
Seorang pria tampan sedang disambut beberapa karyawan berkedudukan tinggi. Disebelahnya Si Alan yang memegang tablet, mereka akan memulai pekerjaannya beberapa jam untuk meninjau lokasi proyek.
"Ayana g ada" ujar alan yang dari tadi melihat arah pandangan saga
"gua g ngasih tau kalo gua hari ini kesini" ucap saga
Setelah pekerjaan mereka selesai, pak yoseph selaku yang berwenang di proyek ini mengajak saga untuk bersantap siang
"maaf saya ada jadwal lain" tolak saga
"Saya ada perlu dengan ayana arunika" ucap saga
"ow,, mbak ayana. Sebentar saya akan panggilkan" jawab pak yoseph.
Pak yoseph lalu menyuruh karyawannya untuk memanggil ayana menggunakan HT. Lokasi proyek yang jauh dari kata tower mengharuskan mereka berkomunikasi dengan HT.
Saga lalu menunggu di pos bersama pak yoseph.
"Bapak bisa meninggalkan kami" ucap Alan. Pak yoseph yang merasa di usir lalu pergi. Saga yang tidak sabaran keluar dari pos menunggu ayana.
Selang beberapa menit..
Sebuah suara dari motor cross terdengar. Suara yang nyaring membuat saga menoleh. Seorang wanita dengan pakaian apd dan helm proyek sedang mengendarainya. Wanita itu mendekat di pos yang menjadi tempat saga menunggu. Wanita itu tersenyum ketika melihat pria yang sudah sebulan ini ia rindukan. Dia lalu memarkir motor lalu menghampiri saga, di tangan kanannya terdapat minuman berwarna ungu dengan kantong plastik dan sedotan kuning.
Wanita itu langsung menubrukkan dirinya dipelukan saga yang daritadi sudah merentangkan tangannya.
"Dasar bucin" batin alan yang melihat drama keduanya. Dia lalu masuk lagi di pos mendinginkan suhu tubuhnya.
Lama mereka berpelukan ayana lalu melepaskan diri..
"aku pasti bau ya" ujar ayana setelah sadar
"enggak kok" jawab saga
"bohong" ucap ayana tidak terima. Saga lalu memperhatikan ayana. Merasa diperhatikan ayana kembali berkata
"aku item ya" kata ayana
"iya" jawab jujur saga. ayana lalu mencebik bibirnya.
"tapi kan emang di proyek panas Ay" sanggah saga. Tidak ada balasan dari ayana
"itu apa? tadi di punggung aku dingin. Es ya?" tanya saga
"iya, extratoss rasa blackcurrant" jawab ayana. saga mengernyitkan dahinya.
"emang ada rasa blackcurrant?" pikir nya
ayana lalu menyodorkan sedotan es itu lalu saga mencicipinya.
"ini anggur Ay" kata Saga
"hahahahaha" tawa ayana
"ayo kita kencan" ajak saga
"mana bisa, sekarang lagi ngecor" tolak ayana. Saga tampak berpikir
"aku jam 7 malem udah berangkat lagi" ucap saga dengan nada memelas
"Si Alan memang benar sialan" umpat Saga,
ayana lalu berpikir
"bisa g kamu memakai kuasamu biar aku nemenim kamu aja selama disini. hehe" sebuah ide lampu dari ayana.
"oke, aku kan direkturnya" jawab mantap saga
Dengan segala kuasa, saga dapat memboking ayana selama di kalimantan. Mereka lalu ke mess (tempat istirahat karyawan) dengan mengendarai motor cross dengan saga yang menyetir setelah di ajari beberapakali oleh ayana.
Alan? entah dia sudah hilang.
Lokasi proyek yang jauh dari peradaban membuat saga dan ayana berkencan di tempat yang banyak peradaban. Setelah mandi dan berdandan mereka mencari warung makan.
"Ay" ucap saga sambil menatap ayana
"iya" jawab ayana seraya menatap saga
"Ay" ucapnya lagi
"iya" jawab ayana lagi
"ayana" ucap saga lagi
"iya, sagara" jawab ayana seraya tersenyum. Saga ikut tersenyum.
Pertemuan mereka 80% berupa senyuman yang tidak jelas jika orang lain yang memperhatikan.
Selesai makan mereka masih bersantai dan sesekali bergurau
"aku item ya" ucap ayana setelah membandingkan tangannya dan tangan saga yang jauh lebih putih tangan saga. Di tanya seperti itu saga memilih untuk tidak menjawab.
"padahal aku udah pake sunblock, sunscreen, dan sun sun yang lain" curhat ayana. Saga hanya tersenyum menanggapinya. Tidak adanya komentar dari saga membuat ayana menatap saga
"kamu sudah berusaha Ay, di proyek memang panas kalo sudah enggak di proyek nanti bakalan balik kok, kamu pakai aja blackcard nya untuk perawatan kamu" jawab saga lembut dan pelan seraya mengelus rambut ayana. Ayana tersenyum dengan jawaban saga
"makasih" balas ayana. Saga tersenyum lagi
Setelah sholat maghrib mereka ke bandara untuk mengantarkan saga. Entah bagaimana alan sudah siap menunggu saga.
"Ay" ucap saga
"mau apa? hem" tanya ayana. Saga tersenyum mendengar penuturan ayana. Saga lalu memeluk ayana dan ayana membalasnya.
"memang bener kata orang, bandara adalah saksi bisu betapa seseorang sangat mencintai kekasihnya" batin alan melihat kondisi saga dan ayana.
"berangkat ya. jangan nakal" tutur saga
"iya, kamu juga jangan nakal" jawab ayana
Mereka lalu berpisah dengan melambaikan tangan.
Di pesawat saga berpikir keras
"gimana caranya ayana mau di ajak nikah"