
Seorang pria tampan mengenakan kemeja putih dibalut dengan dasi hitam dan jas hitam membentuk tubuh
ideal idaman para wanita. Dia melangkahkan kakinya ke ruang makan keluarga untuk sarapan bersama dengan wanita yang telah membuatnya tidur bahagia tadi malam.
“kamu bangun jam berapa?” tanya mama dila pada anak sulungnya itu
“jam 6 ma..” jawab Saga seraya menggeser kursi untuk memulai sarapan
“kaila belum bangun ma?” tanya Saga
“kamu tanya kaila atau wanita yang tidur di kamar kaila.” Ucap mama dila
“hehe” jawab Saga cengengesan
“Ayana udah pulang tadi pagi, habis sholat subuh. Kaila masih tidur soalnya dia datang bulan dan g ada kuliah” ujar mama dila
“kalo mama sih bakalan pikir-pikir lagi, mau g ya punya suami yang sholat subuhnya aja bangun jam 6” ujar mama dila lagi seraya meletakkan minuman untuk suami tercintanya.
Saga yang mendengar nasehat mamanya merasa sadar diri. Dia tau betul keluarganya dan keluarga ayana dibesarkan. Papa anton yang melihat diamnya saga berusaha mencairkan suasana
“udah siap jadi direktur baru? Tanya papa anton. Saga yang ditanya menatap papa anton dan tersenyum mantap
“siap pa” jawab saga
“papa ikut mobil kamu ya,” ucapa papa anton
“oke pa” jawab saga
\====
Di mobil
“jadi siapa orang yang naik mobil ini sama kamu?” tanya papa anton ketika mobil saga keluar dari halaman rumah mahendra
“sejauh ini papa masih orang pertama” ujar saga focus
“widih,, papa kira ayana” ucap papa anton
“dia lebih milih naik sepeda motornya daripada semobil berdua sama Saga, alasannya kalo semobil g tau Saga bakalan ngapain ayana nanti.” Jawab Saga. Saga memang lebih terbuka dengan keluarganya, namun ketika hanya berdua dengan papa anton mereka lebih seperti teman. Papa anton memang mendidik anak sulungnya seperti itu, ada kalanya dia akan menjadi teman dan ada kalanya dia menjadi orang tua yang di hormati atau lebih di takuti oleh anak-anaknya.
“ayana wanita yang baik, dan papa yakin dia juga dibesarkan dengan cara yang baik” ucap papa anton.
“laki-laki memang bertanggung jawab atas dirinya sendiri, namun ketika sudah berumah tangga dia juga menanggung tanggungjawab istri dan anak-anaknya, sama juga pemimpin harus bertanggungjawab terhadap karyawannya.” Nasehat papa anton
Saga mencerna ucapan papanya, papa anton memang idola untuknya. Sewaktu SD ketika ditanya siapa pahlawan yang dia sukai, maka dia akan menjawab papanya.
\===
Suasana lobi kantor sangat ramai. Semua karyawan akan dikumpulkan di aula untuk pengumuman direktur baru. Ayana yang sedang bermain game tak memperdulikan karyawan lain yang sibuk make up untuk menyambut direktur baru.
“Ay, lu beneran g peduli sama wanita-wanita yang bakal ngerayu pacar lu?” tanya nala disamping ayana. Ayana tak menggubrisnya.
“Tebel banget tu lipstick,, iyyyuh” ujar nala lagi
“Victory” tulisan layar di hp ayana, karena dia memang tidak membunyikan suara hp nya.
“Mana?” tanya ayana meletakkan hpnya di saku celananya
“tuh, anak marketing arah jam 9” ujar nala seraya mengecek hpnya. Ayana akan menoleh ke arah jam 2, lalu ke arah jam 9. Lalu dia menoleh ke nala
“anjir,, berapa kg tuh” ujar ayana..
“ahahah,,,, bego” jawab nala
Pengumuman untuk para karyawan diharap tenang,
Seorang pria tampan yang telah mencabit hidung ayana semalam berdiri di podium dengan gagahya. Dapat ayana dengar suara senang dari para wanita di sekitarnya. Ya, ayana akui pria itu berwibawa dengan setiap kata yang dia pilih sebagai direktur baru. Suara tepuk tangan menggema. Para jajaran direksi menyalami Saga.
“Pak Saga ganteng banget” ujar seorang wanita
“Keren, masih muda lagi” ujar wanita yang lain
“Katanya dia udah punya pacar lo” ujar wanita dari divisi marketing
“Pacar aja kan, bukan istri,, ya bisa lah” ujar wanita tadi yang di julidin nala dan ayana.
“jadi kayak gini, resiko punya pacar ceo muda tampan mapan kayaraya rajin ibadah sayang keluarga,, eh rajin ibadah?” batin ayana
“kamu dimana?” pertanyaan Saga melalui pesan singkat
“kantor Bapak” jawab ayana
“makan siang bareng yuk” ajak saga
“aku dah janjian sama nala mau makan sate di kantin perusahaan” jawab ayana
“Yuk Ay” seru nala ketika dia sudah selesai dengan pekerjaannya. Ayana memang sedang menunggu nala menyelesaikan pekerjaannya lalu ditraktir nala, katanya sebagai rasa bersalah karena habis ngebohongi ayana.
Saga yang tau ayana masih di perusahaan meminta Alan untuk makan siang di kantin perusahaan, Alan? Dia iya iya aja. Sesampainya di kantin perusahaan, Saga menjadi pusat perhatian. Kehadirannya menjadi sebuah tanda tanya besar bagi pihak kantin, apakah mereka ada inspeksi? Mengingat Saga baru hari ini menjadi direktur baru.
Saga melihat sekeliling, dia tidak menemukan ayana, lalu dia mendial nomor kontak ayana,
“kamu dimana?” ketika panggilan tersambung
“di depan toilet,” jawab ayana.
“jadi makan di kantin?” tanya saga lagi
“iya” jawab ayana
“Mau makan sate kan ya? Aku pesenin” ujar saga.
“Maaf ya Ay, lama. Kuy” seru nala tiba-tiba. Ayana lalu mematikan sambungan.
Saga membeli sate untuk 2 porsi. Dia tidak menghiraukan Alan yang memilih menu yang lain. Kevin sudah memberitahu Alan dengan kondisi Saga yang sedang bucin, mengetahui temannya yang tak tersentuh wanita itu sedang bucin, Alan turut berbahagia, entah waktu untuknya bucin pada wanita kapan. Dia hanya tidak mau saja meninggalkan kebiasaannya.
Melihat ayana yang memasuki kantin, Saga menghampirinya.
“Lah Ay,, gua minggir aja dah.” Ucap Nala yang sadar diri melipir minggir dari pandangan Saga, supaya mereka bisa berdua saja.
Saga lalu meraih tangan ayana, dan menuntun ayana untuk duduk di meja kursi yang sudah Saga sediakan. Ayana yang menjadi pusat perhatian bersama Saga tidak ingin membantah sikap Saga
“Jangan kayak gini lagi kalo di jam kantor” ucap ayana pelan ketika mereka berdua duduk berdampingan. Saga tidak ingin berhadapan, dia lebih suka duduk disebelah ayana.
“iya, mangkanya aku nyariin kamunya pas udah istirahat makan siang” senyum Saga tidak pernah luntur ketika bersama ayana.
Karyawan kantin datang seraya berucap
“permisi, ini pesanannya” Karyawan itu meletakkan menu makanan yang telah dipilih oleh Saga beserta minumannya. Setelah karyawan pergi Saga menyantap sate dan ayana pun mengikutinya. Sontak ayana langsung berlari ke arah toilet. Saga yang terkejut dengan sikap ayana mengikuti ayana. Dia mengikuti ayana tanpa menghiraukan jika itu toilet perempuan.
Ketika tiba di toilet, Saga melihat ayana yang muntah-muntah. Khawatir dengan kondisi ayana, dia membantu memijat tengkuk ayana, dia tidak bertanya apapun. Setelah dirasa ayana baikan, dia menatap ayana khawatir.
“udah mendingan?” tanya Saga akhirnya. Ayana hanya menganggukkan kepalanya. Dia lalu bersender pada tembok. Tak berselang lama dia melihat wajah Saga yang masih khawatir.
“kamu kok masuk toilet cewek?” tanya yana mengguraui Saga.
“Aku khawatir sama kamu, ini juga kantor aku” jawab Saga
“Kamu kenapa?” tanya Saga mengapa ayana bersikap seperti tadi sampai muntah-muntah. Ayana menilai situasi dan kondisi sekitar. Dia lalu mendekati Saga dan berbisik
“aku hamil” ucap ayana pelan
“g usah aneh-aneh. Kamu aja belum aku enakin.” Jawab Saga tegas
“kalo aku beneran hamil gimana” terlihat pias di wajah Saga. Ayana lalu menjauhkan dirinya dari Saga. Ayana tau dia sudah kelewatan kali ini. Dia akan mengakui semuanya namun ucapan Saga membuatnya terdiam
“Kalo kamu memang hamil, maka itu anak kita berdua. Titik” tegas Saga
“Boleh g aku cium kamu?” tanya ayana dengan senyuman tulus. Tanpa babibu Saga mendekatkan dirinya pada ayana, hampir dekat ayana malah
“huekk..” dia muntah kembali. Saga membantunya kembali. Ketika mendingan Ayana berucap
“mending kamu gosok gigi dulu, aku g bisa nyium bau sate kambing” ucap ayana akhirnya. Saga yang mendengarnya terbengong.
“Jadi kamu g bisa makan sate kambing bukan hamil?” tanya Saga menggebu
“maaf” jawab ayana tulus. Saga menghela nafasnya panjang.
Dia lalu menarik ayana dan memeluknya.
“Kita nikah yuk Ay, sumpah aku g kuat Ay” jujur Saga
Ayana hanya menepuk punggung Saga, dia merasa tidak enak untuk menjawab ajakan Saga mengingat mereka baru berkenalan belum lama.