
"Lo g bisa ngebut apa gimana sih lan?" tanya saga
"bacot lu asu" umpat alan
Ya, mereka sedang perjalanan ke lokasi proyek.
Jam menunjukkan jam 15.46 waktu kalimantan.
Sesampainya di lokasi proyek. Saga lalu turun dan di pos jaga di beri APD. Semua pegawai terkejut dengan kehadiran Direktur utama perusahaan.
"Sidak" batin mereka.
Terlihat orang yang berwewenang di proyek tersebut menghampiri saga.
"Ayana mana?" tanpa babibu Saga langsung menyanakan keberadaan wanita yang dia pikirkan.
Tampak orang tersebut menatap bawahannya seraya menyakan dimana pengawas cantik mereka itu.
"Mbak ayana di TC, Pak" jawab seorang anak magang
"mana TC?" tanya Saga yang langsung menghampiri anak magang itu.
Anak magang yang berjenis kelamin laki-laki menjawab
"di luar Pak" Lalu dia menjadi mayoret yang memandu direktur keluar lalu menunjuk TC.
"mbak ayana yang mengoperasikan TC" jawab anak magang itu. Dia lalu berpikir apa mbak ayana akan kena masalah
"mbak ayana punya surat ijin mengoperasikan TC kok Pak" jawabnya lagi
"mana ruang kontrol TC nya?" tanya Saga
"Ya di atas itu Pak" jawab anak magang itu yang ternyata anak dari orang yang berwewenang di proyek ini.
Saga melihat ke arah TC. Memang dia bisa melihat ayana dari kejauhan, dia tampak berpikir.
"kapan selesainya?" tanya Saga lagi.
Kali ini bukan anak magang itu yang menjawab namun bapaknya.
"Saya panggilkan ayana, Pak" jawab bapak itu.
"tidak, selesaikan saja sampai jam kerja" jawab Saga.
Mereka lalu memberi arah kepada Saga dan alan untuk ke dalam ruangan saja.
Seorang wanita merasa dirinya keren ketika mengoperasikan TC. Dari ketinggian dia dapat melihat orang-orang menjadi kecil di penglihatannya. Tiba-tiba
"Saga, tapi dia kan di singapur" ucapnya ketika melihat segerombolan orang dari TC
Beberapa saat kemudian, HT yang di bawa berbunyi, dirinya mendapat perintah.
"Saga" ujar ayana ketika diperintahkan untuk masuk ruangan. Saga yang membaca info terbaru tentang dirinya di handphone mengalihkan pandangannya kepada sumber suara yang memanggil namanya.
"gua keluar dulu" kata Alan yang mengerti situasi.
Ayana yang diperintahkan untuk pulang terlebih dahulu mengambil ranselnya. Tangan ayana di tarik oleh Saga. Mereka berjalan meninggalkan lokasi proyek dengan tetap tangan ayana yang di genggam tangan Saga. Alan menyetir di depan. Tidak ada perbincangan. Entah kenapa pikir ayana. Tidak seperti biasanya. Expresi saga juga tidak terlihat baik.
"hotel?" tanya ayana menatap Saga.
Mobil berhenti di pintu masuk hotel, Saga keluar dengan tetap menggenggam tangan Ayana, sapa ramah satpam dan resepsionis kepada Saga selaku pemilik hotel ini. Saga dan ayana memasuki kamar hotel yang bisa ayana duga bahwa kamar hotel presidential suite. Saga lalu menutup pintu lalu terdiam memilih kata.
"Ay," ucap Saga mengambil tangan ayana satunya.
"ya" jawab ayana
"itu semua g benar, aku g ada hubungan apapun sana dia, memang kita ketemu di perancis seminggu yang lalu, tapi g ada apa-apa, semua jadwalku bisa aku pertanggung jawab kan, aku bareng sama alan terus. aku juga g ada ketertarikan sama dia." jelas Saga.
Ayana merasa bodoh,
"maksudnya apa sih? Saga selingkuh? mulai selingkuh? belajar selingkuh? mulai belajar selingkuh? apa sih?" pikir ayana
"aku g ada hubungan apapun sama wanita itu, wanita yang aku mau cuma kamu Ay, aku g mau kamu salah paham" terang Saga lagi
"wanita itu sapa?" tanya ayana
"kata alan namanya vivi,, dia seleb² gitu" jawab Saga
"vivi? Kayaknya g ada nama vivi yang aku survey kemaren deh, sapa lagi nih cewek" pikir ayana
"emang dia suka sama kamu?" tanya ayana lagi
"dia kan buat video klarifikasi" jawab saga
"klarifikasi tentang?" tanya ayana lagi
Mendengarnya saga bertanya
"kamu g lihat sosmed?" tanya saga
"ha?" tanya ayana
"hp kamu mana?" tanya Saga
ayana lalu mencari hp nya di tas ransel.
"hp ku ketinggalan tadi pagi, terus aku nitip timku suruh bawain pas ke proyek, terus tadi siang aku di TC, aku bilang suruh taruh di tasku sih." kata ayana
"terus km lupa nonaktifin mode jangan ganggu karena habis nain game kemaren malem" tebak Saga
"hehe, kok kamu tau sih" jawab ayana dengan membuka kunci sidik jari di hpnya.
"wahh,," ucap ayana ketika melihat notif hpnya.
Terdapat banyak panggilan dari Saga, keluarganya, Nala, ada juga dari kaila dan beberapa pesan teks maupun suara.
Saga membelai pipi kanan ayana seraya berucap
"kamu lihat dulu dan balesin mereka yang khawatir sama kamu, aku mandi dulu ya" ujar Saga. Ayana mengangguk mengiyakan.