
Jumat, jam 7 malam. Saga telah sampai di depan rumahnya. Dia melihat mobil Yuga terparkir di halaman rumah. Dia pun masuk dengan mengucapkan salam,
“Assalamu’alaikum” ucapnya.
Terlihat papa anton, pak adi dan yuga di ruang tamu.
“waalaikum salam” ucap mereka
“tumben ni manusia pake salam” tanya yuga. Semua orang tertawa, saga menghampiri mereka dan menyalami papa anton dan pak adi.
“masih inget bacaan sholat?” tanya yuga kembali sambil tertawa
“sedikit” jawab saga jujur
“Senin ya Ga, papa umumkan kamu sebagai direktur perusahaan yang baru” ujar papa anton
“alan udah di Indonesia kan?” tanya pak adi
“iya pa,, tadi saga dihubungi alan sudah di indonesia” jawab saga
“cieh,, yang jadi direktur” ujar teman semasa kecil Saga yang tetap suka jahil. Status dosen tidak membuatnya berubah. Entah apa yang dia ajarakan kepada mahasiswanya.
Saga tidak akan menanggapi dosen gadungan itu.
“katanya udah jatuh cinta nih?” ucap yuga kembali menjahili saga. Pak adi dan papa anton hanya tersenyum dengan kedua anaknya yang tidak pernah akur itu.
Merasa tidak akan ada jawaban, yuga berdiri dan duduk di samping Saga.
“mau gua kasih tutor gak cara meluluhkan hati wanita?” ucap yuga mengawali perkuliahan. Mendengarnya saga hanya melirik yuga.
“gua ini udah pacaran ya, siapa nama wanita lo?” tanya yuga lagi
“Ayana arunika” ujar saga menyebut nama lengkap ayana.
Yuga yang mendengarnya terdiam, dia lalu melirik ayah adi dan papa anton. Bapak-bapak yang ditatap itu hanya mengangkat bahunya.
“Ayana Arunika yang itu? Karyawan di perusahaan lo? Temen kos pacar gua? Yang suka main game online itu?” pertanyaan bertubi-tubi dari yuga
Saga lalu menatap yuga, bagaimana bisa dosen gadungan ini seperti lebih mengenal ayana.
Diamnya saga membuat yuga kembali bersuara..
“Gila lu Ga” umpatan dari yuga membuat Saga tidak habis pikir
“gak jelas lu” jawab saga. Mendengar jawaban saga, yuga melihat ayah nya, Pak adi.
“Yah, yuga nginep sini. Yuga harus ngasih bimbingan sama temen masa kecil yuga” ucap yuga sok bijak sambil menepuk pundak saga. Mendengar ucapan yuga, saga menatap keheranan.
“yuga mau nginep sini?” tanya mama dila ketika keluar dari dapur membawa minuman.
“iya tan, bolehkan? Nanti yuga tidur di kamar saga aja” jawab yuga memutuskan
“apaan, tidur sendiri di kamar tamu” ucap saga
“yaelah,, kita juga dulu mandi bareng. Gua yakin lu butuh info dari gua” ujar yuga mantap
“udah-udah. Saga mandi sana, istirahat” perintah mama dila pada anaknya
“iya ma,, tapi saga makan dulu, laper” jawab saga lalu pergi ke ruang makan
“gua ikut makan Ga” seru yuga menyusul saga
“Dasar mereka itu, tetep aja kayak anak kecil” ujar mama dila. Papa anton dan ayah adi tertawa kecil lalu melanjutkan obrolan mereka tentang perusahaan.
1 jam kemudian, setelah saga selesai mandi dan menyelesaikan sholatnya. Makhluk bernama yuga mahardika masih sibuk dengan gamenya.
“Lu kalo g penting mending keluar dari kamar gua” ucap Saga
“gua lagi push rank. Ini itu game yang ayana sering main” jawab yuga. Dia tau segala sesuatu tentang ayana pasti saga penasaran. Saga melihat layar hp yuga.
“defeat” suara hening seketika. Saga melihat yuga lalu berkata
“noob” ucap saga sarkas
“sok-sok an lo. Lo aja g pernah main, ngatain gua lagi. Ini nih tim gua bocil-bocil” jawab yuga. Saga hanya tersenyum mengejek. Merasa diremehkan, yuga berkata sambil menunjuk layar hp nya
Saga sekilas melihat akun game yuga.
“punya ayana?” tanya saga
“bentar” jawab yuga mencari akun ayana di pertemanan.
“Nih” ujar yuga
“Lah, kok beda sama lu gambarnya” ucap saga
“dia season kemaren udah mytical glory,, ya beda lah” jawab yuga malas
Saga menatap yuga meminta penjelasan
“intinya dia berada di jajaran kasta tertinggi” jawab yuga sedikit emosi
“emang g nyambung kalo ngejelasin sama orang yang bahkan g tau main gamenya gimana” ujar yuga mengakhiri perkuliahan game online.
Saga berbaring di ranjang miliknya. Dia kembali melihat hp namun tidak ada balasan dari ayana. Melihat itu yuga berkata.
“Kakak perempuannya menikah hari ini di Malang. Senin sudah di Jakarta., ke perusahaan. Soalnya ada pengumuman direktur baru”
Hening, yuga tau saga sedang menunggu perkuliahannya
“Anggep aja tariff gua 100 jt untuk 2 SKS” ujar yuga. Saga membanting bantal kepada yuga
“AHAHAHAHAHAH” yuga tertawa puas dengan sikap saga, mereka terlibat perkelahian.
Kejadian itu terhenti ketika pintu kamar saga diketuk keras
“kak, aku masuk” suara adik kesayangan saga itu terdengar.
Begitu pintu dibuka dari luar kaila dengan wajah marahnya berkata
“kalo mau ganggu orang lain itu pake peredam suara donk, kaila kan lagi ngerjain tugas. Jadi lupa kan kaila mau jawab apa, dikira masuk teknik itu enak?” ucapan emosi dan menggebu terdengar di telinga kedua pria tampan itu.
“maaf kai,” jawab saga dan yuga serempak. Mereka akan kalah dengan kaila, sang adik perempuan kesayangan.
Kaila menutup pintu kembali dengan sedikit keras. Yuga langsung mengaktifkan peredam suara kamar Saga. Mereka berdua lalu tertawa bersama. Mereka berdua ambruk pada ranjang yang sudah tak rapi lagi itu. Setelah nafas mereka tenang yuga mulai bicara,
“pacar gua namanya nala” ujar yuga. Saga mendengarnya tersenyum kecut
“pacar gua itu cantik Ga” ujar yuga lagi.
“mending lo pulang aja sana” akhirnya saga bersuara,
“hehehe, nala itu temen kosnya ayana sekaligus temen ayana ketika di perusahaan. Dan setau gua, ayana g mau nikah” yuga diam menunggu saga, tapi sepertinya dia enggan untuk bersuara.
“bisa dibilang cita-cita ayana sekarang jadi wanita karier, mandiri, independent. Lo pasti tau outputnya apa. Dia g butuh laki-laki.” Ujar yuga
“Lo juga pasti udah bisa nebak kenapa dia bisa begitu, wanita yang udah muak dengan laki-laki biasanya dikarenakan dia pernah disakiti yang mendalam sama seekor makhluk bernama bajingan. Menurut gua itu poinnya. Tantangan lo lebih besar karena dari pribadi Ayana sendiri yang emang g mau buka hatinya” jelas yuga
Saga berdiri dari berbaringnya, dia membuka laci mengambil benda nikotin, berjalan membuka pintu balkon kamarnya menghidupkan api lalu menyesap benda yang ada ditangannya.
“Stress lu ya, hahahaha” ujar yuga seraya menyusul saga. Tak ada tanggapan dari seorang Sagara
“ayana g suka pria yang merokok” jelas yuga lagi sambil mengikuti saga menyesap nikotin.
Setelah saga menghabiskan satu benda nikotin itu, dia berkata
“besok, gua nyusul Ayana ke malang” ucap Saga
Yuga mendengarnya tidak bisa berkata-kata. Dia memang setuju jika saga dengan ayana, sejauh yang ia tau ayana wanita yang baik walau sedikit error. Tapi sepertinya sulit untuk mereset wanita error itu. Bagaimanapun dia ingin teman mandi dikala kecil dia dulu bahagia.
“gua ikut sama lo. Pasti pacar gua juga bakalan bahagia kalo ayana juga bahagia” ucap Yuga menepuk pundak Saga.
“Yuk, tidur bang” ucap yuga mencairkan suasana
“COK” sarkas saga
“AHAHAHAHA” gelak tawa yuga memenuhi kamar Saga