MY YOU

MY YOU
34. Selamat Tahun Baru



Perjalanan kurang lebih 7 jam, Saga dan ayana telah mendarat. Pesawat telah terparkir. Ayana celinguan melihat kesana kemari, mereka sedang ada dimana. Ayana tidak akan bertanya hendak kemana lagi. Dia sudah sangat jengkel dengan Saga.Saga menggengam tangan ayana menuntun ayana ke helikopter yang sudah menunggu mereka.


Saga berada dalam posisi pengemudi. Saga hanya tersenyum dengan eksperi ayana yang terkejut. Saga lalu membantu ayana agar ia aman dan nyaman. Saga lalu memberikan laporan dengan bahasa inggris bahwa ia akan terbang. Ayana menggeleng-gelengkan kepalanya bukti bahwa ia tidak percaya dengan semua hal tentang kekerenan Saga kali ini.


Helikopter mulai terbang, dapat ayana lihat pemandangan malam hari yang bersinar karena lampu yang menerangi. Ayana tertegun dengan pemandangan itu. Ayana lalu menatap ke arah Saga yang ternyata Saga juga menatapnya dengan senyum tulus Saga. Ayana membalas senyum yang tulus juga. Rasa kejengkelannya pada Saga menghilang.


Helikopter melaju pada tujuannya. Semakin dekat ayana dapat mengetahui sekarang mereka ada di negara mana. Sebuah jembatan dan sebelahnya tempat pertunjukan opera yang sangat terkenal di dunia. Ayana menganga tak percaya. Ayana lalu menatap Saga


"Sydney" ucap ayana dengan ekspresi yang masih terkejut.


Dan saga hanya tersenyum dan tertawa kecil sesekali. Saga sungguh senang ketika ayana, wanitanya juga senang.


Helikopter sudah mendarat di landasan atas sebuah hotel. Saga membantu ayana melepaskan sabuk pengaman dan headphone. Mereka lalu turun, Saga menggenggam tangan ayana dan menuntunnya. Entah apa yang akan di tunjukkan Saga lagi. Mereka lalu memasuki kamar hotel. Ayana langsung berlari ke arah kaca kamar hotel yang menampilkan pemandangan sydney opera house dan harbour bridge di malam hari.



Saga melepas jas dan dasinya, membuka kancing kemeja teratasnya dan menggulung sebagian pergelangan tangganya.


Saga lalu mendekati ayana, dan memeluknya dari belakang, menyandarkan dagunya di bahu ayana.


"Kita makan dulu ya, kamu belum makan" ungkap Saga. Ayana menganggukkan kepalanya tanpa melepas pemandangan di depannya.


"tahun baru kurang sekitar satu setengah jam lagi. mandi, sholat, makan gimana?" terang Saga. Ayana lalu berbalik.


"pesen makan, mandi, sholat, terus makannya disini aja" saran ayana. Saga menganggukkan kepalanya dan tersenyum. Mereka  lalu memesan makanan lewat telpon hotel.


"aku mandi dulu ya" ucap Saga. Ayana menganggukan kepala. Ketika saga masuk ke kamar mandi ayana teringat.


"wait, aku kan g bawa baju" ucapnya.


Ayana mencari di lemari namun ia tidak menemukan apa-apa. Sampai Saga selesai dengan mandinya, dan keluar hanya memakain bathrode.


"roomboy nya belum dateng Ay?" tanya Saga


"belum" jawab ayana. Bell berbunyi, Saga lalu menghampiri pintu kamar hotel dan membukanya. Saga lalu menutup pintu, beberapa papper bag besar ada ditangannya.


"ini punya kamu" ucap Saga. Ayana mengambilnya 2 paper bag itu. Ia melihat papper bag yang pertama terdapat beberapa set pakaian dalam terkenal, pakaian tidur, dan dress. Ayana lalu membuka satu paper bag lagi berisi make up dan peralatannya dan juga perawatan tubuh yang dapat ia tahu bahwa semua adalah merk terkenal. Sungguh ayana melongo tak percaya.


"Saga, kamu milyader, billioner, triliuner gitu?" tanya ayana menatap tak percaya pada saga.


Saga yang sedang memasang kancing kemeja mengangkat alisnya tak paham.


"maksud aku ini semua bermerk, dan semua hal ini, disini, sebelumnya juga. kamu sungguh kaya raya?" pertanyaan konyol keluar dari mulut ayana.


Saga yang mendengarnya tersenyum. Saga tampak berpikir sebelum menjawab pertanyaan ayana.


"ehmm,, bisa dibilang aku hedon dengan cara ngebucinin kamu" ungkap Saga


"Gila. Orang kaya emang aneh" jawab ayana. Saga tertawa dikatai gila oleh ayana.


"kamu bawa sajadah kan? pinjem ya." ucap Saga yang langsung mengambil sajadah di ransel ayana.


"udah sana mandi. emang kamu g laper?" ucap Saga. ayana lalu masuk ke kamar mandi.


Saat ayana masuk ke kamar mandi, pemandangan kota sydney masih ia dapatkan melalui kaca kamar hotel.


"Wih.. gila. berapa banyak uang yang dihabiskan saga" ucap ayana berbicara sendiri.


Ayana lalu melihat bath up yang ternyata sudah Saga isi dengan air hangat. Ayana senyum sendiri dengan perlakuan Saga.


Selesai dengan mandi dan ibadahnya. Mereka lalu makan makanan yang datang ketika ayana mandi tadi. Pakaian yang mereka kenakan ternyata pakaian tidur sepasang. Tak terasa waktu sudah akan pergantian tahun baru.


Saga mengajak ayana untuk menikmati pergantian tahun baru itu di ranjang yang berdekatan dengan kaca hotel. Disini mereka tetap dapat melihat pemandangan kota sydney. Saat mereka duduk berdampingan


"Ay, ada yang mau aku kasihkan ke kamu" ungkap Saga. Ayana menantikannya.


"Tutup mata" pinta Saga, ayana menurutinya.


Saga lalu mengambil sebuah kotak, membuka isinya dan memasangkannya di leher ayana. Ayana lalu membuka matanya.Meraba lehernya yang terdapat sebuah ring couple. Ayana lalu menatap Saga.


Malam pergantian tahun baru di mulai, kembang api bertebaran di langit sydney. Saga dan ayana yang sedang dalam perbincangan hati tak melepas pandangan mereka.


"Selamat tahun baru ayana arunika" ucap Saga. Tak ada jawaban dari ayana.


Ayana masih larut dalam buaian tatapan dan ucapan Saga. Perlahan baik saga maupun ayana mendekat. Deru nafas mereka dapat di rasakan. Ayana lalu menutup matanya. Saga yang tau ayana menutup matanya mulai sedikit cepat mendekat. Namun tiba-tiba


Bukan benturan bibir yang ayana rasakan, namun kepala bagian depan. Dapat ayana dengar nafas memburu dari saga. Perlahan Saga menjauhkan tubuhnya dari ayana.


"aku meminta kamu secara baik-baik, dan aku memikili tanggung jawab atas kepercayaan orang tua kita" ucap seorang sagara mahendra. Ayana tersenyum tulus dengan ucapan Saga. Mereka lalu menikmati kembang api yang ada di depan mereka.



Handphone Saga berbunyi, Saga menangkatnya yang ternyata dari keenan.


"Gimana bro? Disana udah tengah malem kan?" tanya kenan basa-basi


"Alan tadi ngasih hadiah. Udah lo lihat belom?" Tanya will. Ternyata will dan alan ke bali bertemu dengan kenan.


"Coba lihat di saku jas lo. Itu hadiah dari kita, ahahahahah" ungkap alan. lalu mereka mengakhiri panggilan.


"aneh" ucap saga.


Ayana yang mendengar semua perbincangan itu, melihat ke arah jas Saga yang tak jauh darinya. Ayana lalu mengambil jas Saga.


"Mereka pasti iseng Ay" ucap Saga yang mengambil jasnya dari tangan ayana. Saga lalu mencari hadiah yang Alan maksud di saku jasnya. Saga lalu mengeluarkannya tanpa ada curiga sedikitpun. Ketika Saga mengeluarkan tangan yang menggengam hadiah dari Alan, dia Shock



"Wah,," ucap ayana geleng-geleng kepala.


Saga lalu membuang benda itu, lalu menarik ayana dan menyelimuti ayana, menghadap ke arah kaca dengan Saga yang memeluknya dari belakang.


"Tidur Ay, tidur, dan jangan gerak" ucap Saga dengan nafas memburu untuk kesekian kalinya. Ayana tertawa dengan kondisi Saga.


"Jangan ketawa. Kalo kemaren emang kita g bisa karena kamu datang bulan. Kalo sekarang.. jadi tolong ayana. Mohon partisipasinya ya." terang Saga.


beberapa detik kemudian.


" Kamu harum Ay" ucap Saga yang mencium bau tubuh ayana dan rambut ayana.


"Tolong partisipasinya" ucap Ayana


Ayana tersenyum dalam hati dengan semua sikap dan perilaku Saga sejauh ini.


Tahun telah berganti, pagi menjelang , Ayana memilih untuk kembali tidur sedangkan Saga memilih untuk berenang di kolam hotel. Merasa lapar ayana memesan makanan, dan menunggunya seraya mandi, Sampai makanan datang saga belum kembali dari berenangnya.


Saga tak merasakan jika ia telah lama berenang, perutnya merasa lapar dia lalu ke kamar hotel berniat mengajak ayana makan. Masuk ke kamar hotel pemandangan yang dapat saga lihat ialah



Mendengar Saga telah kembali, ayana mengalihkan pendangannya kepada saga seraya berkata


"Sagara Mahendra, kamu harus investasi di hotel ini" ucap ayana


Saga tertawa lalu mendekati ayana yang tengah menikmati sarapannya.


"Aku udah punya saham disini Ay" ungkap Saga meminum kopi yang sebelumnya dipegang ayana


"oiya, sipp. kamu pinter" jawab ayana dengan 2 acungan jempol


"habis ini jalan-jalan mau? Makan atau apapun. emang kamu kenyang sarapan ini?" tanya Saga


"enggak sih,, hehe" cengir ayana


"aku mandi, kamu siap-siap ya. habis ini kita holiday" ucap Saga membelai rambut ayana,


"Yes Sir" semangat ayana