
Dering telpon berbunyi,
"Halo" sapa ayana
"Ay, kita balik ke jakarta sekarang ya, kamu siap-siap ya, sekitar 10 menit lagi aku udah sampai hotel" jelas saga.
"oh.. oke" jawab ayana. Saga lalu menutup telponnya.
"kenapa ya? kok kayaknya keburu gitu" monolog ayana.
Ayana lalu menyudahi menonton drakornya. Dia mematikan laptop, mengambil kopernya. Ayana berjalan ke kamar mandi. Dia melihat sekeliling kamar mandi
"Ah, apa ya. g usah di bawa" ucap ayana
Ia lalu keluar lagi lalu teringat
"Ah, skincare gua" ucapnya.
Ayana lalu mengemas barangnya, pakaiannya, alat make up, charger, laptop.
"Ah,, punya saga" ucapnya. Ayana sibuk sendiri.
Ayana membuka lemari. Melihat pakaian saga.
"Ah, bodo amat dah" monolog ayana. Ia lalu mengemas barang-barang saga
"Jam tangan, charger, parfum, dokumen.. mending dokumennya gua pisah aja" ucap ayana sendiri lagi. Ia berrsiap dengan tas ransel dan jaketnya.
Beberapa menit kemudian saga membuka kamar hotel.
"Maaf Ay, kita balik sekarang ya?" ucap Saga dengan nafas yang sedikit memburu. Ayana lalu mengambil air dan menyerahkannya kepada Saga.
" barang-barang kamu udah aku taruh di koper, tinggal dokumennya, takut penting. kamu cek dulu" ucap ayana
Saga lalu melihat dokumen dan merapikannya. Saga menatap ayana.
"Makasih Ay, yuk" ucap saga lalu menyeret koper yang sebelumnya di pegang ayana. Saga berjalan menggenggam tangan ayana di sebelah kanan, dan menyeret koper di sebelah kiri. Dokumen sudah berpindah di tangan ayana.
Di bandara
"kita g kesana?" tunjuk ayana
"kita pake pesawat pribadi Ay" jawab Saga. Ayana menganggukan kepalanya. Tangan ayana tak lepas dari genggaman tangan Saga meskipun sudah di dalam pesawat. Ayana tersenyum dengan perhatian Saga. Pesawat lepas landas.
"Maaf ya Ay" ungkap saga
"Santai, gak papa kok" jawab ayana disertai senyuman.
"Aku langsung ke bogor, kamu sama kaila ke apartemen ya?" ucap Saga
"kayla nanti jemput kamu di bandara, aku sama alan langsung berangkat ke bogor. Maaf ya Ay." ungkap Saga
"jangan minta maaf terus. kamu kan juga karena pekerjaan. sebagai investor aku suka kok kalo saham perusahaan naik" gurau ayana.
Mendengarnya Saga langsung memeluk Ayana.
"Makasih Ay, makasih" ucap Saga. Ayana menepuk-nepuk punggung Saga. Menyudahi pelukan Saga fokus dengan dokumen pekerjaan dan tabletnya. Ayana hanya melihat saja. terkadang dia mendengarkan lagu.
"kamu bosen ya?" ucap Saga
"hmm.. lumayan" jawab ayana
"Maaf Ay," kata saga terhenti
"Ish, jangan minta maaf terus, kita g lagi lebaran" sanggah ayana.
"aku suka kok lihat awan" ujar ayana.
Saga tersenyum lalu mengusap kepala ayana. Mereka berdua tersenyum lalu melanjutkan pekerjaan sebelumnya.
Pesawat mendarat,, Kaila ternyata sudah menunggu.
"Aku ke bogor dulu ya," pamit Saga.
"Hem.. hati-hati" ucap Ayana
"Hati-hati kakak aku tersayang" ujar kaila seraya melambaikan tangan. Saga dan alan mengacungkan jempol lalu melakukan perjalana ke bogor.
"Kay, kamu udah makan?" tanya ayana.
"kakak mau makan? aku laper juga sih. hehe" jawab kaila
"kajja" jawab kaila dengan bahasa korea
Matahari mulai tenggelam, ayana mendapati pesan dari saga bahwa dia tidak bisa kembali ke jakarta, secepatnya besok atau lusa karena ia harus meyakinkan kliennya untuk berinvestasi sebelum tahun baru yang sudah ia rancang bersama ayana tidak terlaksana.
"Kai, aku nanti ke kosnya nala aja ya.. kamu g usah nganterin ke apartemen" ujar ayana
"lah,, kak saga kan bilangnya ke apartemen kak" jawab kaila
"kakak asing kai, lagian g pernah kesana juga. kakak juga kangen sama temen kakak." ungkap ayana
"hem,, kakak nginep dirumah aja gimana? aku pasti g di bolehin kalo nginep di apartemen bareng kakak, dan kalo mama tau pasti disuruh nginep di rumah aja." terang kaila.
"Nah, karena itu. Kakak masih agak canggung gitu sama keluarga kamu." ungkapa ayana sedikit malu
"hihi,, aku paham kok kak.. aku kemaren juga gitu" ungkap kaila
"ha? kamu? dimana?" tanya ayana kepo. Kaila yang keceplosan itu menganga dengan ucaannya.
"jadi, kemaren itu kan aku ikut lomba, terus kan bawa barang gitu, jadi aku bawa mobil. ya alhamdulillah kita juara favorit lo kak,, haha.. terus kan kita makan dulu tuh,, pulangnya aku nganterin temenku kerumahnya, maksudku dia yang nyetir, karena udah malem, aku di suruh nginep gitu,, orang tuanya wellcome sih kak,, tapi aku canggung gitu, terus ya akhirnya aku dianterin kerumah. aku nyetir mobil, temenku ngikutin pake motor" terang kaila panjang lebar mengingat kejadian yang tidak akan dilupakannya itu.
"Dirga?" tanya ayana
Kaila melotot.
"kok bisa tau?" batin kaila
Ayana tersenyum dengan ekspresi kaila. Kaila hanya bisa mengangguk malu,
"Kosnya disini kak?" tanya kaila.
"Iya, kamu langsung pulang aja biar g kemaleman, atau kakak minta dirga biar nganterin?" gurau ayana
"Ish,, enggak. lagian masih jam 9 kok" jawab kaila
"Yaudah TTDJ" ucap ayana lalu membuka pintu mobil
"Bye bye eonni" ujar kaila denan lambaian tangan, lalu melajukan mobilnya pulang ke rumah.
***
"Iya, undangannya yang desaign pertama aja yang. oke, bye bye sayanga" ucap nala mengakhiri video call
"Selamat ya, akhirnya lo mau nikah" ucap ayana yang sibuk dengan chat Saga
Nala lalu menghampiri ayana yang tidur di ranjangnya, dia lalu menindih ayana yang sedang tengkurap itu
"Aaaa" Jerit ayana
"Makasih sahabat baikku,, ayana rucika.. emmmuuaah" ucap nala. Ayana memalingkan mukanya
"Gua kira habis berantem putus eh malah mau nikah" ungkap ayana
"ishh.. lo tuh,, lo kenapa g mau nikah sama saga?" sewot nala
"gua mau kok" sanggah ayana
"ha? emang saga g ngelamar lo? yuga bilang kalo saga malah ngebet nikah" ujar nala
"gua mau kok nikah sama saga tapi g tau kapan" ungkap jujur ayana
"gendeng" umpat nala. Ayana tertawa di umpati
"lo pikir dah ya,, saga kurang apa? tampang? mapan? kayaraya? effortnya? kurang apa sih Ay? Banyak cewek yang deketin dia. asal lo tau ya perusahaan banyak ngehaluin dia.. tapi ya tetep yuga sayang tetep di hati aku" terang nala panjang lebar.
Ayana mendengus...
"Ay" ucap nala disertai tepukan
"Katanya nih ya.. manusia akan mengalami 3 cinta, cinta monyet, cinta yang bikin kita sakit dan cinta yang menuntun kita kepada kebahagiaan. lo kan udah pernah nih menjadi yang kedua, sekarang bisa aja yang ketiga." jelas nala.
Ayana menyimak. Nala lalu mendekatkan bibirnya di telinga ayana
"Sholat istighoroh Ay" ungkap nala seraya menepuk pundak ayana berulang kali. dan semakin lama semakin keras
"Sakit woy" ucap ayana.
"gua mau tidur, lo g mau tidur? lo sih g kerja besok" ucap nala lalu menarik selimutnya bersiap untuk tidur.
Ayana memikirkan apa yang di nasehati oleh nala, terkadang temannya ini lurus.