
Jam 1 malam di kamar hotel
Brakk...
Saga yang terlelap di sofa terkejut, tak sempat mengumpulkan nyawa di langsung bangun dan melihat kondisi sekelilingnya.
"aww... " suara wanita terdengar di telinga saga. Dia lalu mencari keberadaan ayana di ranjang namun ayana tidak ada di ranjang.
"ishh" terdengar lagi suara rintihan kesakitan.
Saga terkejut ketika menemukan ayana yang terbaring di samping ranjang yang memegangi lengan kanannya.
"Ay" ucap saga lalu menghampiri ayana.
"kamu jatuh? " tanya saga sembari ikut duduk di bawah bersama ayana.
ayana menganggukkan kepalanya dan masih memegang lengannya.
"kok bisa? " tanya saga lagi
"ya bisa lah,, lagian kok bisa sih hotel g ada guling, apa g ada biaya pengadaan guling apa gimana sih" gerutu ayana.
"saga, dia pms" batin saga
"udah ah, kamu aja yang tidur di ranjang" ucap ayana
"loh.. enggak, kamu aja yang tidur di ranjang, aku tidur di sofa, g enak Ay tidur di sofa, geraknya terbatas. " jawab saga
"yang mau tidur di sofa juga siapa, aku mau tidur di bawah aja. aku g bisa kalo ranjang g mepet tembok dan g ada guling, intinya aku kalo tidur suka jatuh kalo g ada penghalangnya, mangkanya kasurku mesti di bawah" terang ayana.
Saga menganga dengan penuturan ayana..
"kamu sering jatuh kalo kasurnya g mepet tembok? " tanya saga lagi
"y" singkat ayana. Dia lalu mengambil bantal dan selimut guna membungkus dirinya dari hawa ac dan dinginnya lantai keramik. Ayana bersiap melanjutkan mimpinya.
Saga menghela nafasnya.
"ma,, mantu mama aneh" batin saga
Saga lalu melakukan panggilan service hotel dan meminta selimut tambahan dan guling jika ada. Karena pemiliknya sendiri yang meminta pihak hotel berusaha untuk mendapatkan semua permintaan saga, entah bagaimana caranya.
Bell berbunyi, saga membuka pintu kamar hotel dan mendapatkan semua barang permintaannya tadi. Dia lalu menghampiri ayana yang sudah tertidur di lantai.
Saga menggelar karpet tebal dan halus itu lalu mengambil bantal yang dijadikan guling oleh ayana. Dia lalu memindahkan ayana, memberinya guling lalu menyelimutinya. Saga? Dia lalu mengikuti jejak ayana yang tidur di bawah dengan penghalang sebuah guling.
"sebenarnya gua ini kaya" monolog saga ketika dia bersiap untuk tidur.
"ini kamu juga yang beli? " tanya ayana ketika sebuah papper bag baru ada ditangannya.
"bukan. Itu alan yang beli" jawab saga yang sedang sarapan roti selai kacang.
Ayana lalu membuka papper bag itu dan dia terkejut dengan pilihan teman sekaligus asisten saga itu.
"kemeja kamu mana?" tanya ayana
"kenapa? " tanya balik saga
"aku g maj pake baju kayak gitu, mending pake kemeja kamu aja nanti aku ke mess dulu" jawab ayana yang berlalu mencari kemeja saga.
Saga menghampiri papper bag yang di tolak ayana
"Si Alan" umpat Saga.
Benar, itu memang sebuah setelan kerja, yang pres body dan seksi.
Saga mengantar ayana ke lokasi proyek setelah sebelumnya ayana ke mess terlebih dahulu mengganti pakaiannya.
"kamu hari ini acaranya kemana?" tanya ayana kepada saga yang menyetir mobil.
"mumpung disini, sekalian ninjau proyek yang lain." jawab saga dengan senyumnya. Saga lalu mengambil tangan ayana lalu menggenggamnya.
"Ay,, kamu selesai proyek bulan ini kan ya. ini udah akhir tahun juga. Kalo kita tahun baru an bareng gimana?" tanya saga.
Ayana tersenyum melihat Saga.
"Aku udah selesai kok yang proyek disini. Hari ini juga mau sekalian pamitan. Lagian aku juga g pernah ambil cuti. " terang ayana
"Seriously?" tanya saga
"sure" jawab ayana dengan senyum
Saga lalu mengecup tangan ayana. Ayana merasa malu sendiri.
"jadi hari ini kamu ninjau proyek, aku kerja sekalian pamitan. Nanti jemput aku. Gimana?" tanya ayana.
"siap sayangnya aku" ucap saga seraya mencubit pipi ayana.
"ish" geruta ayana yang tersenyum malu.
"pipi kamu merah Ay" ucap saga
"ish,, tau ah" tutur ayana. Lalu iaberusaha melepas tangannya yang di pegang saga,. Namun Saga tidak melepaskannya.