
Ayana melihat Saga yang mengakhiri teleponnya.
“Hai, selebgram…” ujar ayana memulai. Saga yang paham ayana pasti akan menanyakan foto yang ia posting menjawab
“aku mau nge-tag kamu. Tapi bahkan kamu gak nerima pertemananku.” balas Saga
Ayana membuka ig nya lalu menerima pertemanan Saga, dia juga menyukai “my you” postingan Saga.
“mau sekalian aku coment?” tanya ayana
“boleh” jawab Saga
“enggak deh, nanti aku di stalking banyak orang. Biar misterius” ungkap ayana dengan sedikit tertawa. Saga tersenyum dengan tingkah ayana.
“Dasar selebgram, apaan, Rahim aku anget bang, pengen di peluk, pengen di manja-manja” gerutu ayana sambil mengulang perkataan yang ditulis penggemar Saga.
“Ay, selain flexing, secara g langsung aku promoin yatch dan bisnis aku” ungkap Saga
“iya, sekalian wajah tampan kamu promosiin” jengkel ayana. Saga tersenyum lagi
Tak berselang lama, pramusaji menghidangkan pesanan mereka.
Diperjalanan pulang, Saga dan ayana berhenti di swalayan Aprilmaret. Saga membeli beberapa pakaian dan peralatan selama nanti di rumah ayana. Mereka juga membeli martabak manis dan asin untuk keluarga ayana di rumah. Saga benar-benar menghayati peran calon menantu idaman.
Pukul 21.07 WIB
mereka telah sampai di halaman rumah ayana. Ayah dan Ibu bersantai di ruang tamu.
“Assalamu’alaikum” salam ayana dan saga bersamaan
“Waalaikum salam” jawab ayah dan ibu
“Ini yah, martabak. Mbak ica sama mas pras dimana?” tanya ayana menyalami tangan kedua orang tuanya di ikuti saga
“biasa, penganten baru” jawab Ibu
“kamu besok balik ke Jakarta jam berapa? Jadi naik kereta?” tanya ayah arif. Biasanya ayah arif nanti yang akan mengantarkan ayana ke stasiun. Ayana menoleh Saga
“Saga sama ayana naik mobil nanti ke Surabaya Yah, dilanjutkan naik pesawat ke Jakarta” jawab Saga
“Pesawatnya siang, kira-kira jam 9 pagi berangkat. Lewat tol nanti” jawab ayana menambahkan
“Saga yang nyetir? G capek?” tanya ayah arif ke Saga
“Saga g capek kok Yah” jawab saga
“yaudah sana istirahat, biar besok berangkatnya g capek” perintah Ibu Indah
“baik bu” jawab ayana lalu masuk kedalam
“Saga ke dalam dulu” ucap Saga
Ayana ke dapur lalu memasak air. Saga ke kamar tamu mengisi daya untuk hp nya. Tidak merasa enak badan saga karena ia tidak mandi. Perang otak dimulai, apakah dia harus mandi? Dingin. Tapi dia nanti tidak akan bisa tidur. Akhirnya dia keluar dan memutuskan akan mandi. Ayana yang melihat saga hendak ke kamar mandi dengan membawa handuk bertanya
“mau mandi?” tanya ayana. Saga yang mendengar suara ayana menoleh
“dingin lo” tambah ayana. Saga menelan salavinya melihat air kamar mandi.
“sini angkat pancinya” perintah ayana. Saga lalu menghampiri ayana
“awas panas” saat Saga hendak mengambil pancI dengan tangan kosong
“pake ini. Terus taruh di bak yang ada di kamar mandi” ujar ayana seraya menyerahkan kain serbet pada Saga.
“langsung dimasukin gitu?” tanya Saga ketika mereka sampai di pintu kamar mandi
“iya dicampur, sekiranya perbandingannya nanti menghasilkan suhu sekitar 40° Celsius” terang ayana. Mendengar penjelasan ayan, saga membatin
“Dasar anak ipa”
Setelah selesai mencampurkan kedua benda yang bersuhu berbeda itu, ayana bertanya.
“kamu bisa mandi pake gayung kan?” tanya ayana
“aku pernah KKN Ay” jawab Saga
“di desa penari?” ujar ayana
“kalo aku kkn disana aku g balik karena wajahku ganteng” ucap Saga PeDe
“bukannya mereka g balik karena sang*” jawab ayana lirih. Saga tidak bisa berkata-kata lagi
“udah sana mandi. Terus gantian” perintah ayana
“kamu juga mau mandi? Bareng aja” ajak Saga
“mesum” ucap gerakan bibir ayana tanpa suara. Saga tertawa lalu menutup kamar mandi, memulai ritualnya.
“nih” ucap ayana seraya menyodorkan autin sachet kepada Saga. Saga lalu mengambilnya.
“night” ucap ayana lagi, lalu pergi masuk ke kamarnya sendiri.
“sumpah pengen gua enakin tu cewek” batin saga
Pukul 09.30, mobil yang dikendarai ayana dan saga sedang antri mengisi bensin. Singkong goreng menjadi cemilan ayana di mobil. Lagu Ada band mengiringi perjalanan mereka.
“Ganti posisi” ujar ayana
“ha?” tanya Saga menoleh ayana
“aku aja yang nyetir, mana bisa besok pas pengumuman, direktur baru perusahaan terlihat g fresh. Group karyawan rame lagi. Nanti kamu mematahkan ekspektasi mereka. Jadi kamu istirahat, tidur juga bisa, biar aku yang nyetir. Kalo mobil kayak gini aku bisa” ungkap ayana lagi
“g usah Ay” jawab Saga
“tak kasih info ya, wanita itu punya daya ingat yang besar. Kamu mau 5 tahun kedepan atau 10 tahun kedepan aku bakalan bahas ini lagi karena kamu g mau aku yang nyetir?” ucap ayana dengan mode bawel. Saga tau dia tidak akan pernah menang.
“iya, tapi nanti kalo kamu capek bilang ya, aku g peka lo” ucap saga tidak ingin memperpanjang
“mana ada cowok peka” ujar ayana
“Sabar Sagara” batin saga berucap
Perjalanan dilanjutkan dengan ayana yang menyetir, sesekali mereka akan konser dengan ayana yang memimpin. Lagu-lagu Ada band menjadi saksi bisu pertumbuhan cinta mereka.
Pesawat take off dengan Saga dan ayana yang berada di bisnis class. Awalnya ayana tidak ingin dan akan berada di ekonomi class sesuai tiketnya. Tapi saga merayunya..
“Bayangin Ay. Kamu punya tiket ekonomi class dan bisnis class. Di ekonomi class kamu duduknya di pinggir jendela dengan 3 orang kan. Dari 2 orang itu pasti ada juga yang ingin duduk di pinggir lihat awan tapi keduluan kamu. Belum lagi jika itu ternyata keluarga dengan satu anak. Ayahnya mungkin tidak di deretan itu, tapi ketika kamu ikut bisnis class keluarga mereka bisa kumpul bersama.” Papar saga
“di bisnis class bisa lihat awan?” tanya ayana
“bisa donk. Apa mau pesawat pribadi aja?” tawar Saga
“enggak ah, mahal” jawab ayana mengakhiri perdebatan. Saga menggelengkan kepala, pikirnya apa ayana tidak tahu seberapa kayanya dia.
Ayana melihat awan dari jendela pesawat, Saga focus pada dokumen perusahaan. Beberapa lama kemudian Saga melihat ayana di sampingnya. Dia melihat ayana yang sedang focus dengan laptopnya. Merasa di tatap Saga ayana menoleh pada Saga. lalu menutup laptopnya.
“aku g sanggup kalo jadi workaholic” ujar ayana. Saga tertawa mendengarnya. Ayana menggeserkan tubuhnya pada Saga lalu membuka hpnya, menampilkan obrolan group karyawan kantor saga setengah jam yang lalu. Mereka sedang menggosip direktur barunya, yaitu Sagara Mahendra
- “Aduh\,\, Pak Saga ganteng banget”\, sambil beberapa foto yang mengikuti-
-“otw silaturahmi ke ig nya”-
-“dia terkenal workaholic lo” –
-“Pak, jangan gila kerja, nanti aku tambah tergila-gila”-
-“dia udah punya pacar. TT”-
-“gpp asal di kantor ada yang buat nyegerin mata”-
-“CEO berprestasi”, sambil menampilkan screenshoot artikel tentang Saga-
Saga menggelengkan kepala, dia masih belum mengerti dengan perubahan sikap ayana, apakah dia cemburu atau bagaimana.
“Ay, aku g ada niatan untuk backstreet.” Ungkap Saga
“Sapa juga yang mau sembunyi-sembunyi. Gini-gini aku udah menyusun strategi buat ngadepin wanita-wanita yang gila karena kamu” jawab ayana seraya merapikan selimut. Ayana lalu menatap Saga
“Prianya aku itu ganteng, kaya, direktur perusahaan, bucin lagi sama aku. Pastinya aku udah punya planning buat sadarin para wanita-wanita itu. Meskipun mereka nanti punya standart yang lebih tinggi dari aku, ada kamu yang selalu dukung aku.” Terang ayana
Saga kepalang senang mendengarnya, sungguh dia ingin sekali menciumi wanita yang ada dihadapannya ini.
“tapi bentar, keluarga kamu gimana?” tanya ayana. saga tersenyum dan hanya mengangkat bahunya.
“kalo Pak Anton atau istrinya dateng ke aku terus ngasih uang 500 juta buat ninggalin kamu, aku terima sih… HAHAHAHA” ucap ayana sambil tertawa.
“terus kalo nanti aku ngasih kamu uang 500 juta buat g ninggalin aku, kamu juga terima?” tanya Saga
“iyalah, terus pak Anton ngasih lagi 1 milyar. Gitu aja terus sampek Adudu bener-bener menguasai bumi. HAHAHAHA” jawab ayana lagi
Saga tidak habis pikir dengan imajinasi wanita yang dia cintai ini.
“mending kamu tidur Ay, kayaknya kamu capek” ucap Saga
“makanan bisnis class enak gak?” tanya ayana tanpa memperdulikan ucapan saga sebelumnya.
“kamu laper?” tanya Saga diangguki ayana
“banget?” tanya saga lagi tapi mendapat gelengan dari ayana
“makan di luar bandara aja ya” jawab saga lalu diangguki ayana