MY YOU

MY YOU
13



Kediaman Mahendra setelah makan malam dan sholat isya’, Saga mensabotase kamar adiknya. Kaila yang sedang di ajari ayana merasa risih dengan kakaknya itu dengan ikutan bergabung duduk di atas karpet tebal dengan membawa dokumen perusahaan.


“kak, kamar kakak itu disana” ujar kaila seraya menunjuk pintu kamar Saga yang memang berhadapan dengan kamar kaila. Saga? Dia tidak memperdulikan dan tetap focus pada dokumennya.


“Coba lihat lembar asistensi kamu Kai” ucap ayana. Kaila menyerahkan lembar ACC nya


“targetnya udah selesai gini Kai buat asistensi minggu ini” ucap ayana lagi


“hehe, tapi aku pengen cepet selesai kak” rengek kaila


“kamu pake aplikasi apa?” Tanya ayana


“SAP 2000” jawab kaila. Kaila lalu membuka file aplikasi miliknya. Lalu memperlihatkan pada ayana.


“Wiihh…” ungkap ayana begitu melihat hasil pekerjaan kaila, mendengar bentuk suara kekaguman kaila merasa senang. Ayana lalu mengeceknya. Saga yang mendengar ungkapan ayana menutup dokumennya dan ikut nimbrung. Sebenarnya dokumen Saga tidak diselesaikan sekarang juga tidak apa-apa, namun Saga sering menyicil pekerjaannya supaya nanti tidak menumpuk atau sampai menggunung. Tidak, sebenarnya dia workholic


“kamu pake shear wall ya.. spectrum gempanya udah kamu masukin?” Tanya ayana. Kaila yang mendengarnya bingung


“ha? Maksudnya gimana kak?” ucap kaila. Ayana menghela nafas melihat kaila.


“kamu semester 3 kan ya? Kakak ngajarin kamu bertahap aja ya, mungkin ada beberapa nanti yang kamu g familiar istilahnya kamu jeda dulu. Coba lihat soal Tugas Besar kamu” ujar ayana lagi. Lalu kaila menyerahkan soalnya pada ayana.


“Di soal kamu, sudah ditentukan di wilayah mana.” Jeda ayana, lalu meletakkan kertas soal kaila, di lanjutkan dengan menggeser tikus.


“Kakak lemah kalo ngejelasin tiap tahap di aplikasi, kamu inget baik-baik aja setelah kakak ngelakuin apa terus apa, kalo terlalu cepat kamu bisa bilang” ujar ayana


“siap kak” semangat kaila. Ayana lalu mengajari kaila dengan sesabar yang dia bisa.


“ow,, jadi kalo nanti warnanya merah itu bakalan roboh ya kak” ujar kaila seraya daritadi mencatat ucapan ayana, selaku dosen dadakan kaila


“kalo kuning?” Tanya kaila


“kamu bias lihat range warnanya” jawab ayana yang telah lelah mengajari kaila. Saga menyerahkan minumannya pada ayana


“berarti kalo hijau ini aman ya kak?” Tanya kaila lagi


“selain aman dia juga masuk ekonomis” jawab ayana lalu meminum minuman yang Saga berikan


“lah berarti punya aku boros donk” ucap kaila begitu melihat hasil kerjanya tadi


“kakak sih g mau ambil proyek bangunan kamu” ucap Saga yang daritadi diam


“ish” ucap kaila kesal


“gimana donk kak” Tanya kaila merenggek pada ayana


“gpp, kamu asistensikan aja dulu sama asdos/dosen kamu. Kalo Oke ya lanjutin aja. Kan bukan kakak dosennya, ahahaha” jawab ayana


“hmm.. oke deh” jawab kaila menghela nafas


“ini apa kai?” Tanya ayana melihat file kaila yang lain. Kaila yang ditanya melihat yang ditunjuk ayana.


“ow,, itu” jawab kaila lalu menggaruk kepalanya yang tak gatal


“kakak g maksa” ujar ayana yang paham dengan privasi lalu menutup laptop kaila


“jadi ada mahasiswa arsitektur yang nyebelin, dia sok-sok gitu emang anak sipil bisa bangun desain kayak gini dan lain-lain sebagainya” terang kaila membuka sesi curhat


“anak arsi? Kok bias kenal?” tanya ayana menyemil makanan ringan


“iya, kemaren dia juga jadi panitia ospek fakultas. Semester 3 juga kayaknya.” Jawab kaila. Saga hanya menjadi pendengar. Setau dia kaila tidak pernah curhat seperti ini pada Saga.


“cowok?” Tanya ayana lagi lalu diangguki kaila


“dia gangguin kamu aja apa temen kamu juga?” Tanya ayana menjadi kepo


“g tau ya kak, setau aku temen-temenku juga g ada yang cerita dia gitu” jawab kaila lagi seraya menerawang


“cogan kai?” Tanya ayana lagi, Saga yang mendengarnya menepuk pundak ayana.


“ya lumayan sih,, bentar aku punya nomornya” lalu kaila membuka hpnya


“yah,, fotonya udah ganti kartun” ungkap kaila


“stalking kai, tapi jangan pake akun asli kamu. Kakak tau kamu habis stalking semua akun media social kakak, pake second akun aja” ucap ayana


“hehe,, maaf kak ayana. Tapi aku g punya second akun” jawab kaila


“oke, pake punya kakak” jawab ayana. Lalu mulailah dua wanita itu memerankan detektif dadakan. Saga hanya bisa geleng-geleng kepala.


“siapa namanya?” Tanya ayana


Tak lama ayana menemukan akun yang dirasa milik dirga.


“ini bukan?” Tanya ayana pada kaila


“iya kak, itu dia” jawab kaila ikut nimbrung melihat foto-foto dirga


“kok aku kayak pernah ketemu ya,, dia follow ig kamu kok kai” ungkap ayana


Lama ayana berpikir sambil mengingat wajah laki-laki yang bernama dirga itu. Tiba –tiba ayana berbalik menoleh pada Saga


“kamu tau proyek di bali yang sedang dikerjakan sekarang. Itu yang menang tender siapa?” Tanya ayana pada Saga.


Ditanya ayana, Saga mengingat-ngingat


“ow,, itu kan kevin. Lihat.. bukan,, dia bukan kevin.” Ungkap Saga setelah melihat foto dirga


“hmm,, aku ingetnya dia tim desainnya sih. Bukan anggota inti, kayak anak magang gitu” ujar ayana. Saga mengingat kembali


“Setau aku, itu memang bukan perusahaannya kevin, tapi punya Om Saputra.” Ungkap saga lagi


“dirga saputra” ucap kaila pelan


“ini yang kamu bilang om saputra itu?” Tanya ayana lagi seraya memperlihatkan foto om saputra bersama dirga di ig dirga.


“iya, om saputra juga temen baiknya papa” ucap Saga


Mendengar info dari Saga, ayana menepuk pundak kaila.


“mungkin ini jalan takdir kalian, siapa tau kedua orang tua kalian menjodohkan kalian berdua, kamu dengan dirga. AHAHAHAHAHA” ucap ayana sok bijak


 “Ish apaan sih” gerutu kaila yang tak terima di jodohkan dengan cowok yang menurutnya nyebelin.


“G usah aneh-aneh. Kuliah yang bener” perintah Saga.


Mendengar ucapan saga, ayana menoleh kepada Saga lalu terdiam,


“Kenapa?” tanya saga yang berada di dekat ayana.


Diam, tak  ada jawaban


“Ay?” tanya saga lagi


“hey, Sabakuno Gara” ujar ayana. Mata Saga melotot mendengar ujaran ayana. Sedangkan kaila mengakak dalam hati.


“aku bingung mau manggil kamu apa” ucap ayana sambil menghela nafas.


“ada begitu banyak panggilan sayang” jawab saga. Ayana hanya mencebik bibirnya.


Tiba-tiba mama dila masuk ke kamar kaila dengan berteriak


“Saga, besok kamu itu harus ke kantor. ini udah malam, balik ke kamar kamu, ayan juga pasti mau istirahat. kaila kamu juga ya tidur.”


"iya ma" suara kompak saga dan kaila.


Mama dila lalu keluar dari kamar kaila. Saga menghela nafasnya.


“g usah di pikirin, seenaknya kamu aja” jawab Saga sambil mencabit hidung ayana dengan jari telunjuk dan jari tengah tangan kanannya. Dia lalu berdiri sambil membawa dokumennya, Dia lalu mengindahkan perintah mamanya.


Pintu kamar kaila tertutup.Tawa ayana dan kaila pecah.


“kakak suka anime?” tanya kaila


“random sih.” jawab ayana.


Kaila dan ayana lalu membereskan laptop dan alat tulis. Mereka lalu bergantian ke kamar mandi, lalu bersiap untuk menarik selimut.


“Kai,, besok kamu kuliah jam berapa?” tanya ayana ketika lampu kamar sudah dimatikan


“aku besok g ada kuliah, dosennya keluar kota” ujar kaila tanpa dosa.


“Anjir” ucapan ngegas ayana. Kaila tertawa merasa tak bersalah.


“Kakak mau tanya apa?” tanya kaila, sambil memeluk boneka chimmy kesukaannya.


“mau tanya kakakmu. Boleh?” tanya ayana.


“ya, boleh donk” jawab semangat kaila. Sepertinya sepanjang malam mereka akan bertukar informasi rahasia.