
Keluar dari Bandara, Saga dan ayana di jemput oleh sopir keluarga Mahendra. Saga meminta Pak Agus untuk menuju langsung kediaman Keluarga Mahendra.
“kamu gila ya, kita kok makan di rumah kamu sih” ucap ayana
“katanya kamu tadi mau 500 jt” jawab saga bercanda
“g lucu sagara.” Ucap ayana emosi.
“kamu cantik Ay, kamu juga berpakaian sopan” ungkap Saga melihat ayana. Ayana diam berpikir mencari alasan
“kita g bawa apa-apa ke rumah kamu” ucap ayana lirih. Dia tau itu alasan konyol
“kamu lupa kalo kita beli banyak oleh-oleh khas malang?” ujar saga
“Ay, ayana” ucap Saga lagi seraya menghadapkan tubuh ayana, mereka berada di kursi belakang dengan mobil yang terus melaju.
“apapun yang terjadi, aku maunya sama kamu Ay” ujar Saga.
“apapun yang terjadi? Mereka kan orang tua kamu, harusnya kamu berbakti sama mereka, jangan jadi anak durhaka. Mau jadi batu?” ucap ayana panjang lebar
Pak agus yang mendengar obrolan majikannya itu tertawa dalam hati. Awalnya dia juga penasaran dengan wanita yang di sukai oleh majikan mudanya itu, mengingat Saga tidak pernah sekalipun membawa wanita ke rumah mahendra.
“iya, kita hadapin bersama ya” ujar Saga
“udah sampai Den” ucap Pak agus menyadarkan saga dan ayana dengan perdebatan mereka.
Saga turun di ikuti ayana, pak agus membawa oleh-oleh barang saga dan ayana
“Pak, yang ini tak bawa sendiri aja” ucap ayana seraya mengambil oleh-oleh khas malang itu
“baik Non” ucap Pak agus
“makasih ya Pak” jawab ayana tersenyum ramah
Saga yang melihatnya menawarkan diri supaya dia saja yang membawanya karena itu berat
“kamu g tau kalo aku gerogi, ini salah satu cara menyembunyikan grogi aku” jawab ayana.
Saga terkekeh mendengarnya. Pintu rumah terbuka, saga juga melihat mobil kaila ada. Artinya semua penghuni rumah ada di rumah sekarang.
“Assalamu’alaikum” salam ayana ketika hendak memasuki rumah Saga. Saga terkekeh kembali mendengarnya. Dia hendak menyuruh ayana duduk di ruang tamu, lalu dia akan memanggil keluarganya. Namun kaos saga keburu di tarik oleh ayana.
“kamu mau balas dendam sama aku? Iya aku salah ninggalin kamu sendiri menghadapi ayah-ibu ketika dirumah” ucap ayana.
Saga kembali terkekeh mendengar kejujuran ayana. lalu tiba-tiba mama dila keluar ke ruang tamu
“loh ada tamu” ujar mama dila. Ayana menampilkan senyum terbaiknya. Dia bergantian mencium tangan mama dila setelah Saga
“papa mana ma? Kaila juga mana?” tanya Saga.
Melihat anaknya membawa wanita yang pernah kaila perlihatkan fotonya itu mama dila tersenyum.
“mama panggilkan mereka. Kalian tunggu sini aja” ujar mama dila. Sebelum mama dila hendak pergi ayana tiba-tiba berucap
“ini Bu, Ada oleh-oleh sedikit dari malang” ucap Ayana mengusir groginya. Mama dila yang mendengarnya tersenyum. Lalu mengambil buah tangan dari calon menantunya itu.
“berat” pikir mama dila
“makasih ya” ujar mama dila
“sama-sama” jawab ayana dengan senyum tak lepas itu. Saga terkekeh dalam hati melihat interaksi calon mertua dan mantu itu.
Di dapur, mama dila sudah di tunggu oleh papa Anton dan kaila.
“gimana ma?” tanya kaila
“apanya yang gimana, kalian ini. Sana keluar” ucap mama dila
“papa mau apa? bawa piring?” tanya mama dila
“enggak ma, ayo.. papa nungguin mama kok” ucap papa anton
Papa anton dan mama dila ke ruang tamu, melihat direktur perusahaan yang sering ayana temui dia berdiri dan memberi salam
“Pak” ucap ayana dengan senyum ramahnya.
“santai saja, kita sedang tidak di perusahaan” ujar papa anton
papa anton dan mama dila duduk berdampingan. Saga dan ayana berada di depan mereka juga duduk berdampingan. Kaila keluar dengan membawa minuman
“awas tumpah” ucap saga ketika kaila hendak meletakkan minuman untuk ayana.
Kaila memberi tatapan sewot pada Saga. lalu dia duduk di samping mama dila.
“ma, pa..” ucapan Saga terputus
“Pak anton dan Ibu, dan kaila juga. Perkenalkan saya ayana arunika” ujar ayana tanpa nada gemetar sedikitpun.
“Saya lahir di malang.” ujarnya lagi. Semua orang menunggu ucapan ayana selanjutnya. Namun tidak ada kelanjutannya. Saga tersenyum dengan keberanian ayana. Papa anton dan mama dila memaklumi situasi ayana saat ini karena mereka juga pernah mengalami pertama kalinya berhadapan dengan calon mertua. Saga menggengam tangan ayana lalu berkata
“Ayana arunika, wanita yang Saga pilih” suara saga mengakhiri keheningan. Semua keluarga tersenyum, ayana menunduk malu. Kaila merasa geli sendiri melihat kakak Saganya itu bucin.
“kalo Saga sudah memutuskan seperti itu, papa sih setuju, mama?” ujar papa anton
“mama juga setuju” ucap mama dila
“kaila setuju” ucap kaila menambahkan
Ayana yang sedang menjadi pusat perhatian itu melihat satu persatu keluarga mahendra yang sedang menampilkan senyum ramah kepadanya. Ia lalu melihat saga, laki-laki berwajah tampan yang membawa rasa nyaman kepada diri ayana.
“ayo makan, pasti kalian belum makan” ucap mama dila mencairkan suasana. Mama dila sudah di kabari Saga melalui via chat bahwa mereka akan makan di rumah.
Mereka berpindah ke ruang makan. Makanan yang disuguhkan masih tergolong makanan tradisional, pantas saga tidak complain dengan masakan di rumah ayana.
“kak ayana nginep sini ya?” ujar kaila setelah keluarga menyelesaikan makanan mereka.
“kak ayana jurusan sipil juga kan? Kaila ada tugas yang kaila g bisa” ujar kaila lagi.
Ayana melihat perempuan muda mahendra yang telah menstalking semua akun media sosialnya itu dan menulis kakak ipar pada coment postingan Saga. Haruskah ia mengikuti permainan mahasiswi semester 3 ini? Pikirnya
“Deadline tugas kamu kapan?” tanya ayana. kaila tampak berfikir
“besok kak” ujar kaila
“bohong. Anak mama berbohong” ucap batin mama dila
“nginep aja Ay” ucap Saga
“modus, anak papa modus” ucap batin papa anton
Ayana menoleh kepada Saga, lalu melihat papa anton dan mama dila
“kamu tidak ada deadline proyek kan besok. Hanya pengumuman perusahaan. Papa minta tolong kamu bantu kaila” ujar papa anton. Mendengar ucapan papa anton, mama dila menghela nafas dengan tingkah kompak keluarganya itu.
“nginep saja Ayana. mama malah seneng kamu nginep disini” ucap mama dila akhirnya
“yeee.. nanti kak ayana tidur bareng sama aku aja” ungkap kaila
Ayana yang mencerna obrolan keluarga Saga tidak habis pikir. Apakah mereka sangat bahagia akhirnya putra mereka satu-satunya membawa seorang wanita sehingga menyuruhnya untuk tinggal lebih lama.
“baik. Terimakasih” ungkap ayana dengan senyum ramahnya.