
"mau kencan dimana?" tanya saga ketika melajukan mobilnya meninggalkan kos-kos an ayana jam setengah 1 siang.
Ayana yang memakai kemeja putih dengan celana jins serta rambut yang diurai tak lupa dengan tas ransel warna army dipadukan dengan wedges menjawab
"mall mau?" ujar ayana
"boleh" jawab Saga dengan kaos warna putih dan celananya jins hitam dipadukan dengan sandal gunung pria.
"aku belanja pake kartu ini boleh?" tanya ayana seraya menunjukkan black card yang di berikan saga. Saga tersenyum melihatnya.
"Saham yang aku beli kemaren cuan. hahahaha" ucap ayana tanpa rasa berdosa.
"kayaknya aku harus bekerja keras biar investor aku seneng nih" jawab Saga
"ahahahahaha" ayana tertawa lagi mendengar ucapan saga.
Ketika mereka masuk mall, ayana menuntun Saga untuk masuk ke butik pakaian pria formal. Ayana ingin mencari setelan kemeja kantor untuk Saga. Cukup lama ayana memilih beberapa dan meminta ukuran, lalu meminta Saga untuk mencobanya. Beberapa pakaian yang di coba Saga cocok dengan tubuhnya.
"Sial, lu ganteng lu aman" batin ayana.
Saga mau saja di suruh-suruh ayana. Ayana juga memilihkan dasi dan jas. Akhirnya, jatuhlah pada pilihan setelan kemeja warna navy dan maroon beserta dasi masing-masing yang serasi. Pembayaran dilakukan dengan blackcard Saga yang di pegang ayana.
Selesai dengan satu butik, ayana menuntun Saga ke outletnya Indonesia yang terkenal. Ayana memilih kaos dan celana pendek, Saga membantu ayana untuk ukuran Saga. Akhirnya, terbelilah 2 kaos pendek dan 2 celana pendek, dan 1 jaket.
"Ay, istirahat dulu yuk. Makan gitu, kamu g capek?" bujuk Saga. Ayana lalu melihat jam di hp nya.
"habis makan terus sholat mau?" tanya ayana. Saga tersenyum, senang karena wanitanya ini mengingatkan untuk sholat. Saga lalu bertanya pada ob yang sedang mengepel lantai dimana letak musholla.
Mereka istirahat di food court Saga memesan sushi, sedangkan ayana memesan beberapa dimsum untuknya dan saga.
"kamu g mau nyoba ini Ay?" tanya Saga menunjuk makannya.
"enggak" ucapnya seraya memakan dimsum
"coba ya, satu aja" ujar saga. Lalu saga ingin menyuapi ayana. melihatnya ayana memakan suapan dari sumpit saga
"enak?" tanya Saga
"enggak" jawab ayana sekenanya. Saga hanya bisa tersenyum. Satu hal lain yang tidak di sukai ayana.
"kamu kok beliin aku aja daritadi, tapi kamu sendiri g beli apa-apa" ujar Saga. ketika dia melihat tas belanjaan yang ternyata miliknya semua.
"aku mau beli apa?" ayana malah balik bertanya.
"ya apa gitu baju, tas atau apa gitu" jawab Saga
"apa kamu g tau kalo setiap pakaian itu bakalan di hisab?" tanya balik ayana. Saga tertegun.
"iya iya" ujar Saga.
"habis sholat nonton yuk" tawar ayana
"oke" jawab Saga. Terserah pikir saga mau nonton apapun asal bersama ayana dia iya iya saja.
Ketika sampai bioskop ayana dan saga menitipkan barang mereka lalu masuk melihat beberapa poster film,
"aku g suka horror" ujar ayana, padahal saga akan merekomendasikan film horor yang kata testimoni bakalan si wanita akan merangkul si pria jika setannya keluar.
"aku juga g terlalu suka film romantis. One piece red mau?" ujar ayana.
"sebenernya aku tadi ngelihat one piece tapi g semua wanita suka anime" jawab Saga
"aku ngikutin one piece kok" ucap ayana cepat
"masak?" tanya saga tak percaya dan di angguki ayana
"arc apa sekarang?"pertanyaan pertama
" nama kru kapal bajak laut topi jerami?" pertanyaan kedua
" luffy, zoro, nami, usop, sanji, chopper, robin, franky, brook, jinbe" jawab ayana menghitung dengan jarinya.
"uta siapa nya shanks?" pertanyaan ketiga
"anaknya" jawab ayana
"fix, ayo nonton itu aja" ucap saga memegang tangan ayana untuk membeli tiket. Mengetahui saga juga akan membeli makanan dan minuman untuk 2 orang ayana membatalkannya dan memesan untuk 1 orang saja.
"barengan aja, aku biasanya kedinginan terus sering pipis" ucap ayana berbisik pada saga.
Sebelum masuk ruangan saga kembali ke tempat penitipan barang tadi lalu mengambil jaketnya yang baru, dia juga menemani ayana untuk ke toilet dulu sebelum masuk ruangan.
"Kok aku malu ya di perhatikan kayak gini" jawab ayana ketika di suruh saga untuk ke toilet dulu.
"udah sana daripada kamu pas nonton g nyaman" jawab saga.
Mereka lalu masuk bioskop, film akan di mulai, saga menyelimuti ayana dengan jaketnya dan memposisikan makanan dan minuman untuk mereka berdua.
"kaki kamu diangkat aja, biar g dingin" saran saga, di angguki oleh ayana.
Selama film di putar obralan keseruan terjalin, mereka tertawa dan fokus ketika adegan menampilkan efek yang mendebarkan, mereka se frekuensi dalam hal ini.
Selesai film, ayana dan saga ke toilet terlebih dahulu, ternyata jam menunjukkan waktu sholat mereka lalu sholat di musholla tadi.
"hem, malming ya sekarang" ucap saga berjalan bersama ayana
"kamu g capek?" tanya ayana
"mau kemana? atau apa? aku g capek kok" jawab saga
"main time zone mau?" tanya ayana dan di angguki oleh saga.
Untuk hal ini bisa di bilang Saga lebih jago daripada ayana, banyak permainan yang di menangkan saga terkadng malah mencetak score baru. Mereka banyak mendapatkan kartu tiket.
"ditukarin dah Ay, kamu mau yang mana?" tanya Saga yang istirahat selesai bermain. Ayana melihat hadiahnya.
"hem, kasih orang aja dah" ucap ayana
"ha?" tanya Saga terkejut. Capek-capek malah wanitanya ini tidak mau dengan hadiah.
"kasih ke orang aja dah, tapi aku ambil 20 an tiket nanti dapet ikat rambut. Aku kekurangan ikat rambut di kos an" ujar ayana sambil terus menatap hadiah apa saja yang bisa di tukarkan.
"bukannya ikat rambut wanita itu tangannya pria ya" ucap saga berbisik. Ayana menoleh pada saga lalu
plak
pukulan pada lengan saga tidak main-main
"mesum" gerakan bibir ayana. saga terkekeh mendengarnya.
"yang mau kamu tuker, tuker aja dah" ucap Saga lalu ayana ke kasir untuk tukar hadiah.
"habis ini kita pulang ya, tapi kamu jangan nginep lagi" ujar ayana setelah membagi-bagikan tiket gratis
"kenapa?" tanya saga
"aku tau g bisa tidur kalo ada pria tidur dikamar juga" jawab ayana
"kamu kira aku juga bisa tidur?" tanya balik saga
"terus kenapa kamu ngotot nginep di kamarku?" tanya ayana
"bucin Ay," jawab singkat Saga.