
Akhirnya disinilah ayana terdampar, di sebuah ruangan dengan kaca besar menampilkan suasana pusat kota. Seorang pria sedang fokus dengan dokumen yang dia pegang disebelah kiri dan tangan kanan yang
memutar-mutar pena, sesekali dia akan melihat monitor yang ada di depannya. Sedangkan ayana ingin melanjutkan ceritanya dengan membuka lembar kerja namun tak banyak kata yang dia ketik.
“kenapa gua buntu ya” batin ayana seraya mengetik lalu menghapus lagi ketikannya.
Ayana menoleh pada Saga,
“tampan, mapan, gagah dan berwibawa, keren, kok bisa dia bucinnya sama gua” batin ayana lagi
lama dia mengangagumi sosok pria yang telah menarik perhatiannya. Kembali dia menoleh pada laptopnya berpikir apa yang akan dia ketik. Tiba-tiba dia tersenyum sendiri mengingat kejadian tadi.
“kamu mikirin apa kok senyum-senyum sendiri?” tanya saga dari meja kerjanya. Ayana menoleh kepada Saga.
“apa? kerjain tuh kerjaan Bapak” jawab ayana tanpa sadar menyuruh atasannya
“kamu lagi ngerjain apa?” tanya Saga lagi
“cerita fiksi” ucap ayana singkat. Saga tertawa dengan penuturan ayana.
“apa? mending bucinin fiksi daripada yang g pasti” ujar ayana merasa kesal dengan tawa Saga.
Saga malah tertawa lagi,
“emang g ada pria yang bisa kamu bucinin?” tanya Saga beranjak dari tempat duduknya.
“gak ada. Puas?” ujar ayana kesal
“bucinin aku aja, aku terima kok” jawab Saga ketika dia sudah duduk di dekat ayana
“Bapak kembali lagi ke kursi Bapak, ini masih jam kerja.” Ujar ayana mewanti Saga
Saga malah mendekat kepada ayana
“Bapak jangan tambah aneh-aneh ya, cukup dengan gossip kalo hari pertama kerja direktur baru perusahaan mengurung wanita cantik di ruangannya, jangan sampek nambah gossip lagi” jelas ayana. Mendengarnya Saga tertawa lepas dengan penjeleasan ayana.
“iya iya ini balik lagi kerja, jangan ngancem mau ngerjain di kafe seberang lagi” ucap Saga
“saya lebih suka pulang ke kos, bisa rebahan” jawab ayana
“Ay, kamu g mau pindah kos? Aku ada apartemen” tanya Saga
“g mau, tukang jualan sayur di depan kosku baik” jawab ayana. Saga menatap heran pada ayana
“udah, sana kerja” perintah ayana lalu ayana berusaha focus pada ketikannya.
Jam kerja perusahaan telah berakhir, Saga dan ayana sedang berada di basement parkiran mobil. Saga menekan tombol lalu berkediplah lampu mobil mewah berwana hitam. Saga membukakan pintu mobil untuk ayana. ayana terdiam lalu menutup pintu mobil Saga dengan dia dan Saga yang masih di luar mobil.
“Coba kamu buka lagi” perintah ayana. Saga dengan sabar membuka kembali pintu mobilnya. Namun di tutup lagi oleh ayana. Lalu sekarang ayana yang membuka pintu mobil Saga.
“Ow,, jadi gini buka pintu mobil mewah, hahahaha” ucap ayana seraya masuk ke mobil Saga, ttawa ayana menular kepada Saga, dia tersenyum dengan tingkah ayana dan membatasi tangannya agar kepala ayana tidak terbentur. Saga lalu menutup pintu mobil dan berputar ke arah kemudi.
Diperjalanan
“kita sholat di masjid yang kemaren itu ya Ay, sekalian nanti makan di warung lalapan sebelahnya” ajak Saga ketika lampu merah di depan
“ow, jadi warung itu bakalan jadi tempat favorit kamu?” tanya ayana
“iya donk,,” ucap Saga seraya menoleh kepada ayana dan menaikkan alis kirinya.
\====
Ketika mereka sampai di warung lalapan ternyata sedang rame dan tidak ada tempat duduk yang kosong. Ayana menyarankan untuk di bungkus saja lalu mereka bisa makan di kosannya.
Akhirnya terjebaklah Saga masuk ke kamar kos ayana. Kos ayana memang terbilang bebas. Sejenis semi apartemen. Namun, bisa di bilang hanya Saga, laki-laki yang di bawa ayana masuk ke kamarnya.
“mau langsung makan?” tanya ayana seraya meletakkan tasnya.
“kamu mau apa dulu?” tanya balik saga
“ha? Kok pertanyaannya ambigu ya” ujar ayana. Saga yang ditanya berada di posisi yang serba salah
“aku mandi dulu gpp?” tanya ayana lagi. Saga terdiam dengan pertanyaan ayana, sejujurnya dia juga ingin mandi juga mengingat aktifitas yang telah di lakukan seharian ini.
“iya, silahkan” ujar Saga berusaha tenang. Ayana lalu mengambil handuk dan pakaiannya.
“santai aja, anggep aja kamu pacar aku” ucap ayana lalu menutup pintu kamar mandinya.
Saga tersenyum dengan sikap malu-malu ayana. Dia lalu melepas jas dan dasinya. Membuka kancing kemeja atasnya dan pergelangan tangan. Di menyusuri kamar ayana. Tidak seperti wanita kebanyakan. Bahkan wallpaper yang ayana pilih antariksa. Apa dia suka antariksa? Pikir Saga
Tidak ada foto yang bisa di lihat hanya beberapa lembar-lembar dokumen lalu printer di sudut kamar, rak tas, kaca besar, perlengkapan skincare ayana juga tidak banyak. Satu hal yang membuat Saga tersenyum ketika dia melihat mukenah dan sajadah serta rak atasnya berupa al-qur’an dan buku buku agama.
Ceklek..
Pintu kamar mandi terbuka, terlihat ayana yang lebih fress. Saga berusah mati-matian untuk mengontrol dirinya.
“kamu g mandi?” tanya ayana
“aku beli 1 gratis 1 lebih tepatnya couple, tapi g tau mau couple an sama siapa.. tapi posisinya aku suka sama desainnya. Jadi tak beli terus yang cowok nganggur dan kebesaran. Nih” terang ayana di akhiri menyerahkan kaos dan celana pendek
“kalo kamu tanya pakaian dalam aku g punya,, hahahha.. ups” ucap ayana lalu terdiam. Saga berdiri mendekati ayana.
“nikah yuk Ay, aku seneng kamu nyiapin kayak gini.” Ajak Saga
“mandi dulu sana” ucap ayana seraya mendorong Saga untuk masuk kamar mandi
Selesai mandi, mereka makan bersama secara lesehan. Saga meminta untuk satu piring berdua saja dengan alasan nanti ayana bakal mencuci piring banyak.
“katanya kalo makan atau minum di piring/gelas yang sama itu kiss secara g langsung” ucap Saga meminum air bekas ayana
“aku anak pramuka” jawab enteng ayana
“ahahahahaha” tawa Saga tidak terkontrol
“kamu kapan pulang?” tanya ayana
“kamu ngusir aku?” Saga balik bertanya
“sejujurnya aku takut sih,” jawab ayana seraya membasuh tangannya.
“takut aku macem-macem?.. tadi siapa yang sok-sok an makan di kamar kamu aja” ujar Saga
“hm,, bisa dibilang aku sekarang menyesal” jawab ayana lalu mencuci piring bekas makan mereka.
“aku g bakal ngapa-ngapain kamu sebelum kamu udah jadi istri aku” ujar Saga membantu ayana mengeringkan piring.
“aku tau kamu pria sejati” ujar ayana menyudahi mencuci piringnya
“dan aku akan buktikan” jawab Saga menatap ayana.
Saga lalu mengambil hp dan dompetnya.
“ini”ujar Saga seraya memberikan blackcard kepada ayana
“g mau” tolak ayana
“Ay, aku pacar kamu” bujuk Saga
“justru karena kamu pacar aku. Aku masih bukan tanggungjawab kamu. nanti kalo dah jadi istri kamu aku kuras semua hartamu” terang ayana
“kenapa g sekarang aja? Aku bucin lo Ay sama kamu” jelas Saga
“yang ada nanti aku dicariin Pak Anton” jawab ayana. Saga tertawa mendengarnya
“pegang aja ya..” ucap Saga dengan mengambil tangan ayana dan menyerahkan kartu itu kepada ayana.
“makasih Ay” ucap Saga
“bukannya aku yang harus berterima kasih karena di kasih kepercayaan buat nih kartu” ujar ayana. Saga hanya tersenyum menanggapi ujaran ayana
“aku pulang dulu ya,,” ucap Saga
“pake itu?” tanya ayana dengan penampilan Saga sekarang. Jujur ayana berfikir Saga terlihat lebih keren. Lebih muda dan ganteng..
“iya. Kan kamu yang beliin. Pakaian aku taruh sini aja, aku ada niatan buat kesini terus” tutur Saga
“oke. Sana pulang, di cariin nanti kamu” ucap ayana seraya mengambil kunci mobil Saga
“di cariin siapa? Mama? Hahahaha..” tanya Saga
“udah ayo keluar” ujar ayana seraya menyerahkan kunci mobil Saga
Ketika mereka sampai di depan mobil Saga
“peluk dong Ay” bujuk Saga
“g mau, dah sana” perintah ayana.
“aduh,, aku udah kangen nih Ay” ucap Saga
“g usah lebay. Sana pulang” perintah ayana
“iya iya.. thanks for today. Nice dream” ucap Saga dengan tersenyum. Dia lalu membuka pintu mobil
“udah sana masuk” ucap Saga ketika hendak menutup pintu mobil
“iya ini udah mau masuk” jawab ayana
“sana masuk dulu, nanti aku pulang kok. Sana” perintah Saga
“iya iya bawel” jawab kesal ayana lalu masuk ke dalam kosnya. Saga lalu melajukan mobilnya membelah jalanan dengan tujuan pulang kerumahnya.