perusahaan sakit" batin ayana
"pink lo" ujar ayana seraya menunjukkan lengan jas hujannya.
"gpp, sini" paksa Saga. ayana pun melepas jas hujannya, dia menunggu saga memakai jas hujan miliknya, lebih tepatnya menunggu tertawa mengingat jas hujan ukurannya di paksa dipakai dengan tubuh Saga. Dan benar saja ketika Saga memakai jas hujan ayana tertawa.
"hahahaha.. udah sini aku aja yang pakai, kamu naik mobil sana. kosku juga udah deket kok" terang ayana.
"tapi Ay" tolak saga.
"kamu mau aku ngebahas ini sampai ketika kita nikah dan punya anak?" ancam ayana. Saga diam dengan ancaman ayana.
"oke, tapi aku ikutin kamu" ucap Saga akhirnya.
"iya iya.. " ucap ayana tersenyum
Setelah sampai di kamar kos ayana, saya menyuruh ayana untuk mandi terlebih dahulu.
"kamu udah makan?" tanya Saga.
"belum" jawab ayana seraya mengambil pakaian akan mandi
"go food mau?" tanya Saga lagi
"enggak deh.. kasihan drivernya hujan-hujan. Lagian biasanya susah dapet driver kalo hujan gini" terang ayana lalu menutupi pintu kamar mandi.
Saga mencoba mencari bahan makanan hanya ada mie instan. Dia mencoba mencari driver di aplikasi tapi tidak ada driver yang tersedia sampai ayana telah selesai dengan mandinya.
"aku nyoba nyari driver di aplikasi g ada, adanya mie instan" ujar Saga menunjukkan mie instan 3 buah itu. Ayana tersenyum lalu mendekati Saga.
"kan kamu yang laper" jawab Saga.
"iya, kamu laper juga gak?" tanya ayana lagi
"sedikit" jawab Saga
"makan mie mau?" tanya ayana
"boleh" jawab Saga. Ayana mengambil teko listrik lalu memasukkan air minum.
"kita masak pake ini?" ucap Saga seraya menunjuk teko listrik. Ayana mengangguk iya
"Ay, aku kaya lo Ay" ujar Saga
"AHAHAHHAAHAH" tawa ayana pecah. Saga yang ditertawakan bersungut.
"aku mau mandi" ucap Saga
"baju kamu g ada di sini" ucap ayana menyadarkan
"aku bawa baju kok kesini. bentar aku ambil di mobil" ujar Saga berdiri keluar menuju ke mobilnya yang terparkir.
"niat amat" ucap ayana menggeleng.
Setelah saga berubah penampilannya, dia mendekati ayana bersiap untuk makan.
"yang soto kan ada 2, gorengnya yang 1. Kita makan bareng-bareng aja ya" ujar ayana
"boleh" jawab saga tersenyum
Mereka mengawali bersantap dengan doa. Setelah makan dan mencuri piring ayana dan Saga duduk lesehan.
"kamu g pulang?" tanya ayana mengusir
"enggak" jawab Saga mantap. ayana kaget dengan jawaban saga
"kamu mau nginep sini?" tanya ayana pagi seraya menatap Saga
"iya" jawab Saga serius.
"kenapa g pulang?" tanya ayana serius
"kenapa kamu ngusir aku?" tanya Saga balik
"kamu pulang deh sana" perintah ayana
"hujan Ay" jawab Saga alasan
"kan kamu bawa mobil" jawab ayana
Saga diam menatap ayana
"Ay, kamu g mau nikah ya?" tanya Saga tiba-tiba. Ayana yang ditanya terdiam.