
Pagi hari sebelum pergantian tahun
"Lo udah mau berangkat? " Tanya ayana ketika nala sudah bersiap dandan cantik.
"iya, yuga bilang berangkat pagi aja takut macet. gua udah beliin lu sarapan tuh lalapan ayam goreng." jawab nala. ayana hanya menggeliat saja
"lu gak papa sendirian di tahun baru? apa lu main sama adik ipar lu aja gimana? " saran nala
"gak papa. lagian kaila mau tahun baruan sama temen-temennya." jawab ayana
"udah sono mandi. masak mau jadi bridesmaid g mandi. eh, tapi lu harum banget kemaren habis dari mana lu? " Tanya nala
"kemaren spa di X" jawab ayana singkat.
"wah,, gila itu kan tempat mahal" tutur nala. ayana hanya berdehem saja.
"lu tau kan, kamar kos ini udah gua bayar satu bulan ke depan, selama gua di pingit lu bisa nempatin." tutur nala
"paling juga habis nikah lu ikut yuga" tebak ayana
"iya juga ya.." terawang nala.
"udah gua berangkat, kalo lu bosen mikirin ajakan saga buat nikah deh, pikirnya yang banyak biar tau sebesar apa kebodohan lu.. wkwkwkwk" ujar nala
"ye,, have fun. salam ke ebes dan emes"
Tinggal ayana sendiri, dia lalu melihat hp nya. Tak ada chat dari saga. Ayana berpikir bagaimana dia menjawab telpon saga kemaren malam. " Aishh,, gila" umpatnya.
Ia lalu mendial nomor saga, namun tidak ada jawaban.
Sementara itu, Saga yang daritadi pagi sudah memulai ninjau proyek, bertemu dengan klien tidak menghiraukan hp nya. Semakin dia cepat menyelesaikan pekerjaannya semakin baik. Akhirnya sampai pada jadwal mereka bertemu dengan William.
"Lo g mau ikut pergi ke Bali?" Tanya will setelah mereka menyelesaikan meeting.
"Gua punya urusan" jawab saga datar
"kalo kita ke Bali, kita pasti g repot-repot nyusul Lo disini. Saga masuk kategori makhluk bucin" ungkap Alan.
"nih, dokumen-dokumen yang udah gua kerjain. Yang belum bakal gua kirim ke Lo sebelum tahun baru. Lo handle selebihnya" perintah Saga menyeruput minumannya.
"anjir,, gua kira udah selesai kerja rodi gua, sekarang malah ketambahan romusha" umpat alan
"Lo ngerjain semua ini tadi malem? Gila" umpat alan sekali lagi.
"Gua harus nepatin janji sama ayana" tegas saga. Will bertepuk tangan keras.
"Jadi temen kita ini udah menemukan tempat bucinnya, tinggal lo Lan? " ucap will
"Gua? Lo kali." jawab Alan tidak terima.
"Gua mau tobat" ungkap will. Alan yang mendengarnya tertawa terbahak-bahak.
"beneran Lan, Lo harus ngerasain virgin, beuh.. mantep" ungkap will dengan wajah semangat.
"Lo ke Bali kan? gua balik ke Jakarta sendiri aja. " putus Saga. Saga lalu berdiri hendak pergi.
"oh oke. hati-hati ya" ucap alan ikut berdiri memeluk Saga.
"apaan sih" desak saga melepas pelukan alan.
"oke. oke.. hati" ucap alan melepaskan pelukannya. Saga menatap will. will mengangguk kepala dan melambaikan tangannya.
"have fun bro" teriak alan
"Saga masih megang prinsipnya? " Tanya will. Alan hanya mengangkat bahunya.
"untung temen gua ada yang bener, Yang lain bajingan" ungkap will
"Lo juga" jawab alan tersenyum sinis.
"Lo naruh apa di jasnya Saga?" Tanya will Yang melihat aksi alan. Alan hanya mengangkat alisnya.
"Damn!" umpat Will. Mereka lalu tertawa bersama.
Ayana yang daritadi tidak mendapat balasan Saga merasa bosan. Daritadi dia maraton menonton web series "kupu-kupu malam"
Tiba-tiba ia berfikir untuk menghubungi teman gamenya, Ayla.
"kalo login skip dulu, gua capek" ungkap Ayla di telpon
"ya gak papa." jawab Ayla datar.
"ya maksud gua kalo gua nikah gimana menurut lo" tanya ayana lagi.
"ya berarti Lo udah waras" jawab Ayla. Ayana melongo dengan jawaban ayla.
"gini, Lo sebagai wanita independent, mandiri, problematic dan sekawannya, berniat untuk menikah itu pasti udah menjalani survey dan resources, banyak yang udah Lo pertimbangin, dan ketika Lo udah mutusin atau berniat mau nikah Lo udah memiliki tingkat kepercayaan dan kenyamaan dari pasangan Lo. Pastinya wanita yang pinter atau punya value kayak Lo g main-main donk dalam hal mencari atau memutuskan pasangan hidup Lo" terang ayla panjang lebar.
Ayana mendengarkan dengan cara seksama.
"Di agama Lo ada kayaknya tuh buat mutusin ketika Lo bimbang. Sholat apa gitu" ungkap Ayla.
"Thanks Ay" ucap ayana
"yuhuu,, udah ya gua mau mandi" ucap ayla
"oke-oke, gua juga mau mandi kok" jawab ayana. Mereka lalu mengakhiri panggilan.
Selesai mandi, ayana kembali melihat handphone nya namun tidak ada balasan dari saga.
"Dia marah apa ya, apa sibuk? ini kan udah selesai jam makan siang" monolog ayana.
"hem,, emang harum banget, harga emang mempengaruhi kualitas" ucap ayana seraya melakukan perawatan mandiri pada tubuhnya.
Tak berselang waktu Lama, handphone ayana berdering.
Panggilan dari Saga.
"kamu di kos? " Tanya saga setelah mengucapkan salam
"iya, kenapa?" Tanya ayana
"bawa barang keperluan kamu yang dibutuhkan aja. aku di luar" ungkap Saga.
"ha?" ayana terkejut dengan penuturan Saga.
"oiya, paspor kamu bawa juga" ucap Saga, ia langsung mematikan sambungannya.
Ayana yang mendengar perintah Saga segera mengambil ranselnya, ia memasukkan paspor, handphone, dompet, mukenah, ayana lalu melihat kesana kemari
"apa lagi ya" monolognya.
Ia lalu mengganti celana pendeknya dengan celana panjang jins, lalu mengambil jaketnya, sedikit memberi sentuhan liptint di bibirnya, mengambil ikat rambut. Lalu memakai sepatu, ia mengunci kamar nala tersebut.
"oh, ini kan kunci cadangan kamar nala" batin ayana yang berusaha mengingat apa yang mungkin saja terlupa.
Sesampainya di luar kos, ayana melihat Saga yang sudah menunggunya dengan pakain formal kerja padahal hari ini adalah weekend. Ayana menghampiri Saga, Saga lalu membuka pintu mobil mewahnya, melajukan mobilnya ke bandara.
"Kita mau kemana?" Tanya Ayana ketika mereka sampai di bandara.
"luar negeri" jawab Saga.
"ha?.. " bengong ayana.
"paspor kamu mana? " pinta Saga. Ayana lalu menyerahkannya kepada Saga. Saga juga menyiapkan paspornya dan visa.
"kita mau kemana sih kok kamu pake visa? aku lo g punya visa" ungkap ayana.
"itu udah aku urus, nih" jawab saga seraya memperlihatkan visa ayana sekilas.
"loh.. lihat-lihat" ucap ayana lagi seraya berusaha merebut itu visa untuk kemana. Namun Saga tidak memberikannya.
Postur tubuh yang tidak sama merupakan faktor terbesar.
Sesampainya di pesawat pribadi Saga. Ayana masih saja bertanya hendak kemana,
"Surprize Ayana Sayang" ungkap Sagara.
Ayana terdiam, mendengus kesal.
"Maaf, tadi g sempat bales chat kamu, aku nyelesaiin semua pekerjaan aku dulu. Dan sekarang aku capek Ay, kita tidur aja ya, perjalan kita cukup jauh" ungkap Saga.
Saga lalu memulai istirahatnya di samping ayana.
Sedangkan ayana masih menerka-nerka mereka hendak kemana.