MY YOU

MY YOU
21



Seminggu kemudian


"kok bisa" ujar ayana


Saga yang disampingnya hanya mengangkat bahunya.


"gila" pikir ayana


Sagara mahendra, dengan segala kuasanya menyamar menjadi pengguna ekonomi class dan sedang duduk bersebelahan di pesawat dengan tujuan jakarta-balikpapan.


"Ay, ada awan tuh" ucap Saga seraya menunjuk awan yang ada di luar jendela pesawat.


"perusahaan gimana?" ayana tak menghiraukan ucapan saga sebelumnya.


"Si Alan bisa kok, habis ini aku langsung ambil penerbangan ke jakarta" ucap saga enteng.


"gila kamu" ujar ayana


"hem, aku tergila-gila sama kamu" jawab Saga.


"tidur gih" perintah ayana


"aku mau lihat kamu" jawab saga


"aku tau kamu capek ngurusin perusahaan, apalagi direktur baru investor banyak yang mempertanyakan kinerja kamu kan, mangkanya kamu sering lembur" terang ayana


"maaf udah g luangkan waktu buat kamu" ujar saga dengan wajah memelas


"lah kan aku investornya.. hahahaha" ujar ayana mencairkan suasana. Saga tersenyum mendengarnya..


"udah sini tidur, aku sewain pundak aku" ucap ayana. mendengarnya mata saga berbinar


"oke" jawab Saga lalu menyandarkan kepalanya di bahu ayana.


"rambut kamu harum" ujar ayana setelah mengendus rambut saga.


"makasih" ucap saga. Dia lalu menghayati perannya sebagai pria yang lelah dengan dunia pekerjaan lalu bersandar kepada pundak kekasih nya.


Selang 2 jam lebih, Saga membangunkan ayana


"Ay,, ayana.. kita mau sampai" ucap Saga seraya menepuk pelan tangan ayana. Ternyata saga tadi hanya tertidur sebentar lalu melihat ayana yang tertidur dia lalu menyandarkan kepala ayana pada pundaknya.


Ayana lalu membuka matanya lalu mengumpulkan jiwanya. Saga memberikan ayana minuman mineral lalu sedikit memijat pundaknya.


Pesawat telah terparkir, mereka lalu keluar dengan bergantian.


"penerbangan kamu kapan?" tanya ayana


"habis ini" jawab Saga


"dasar" ucap ayana


"jangan nakal ya Ay, aku usahain kita bakal sering ketemu" ujar Saga


"iya" jawab ayana tersenyum. Saga tetap menatap ayana


"udah sana, ketinggalan pesawat kamu nanti" ujar ayana


Saga lalu memeluk ayana


"aku kangen Ay" ayana tersenyum mengelus punggung saga. Belum berpisah dia sudah bilang kangen.


"kalo aku g bales itu berarti g ada sinyal, kamu harus tau, aku juga kangen sama kamu" ucap ayana.


"3 bulan kok" ucap ayana menambahkan. Saga melerai pelukannya.


"jaga diri baik-baik ya" ujar saga lalu mengelus pipi ayana.


"iya" jawab ayana. Mereka lalu berpisah dengan senyuman dan lambaian tangan.


Saga lalu mengambil gate yang akan membawanya ke pesawat dengan tujuan jakarta.


Satu bulan berlalu, Saga dan ayana belum bertemu lagi. Kesibukan keduanya membuat mereka tidak bertemu langsung namun sering mereka untuk berkabar melalui handphone. Saga sebagai direktur baru setiap minggunya harus keluar kota untuk meninjau langsung.


"Gua g mau tau,, minggu ini gua harus ketemu ayana" ucap Saga tegas


"Lan.. lo bego apa gimana sih" ujar saga


"lo yang bego" alan menimpali. Saga mendengus


"minggu depan gua bisa jadwalin kesana tapi kunjungan kerja" ujar alan setelah merombak jadwal saga


"beneran?" tanya Saga


"ya ini demi lo, tapi lo harus romusha seminggu ini" ucap Alan yang sudah lelah


Malam hari di kalimantan


"sumpah ya pengen gua tinju tu mulut, masak mereka bilang gini - lu tau kan si ayana, habis makan sama pak saga dia langsung di kirim ke luar jawa. HAHAHAHA,,, Masak iya Pak saga yang ganteng gitu sama ayana. Gak level banget" ujar nala di sambungan telepon


ayana yang mendengarnya manggut manggut saja


"lo nikah dah Ay sama Saga" ujar nala lagi


"lo aja dulu nikah sama yuga" ujar ayana


"gak usah ngomongin yuga" jawab nala


"wih..motor gua di kosan lu pake kan?" tanya ayana mengalihkan pembicaraan.


"iya masih. udah Ay, gua mau tidur. Capek habis perang sama yuga" ucap nala


"oke" ayana lalu mematikan sambungan


terlihat pesan singkat yang masuk dari saga


"maaf belum bisa kesana aku akan bekerja romusha untuk bertemu denganmu" ketik saga


"semangat (emot hati)" jawab chat Ayana


"makasih sayang (emot hati)" balas saga lagi.


"apa gua nikah aja ya" pikir ayana


Tiba-tiba chat masuk dari teman mabarnya


"mabar?" tanyanya


"login" jawab ayana


sambungan telepon masuk. teman mabar ayana itu ingin curhat jika sudah seperti ini.


Mereka lalu membuka game dan memilih main rank


"ada orang yang nyariin gua akhir-akhir ini. Kayaknya dia pemain e-sport" ujar teman mabar ayana


"kok lu bisa tau kalo lu di cariin" tanya ayana seraya mengklik ban faramis


"gua awalnya ngejokiin orang dan main sama orang yang nyariin gua. nickname nya sih DEGAN. sebut saja DEGAN" ujar teman mabar ayana seraya memilih wanwan


"orang yang gua jokiin itu bilang ke tim jokian gua kalo gua di cariin sama degan soalnya mainnya gua hebat. Tapi gua g mau buka identitas gua" ujarnya lagi. Permainan dimulai


"terus pas gua main solo ternyata degan setim sama gua. mungkin dia hapal cara main gua. Gua di invite. karena gua ngikutin saran lo buat mencoba buka interaksi sosial, gua terima terus kita sering mabar bareng" ujarnya lagi


"lo nyaman sama dia Ay?" tanya ayana


"gua g pernah open mic sih. Dia yang sering open mic sama timnya kayaknya." jawab teman mabar ayana bernickname chessman itu.


"lu udah ke psikolog lo?" tanya ayana lagi


"udah. Dia bilang buat mencoba hal-hal baru tapi kalo merasa g nyaman jangan dipaksa" jawabnya.


"semangat Ayla" ujar ayana


"wkwkwkwk... okeoke" ucap Ayla


"gua ada kalo lo butuh gua" ujar ayana meyakinkan. Mereka lalu bermain game bersama beberapa kali.