
"ini emangnya kamu mau paketin kemana? " tanya saga yang menjemput ayana di mess.
"ke kosnya nala. Nala belum nge fix kan sih kalo di kos an ada kamar kosong apa enggak. Jadi mungkin bakalan nebeng di kamar nala dulu. hehe" jawab ayana seraya memasukkan beberapa paket kardus yang sudah ia kemas setelah pamitan dari proyek.
Saga tampak berpikir
"kamu mau ke jakarta kapan?" tanya saga yang membantu ayana memasukkan paket ayana kedalam mobil yang di pakai saga selama di kalimantan.
"kamu kapan?" tanya balik ayana
Saga diam kembali berpikir.
"Aku udah g ada urusan di kalimantan, jadi ya bisa di bilang kalo kamu udah g ada urusan di sini aku balik ke jakarta. Laporanku bisa tak laporin tahun depan" terang ayana.
"Oke, jadi gini kita pulang ke jakarta lusa. Besok aku masih ninjau proyek, barang kamu g usah di paketin sekalian nanti pas pulang aja gimana?" saran saga
"hmm.. oke" jawab ayana dengan senyuman.
Saga tersenyum dengan jawaban ayana yang dirasa nurut.
"yuk makan, aku udah laper nih" pinta saga.
"let's go" ajak ayana
mereka lalu mencari makan di restoran dan kembali lagi ke hotel.
"aku atau kamu yang mandi dulu?" tanya saga
"kamu dulu, kamu belum sholat isya'. " jawab ayana
"siap" ucap saga
Saga dan ayana sudah mandi dan berada di lantai dengan alas karpet tebal dan beberapa bantal guling tak juga selimut. Ayana yang rebahan sedang berbalas chat dengan nala dan saga dengan beberapa dokumennya.
"kenapa kamu? daritadi senyum-senyum gitu. mencurigakan" ucap saga seraya mengalihkan pandangannya dari dokumen ke ayana.
"kamu ganteng" jawab ayana
saga tersenyum malu mendengarnya.
"cieh,, digodain. seneng ya.." tawa ayana tak lepas
Saga melepas dokumen ditangannya, dia lalu mendekat ke ayana yang sedang rebahan, saga lalu menggelitik ayana
"aaa.. saga lepas,, saga ish,, geli tau.. aaa" racau ayana disertai dengan gelak tawanya.
"awas kamu ya, nakal deh" ucap saga namun tetap menggelik ayana.
"iya iya,, nyerah nyerah plis.. ahahaha" ayana menyerah, dia memang kalah kalo harus adu gelitikan.
Terlihat wajah ayana yang ngos-ngosan dan keringat di dahinya. Mereka berdua lalu sama-sama tersenyum disertai tawa kecil.
"kamu chattingan sama siapa sih?" tanya saga lagi yang sekarang ikut rebahan disamping ayana.
"nala. Tanya kamar kos an. Apa aku nyari kos lagi ya" tutur ayana.
"kamu di apartemen aku aja, bersih kok. Aku sering biasanya kalo di indonesia tidur disana. ya tapi lebih sering tidur di rumah. Cuma sesekali aja kalo udah pengen aja" saran saga
"berapa harga sewanya?" tanya ayana
"Ay, aku pacar kamu lo" jawab saga
Saga nampak berfikir, wanita seperti ayana tidak akan mau menerima hal yang cuma-cuma. Blackcard yang saga berikan saja malah dibuat membeli saham, kencan di mall malah dirinya yang di belikan baju bukan ayana yang memakai uang saga.
"kalo harga sewa aku g tau kisarannya berapa. Gimana kalo separuh saham yang kamu beli di perusahaan?" tanya saga
"separuh?" tanya ayana lagi.
"hem" jawab saga mantap.
"60-40 deal" ucap ayana seraya mengangkat tangannya.
"deal" jawab saga seraya menjabat tangan ayana.
Saga lalu melanjutkan pekerjaannya, ayana melanjutkan chat dengan nala.
Selang beberapa menit..
"kamu udah?"tanya ayana yang melihat saga membereskan dokumennya.
"udah. kenapa?" tanya saga
"kamu capek ya?" tanya balik ayana.
"hmm lumayan. Kenapa Ay? " tanya saga.
"hm..yuk tidur." jawab ayana tanpa dosa.
"kamu nungguin aku daritadi?" tanya saga
"hehe,, " jawab nyengir ayana.
"kamu tidur di atas aja. Aku gak papa kok tidur di bawah" saran ayana
"enggak. aku tidur dibawah sama kamu" jawab saga
"saga, kamu kaya raya lo. kok tidurnya dibawah. Di ranjang sana lo" desak ayana
"bucin Ay" tegas saga seraya menarik selimut menghadap ke ayana.
Ayana tersenyum mendengarnya.
"night" ucap ayana.
"too" jawab saga.
"udah sana merem" kata saga ketika dia masih mendapati ayana yang tak kunjung menutup matanya.
"g bisa. kamu ganteng soalnya" ujar ayana. Saga tersenyum mendengarnya.
"Ay, kamu mau aku gelitikin lagi?" tawar saga
"enggak..enggak.. iya ini aku tidur" ucap ayana lalu membalikkan badannya memunggungi saga.
Saga lalu memeluk ayana dari belakang.
"bentar Ay, 5 menit aja. kamu hitung dah" ucap saga dengan tangannya merangkul pinggang ayana.
Ayana panas dingin di buatnya. Dalam hati dia menghitung tiap detiknya.
Sampai di detik 287. Ayana mendengar dengkuran halus di tengkuk leher belakangnya. Nafas stabil dapat ia rasakan. Ayana tersenyum dengan kondisi dan situasinya sekarang. Namun ia tidak membangunkan Saga. Ayana justru ikut terbuai ke alam mimpinya dengan posisi Saga yang memeluknya dari belakang.