
Jam 9 pagi, Saga dan Yuga telah sampai di malang, mereka sedang sarapan telat di salah satu rumah makan setelah menempuh penerbangan Jakarta-surabaya dilanjutkan dengan mobil yang di kendarai yuga. Berbekal dari lokasi yang diperoleh dari pacarnya, yuga mengikuti maps tersebut. Sedangkan, Nala yang berada di kos merasa bersalah pada ayana. Dengan dalih tidak percaya jika Ayana masih di rumahnya, dia mendapat sharelok dari rumah Ayana. Entah rayuan apa yang yuga berikan sehingga wanita yang bernama nala itu setuju dengan rencana yuga.
Drrtt..drrtt
Melihat nala yang menelpon, ayana mengangkat panggilan
“Iya, gua bawain bakpau malang, strudel malang, dan lapis malang, apa mau apel malang sekalian?” ucap ayana ketika sambungan terhubung
“Bukan” jawab nala merasa bersalah
“yuga ke malang” ucap nala melanjutkan.
“terus?” tanya ayana
“Sama Saga” jawab nala
“oh” ucap ayana singkat setelah terdiam sejenak
“mereka ke rumah lo anjirr” seru nala emosi
“kok bisa?” tanya ayana
“gua yang kasih alamat lo, gua g mau di pecat” ucap ayana setengah berbohong
“lo g mau dipecat atau diperdaya sama yuga?” tebak ayana
Nala terdiam diseberang telepon
“Gua tau hubungan saga sama yuga, santai aja la” ucap ayana
“tapi gua g enak sama lo” jawab ayana
“Hilih,, bayarin kos gua 1 bulan” ucap ayana
“anjir lo kira gua kaya?” tanya nala
“makasih,, makasih karena kecerdasan lo gua punya tebengan ke Jakarta” jawab ayana malas
“hehe,, paling mereka bentar lagi nyampek. Udah mandi kan lo?” tanya ayana
“gua masih ileran. Bye” sambungan di akhiri.
Ketika hendak menghidupkam mobil untukm melanjutkan perjalanan, yuga mendapat telpon dari nala. Nala menjelaskan situasi ayana ke Yuga. Begitu telpon berakhir Saga melihat ke arah Yuga.
“Ayana udah tau kita di malang, dan menurut pacar gua dia butuh tebengan buat ke Jakarta” ujar yuga. Saga diam mencerna situasi
“dia memang error Ga” yuga menambahkan. Saga berpikir lalu berkata
“Biar gua aja yang kerumah ayana. Di depan sana kayaknya stasiun, lo turun disana terus naik kereta ke Surabaya, pulang ke Jakarta. Mobil ini nanti urusannya Alan” perintah Saga
Yuga mencerna kata-kata Saga
“Lu ngusir gua?” tanya yuga memperjelas.
“ini perjuangan gua. Jatah lo si nala itu” jawab saga tegas
Yuga tak bisa berkata-kata. Keren juga teman mandinya ini.
“makasih udah mau jadi driver gua. Jadi sekarang lo ambil barang lo dan pulang. Temui pacar lo, pasti dia juga merasa bersalah sama lo dan ayana” perintah saga
Setelah itu Yuga turun dan mengambil barangnya.
“GOOD LUCK BRO!” ucap yuga menyemangati ketika Saga hendak menyalakan mobilnya.
Saga tersenyum mantap
\====
Saga sampai pada sebuah rumah sederhana, sesuai arahan maps dan bekal bertanya pada bapak-bapak di beberapa panjang jalan dia sampai di rumah yang ada di hadapannya sekarang.
Seorang wanita yang di telah dia rindukan keluar dengan mengendong balita berumur 4 tahunan. Dari ekspresinya, dapat saga lihat bahwa wanita itu tidak terkejut sedikitpun.
“Maaf, cari siapa?” tanya wanita dengan senyum yang dirindukan saga
“Ayana Arunika” jawab saga mantap.
Ayana tertawa kecil dengan jawaban Saga, sesekali dia mengelengkan kepala dan menghibur balita yang sedang berceloteh itu.
“Siapa Ay?” Suara ibu-ibu terdengar di telinga Saga. Ibu itu keluar karena sang putri bungsu tidak menjawab.
“Loh, ada tamu. Mari masuk” ucap Ibu Indah ramah
“Assalamu’alaikum” salam Saga sembari menyalimi tangan Ibu Indah
“Wa’alaikum salam. Mari duduk” ucap Ibu Indah
Setelah Saga duduk diruang tamu, ayana masuk kedalam. Saga menjadi bingung dengan situasi.
“Cari siapa ya?” tanya Ibu Indah membuka obrolan
“Bapak sama Ibu” tanpa sadar saga menjawab
“Ow,, Bapak lagi di sawah. Sebentar lagi pulang biasanya” jawab Ibu Indah
“Assalamu’alaikum, Bu iki ono pohong karo gedang, anakmu seng teko Jakarta seneng iki mbek pohong goreng” (Bu, ini ada ketela dan pisang, Anak kita yang dari Jakarta itu suka singkong goreng) teriak Ayah Arif.
Ibu indah menghampiri ayah arif yang sedang mencuci kakinya.
“Wa’alaikum salam. Yah onok tamu” jawab Ibu Indah
“sopo?” tanya Bapak Arif
Ayana yang mendengar hanya bisa tersenyum dengan ponakan yang titipkan kepadanya. Dia ingin tau apa yang akan Saga lakukan.
Ibu indah ke ruang tamu lagi.
“Ayah masih mandi, habis dari sawah.” ujar Ibu Indah
“iya Bu” jawab Saga
Suara motor terdengar, bisa ayana dengar jika itu motor kakaknya. Kakaknya yang penganten baru. Mbak Ica dan suaminya, Mas Pras. Mbak Vina, istri dari Mas Fajar yang rumahnya sudah terpisah tapi tetap disekitar rumah Bapak-Ibu tiba-tiba sudah ada di dekat ayana.
“Siapa Ay?” tanya mbak vina, kakak ipar ayana yang pertama
ayana tidak menjawab. Mbak vina mencoba melihat saga
“kayaknya nyariin kamu Ay, buatin minum Ay” ujar mbak vina
“Azmi sama Ibun ya” ucap mbak vina mengambil azmi dari ayana
Ayana yang memang sudah memasak air, membuatkan minuman teh hangat untuk Saga dan keluarganya. Ketika ia ke ruang tamu, bisa di dengar bahwa ibunya sedang berbasa-basi dengan Saga seraya menunggu ayahnya. Ayana lalu memberikan minuman kepada Saga, Ibu dan Ayahnya nanti. Ayana hanya tersenyum ketika mencuri lihat ekspresi wajah Saga. Namun, Ibu Indah dan kakak-kakaknya bisa melihatnya.
Saat ayana selesai memberikan minuman, dia berkumpul lagi di tempat tadi dia bersama ponakan dan mbak vina. Tapi personil sekarang bertambah. Ada mbak Ica, Mas Pras, dan Mas Fajar. Kakak-kakaknya itu menatap curiga dan tersenyum pada ayana.
“hayoo,, ngaku kamu” ucap Mas Fajar
Ayana hanya memasang wajah tanpa dosa ketika diselidiki. Entah kenapa keluarganya siang-siang begini sudah berkumpul. Biasanya sibuk dengan pekerjaan masing-masing. Ayah dan Ibu yang di sawah atau Mbak vina dan Mas Fajar yang di toko, dan Mbak Ica yang kerja. Ah lupa, mbak ica penganten baru. Mungkin karena habis suasana pernikahan mangkanya masih capek semua.
Tak lama ayah bergabung di ruang tamu. Saga menyalami ayah ayana. Setelah dengan posisi dan situasi yang tenang, saga berkata
“Perkenalkan saya Sagara Mahendra” ucap saga memulai
“Saya dari Jakarta” ucap Saga lagi, Ayah dan Ibu menunggu kelanjutan ucapan Saga
Sedangkan kakak-kakak ayana yang di belakang melihat ayana semua. Ayana menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Saya datang kesini dengan tujuan untuk meminta ijin kepada Ayah dan Ibu untuk mengenal dan mendekati Putri bungsu Ayah dan Ibu, Ayana Arunika” ucap saga mantap
Ayah dan Ibu saling pandang. Ibu tersenyum dengan sikap Saga
Sementara di belakang, Kakak-kakak ayana sudah menggodai ayana. Sebagai adik paling kecil dia sudah kebal dengan godaan dari kakak-kakaknya. Tapi tetap saja dia malu.
“Kami belum berpacaran, dan ayana masih belum yakin dengan saya. Di usia kami, kami paham dengan apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh Adat dan Istiadat. Untuk hal yang tidak boleh dilakukan kami tidak melakukannya jika Ayah dan Ibu mengkhawatirkan hal tersebut.” terang Saga
Mas Fajar dan Mas Pras mendengarkan dengan seksama. Ayah arif mencerna ucapan saga.
“Keputusan kami adalah pendapat dari Ayana. Jika nak Saga bilang tadi ayana masih belum yakin dengan nak Saga. Maka itu usaha nak Saga nantinya. Jika salah satu usaha itu adalah meminta ijin dari ayah dan ibu, kami sendiri monggo, tapi tetap keputusan ada di tangan Ayana. Bagaimanapun Ayana yang menjalani hidupnya.” jawaban Ayah Arif
“terimakasih” ucap Saga seraya tersenyum. Ayah arif dan Ibu Indah ikut tersenyum.
“Ayo diminum tehnya,, ayana lo yang buat” ujar Ibu Indah menggodai pria tampan yang meminta puti bungsunya itu.
Saga tersenyum malu mendengarnya. Ayah Arif yang melihatnya ikut tersenyum
“Pekerjaan kamu apa?” tanya Ayah Arif. Sebagai ayah dia harus tau finansial calon menantunya. Melihat mobil yang saga bawa bisa dibilang cukup jika tanpa beberapa kredit yang berjalan.
“Saya bekerja di perusahaan X, saya akan bekerja keras agar hidup ayana nyaman nantinya” jawab Saga
“Perusahaan X? ayana cinlok ternyata. Hihi” batin Ibu Indah yang sering lihat sinetron
Dibelakang, Mas Fajar mendekat dan bertanya kepada ayana. Dia terlihat tsundere tapi pasti dia ingin yang terbaik untuk adik-adiknya.
“posisi?” tanya mas fajar. Sebagai kakak laki-laki dia pastinya tidak ingin adiknya mengalami kesusahan nantinya. Ayana mengambil ponselnya dia membuka artikel yang berisi bahwa Anak direktur Perusahaan X akan mengambil alih posisi direktur menggantikan ayahnya.
Mas fajar mengambil hp ayana, lalu dia membaca arikel yang lainnya juga.
Tak berselang waktu lama Ayah dan Ibu masuk kedalam, menghampiri anak dan mantunya itu
“Ay, temenin Saga” perintah Ibu Indah
“Ha?” jawab ayana tidak paham
“Sana Ay, Saga lo nyariin kamu” ucap mbak ica menarik tangan ayana
Ayana keluar ke ruang tamu, terlihat saga langsung tersenyum melihat ayana yang keluar. Energi yang terkuras habis terisi kembali dengan kehadiran Ayana. Ayana duduk berhadapan dengan Saga.
“mau ke pantai gak? Kayaknya kamu bakalan perang mental terus disini, belum lagi ketemu sama kakak-kakakku” ujar ayana menakuti Saga. Saga terdiam berpikir
“Ayo” jawabnya
“Jam 1 an. mau? Sekarang masih panas” ucap ayana
“Oke. Minuman kamu enak” gombal Saga
Ayana tersenyum mendengarnya. Suara adzan dhuhur berkumandang.
“Bawa sarung? Ayah pasti ngajak kamu sholat” tanya ayana
“Ay..” panggil Ibu Indah sedikit teriak. Ayana menghampiri Ibunya kedalam. Lalu keluar menghampiri Saga
“Sholat ya, Sarungnya nanti tak siapin. Mandinya disana” perintah ayana lalu mengajak saga mengikutinya.
Saga berdiri lalu mengikuti ayana masuk kedalam rumah lebih dalam. Ayana membawanya ke kamar mandi lalu menyerahkan handuk.
“kalo udah mandi ke kamar sana, sarung, baju dan sejadahnya disana” tunjuk ayana pada kamar mas fajar yang sudah beralih fungsi menjadi kamar tamu karena penghuninya sudah pindah rumah.
“oiya,, kalo dingin, tahan ya. Disini malang” ucap ayana sambil tertawa lalu berjalan meninggalkan saga.
Saga masuk ke kamar mandi dan memulai ritualnya. Dia bisa melihat bahwa kamar mandi masih menggunakan gayung. Air dia guyur keseluruh tubuhnya
“Shit!” umpatan batin Saga keluar. Pantas ayana tadi tertawa.