My wife is a CEO

My wife is a CEO
Bab 7



Hari ini adalah Akhir pekan. Pagi-pagi Tasya sudah bangun. Ia membereskan tempat tidurnya dan bergegas ke dapur untuk memasak.


Tasya memasak lumayan banyak karena hari ini akan ada teman-temannya.


Setelah selesai mandi ia menghubungi teman-temanya.


# Chat grup


" Assalamualaikum, selamat pagi gimana nih mau jadi enggak ke rumah aku, kebetulan hari ini aku masak banyak loh." kata Tasya


" Waalaikumsalam, jadi dong Tas siapa sih yang enggak mau makan gratisan, bener gak Rel ?." kata Ira


" Waalaikumsalam, iya bener Ra siapa juga yah yang mau makan gratisan kan jarang-jarang nih ibu CEO ngundang kita makan." 😁


" Ih kalian tuh apaan, ya wajar lah aku masak banyak kan kalian teman aku."


" Iya Iya." Ira


" Iya Taysa Cantik." Aurel


" Ya udd aku tunggu di rumah yah kalau gitu udd dulu ya sampai ketemu, assalamualaikum."


" Waalaikumsalam." sahut Aurel & Ira.


Jam menunjukkan pukul 9:30 kini Aurel dan Ira sudah sampai di rumah Tasya.


Tok tok tok


" Assalamualaikum." sahut Aurel & Ira bersamaan


" Waalaikumsalam, iya sebentar."


tak lama pintu pun terbuka..


" Eh kalian udd nyampe yu masuk."


Mereka bertiga pun langsung masuk ke dalam rumah Tasya..


" Eh ko rumah kamu sepi gini Tas kemana Om dan Tante ?" Kata Aurel


" Iya Tas bukannya ini hari weekend kenapa pada sepi." kata Ira


" Iyah kebetulan hari ini mamaku biasa berangkat pergi ke toko karena banyak orderan, kalau ayah udd 3 hari keluar kota."


" Ouh pantesan sepi banget rumah gede gini."


" Kalian pasti udd lapar yah yu ke meja aku udd masak banyak loh."







" Wah ini makanan banyak banget Tas." kata Aurel


" Iya gila ini mah banyak banget." kata Ira


" Iya ini khusu buat kalian teman-teman ku yang cantik, ya udd yu makan nanti keburu dingin kan enggak enak."


Mereka bertiga langsung menyantap makanan yang ada di depan mata.


" Ini enak banget Tas, apa kamu yang buat semua ini ?" Aurel


" Iya ini anu buat semua, gimana suka ?" Taysa


" Suka suka banget." ujar Ira dan Aurel bersamaan.


Beberapa menit kemudian Meraka selesai dengan acara makan-makan nya..


" Akhirnya kenyang juga." Aurel


" Iya nih kenyang banget masakan nya enak, aku kan lagi diet jadi sia-sia dong perjuangan ku selama ini." Ira


" Hahahaha." kata mereka bersamaan


" Terus sekarang ini mau ngapain nih ?" Aurel


" Gimana kalau kita nonton aja yu kebetulan ada drama Thailand nih seru tau." Taysa


" Yu yu aku juga pengen nonton yang ganteng-ganteng nih udd lama enggak cuci mata 😁." Ira


" Ya udd yu kita ke sana." kata Tasya sambil menunjuk ke arah ruang tv


Mereka segara menuju ruang tv.


" Yah ko tamat sih kan lagi seru-serunya." Ira


" Iya nih malah tamat."


" Emang episode nya cuman segitu kan itu si Meen sama si Gun sekarang udd mulai ada rasa." Tasya


" Iya juga ya, tapi aku kesian sama si Na cintanya hanya bertepuk sebelah tangan." Ira


" Ya nama juga cinta kalau enggak berakhir di pelaminan ya gitu tuh kaya si Na." Aurel


" Eh udd sore nih kita pulang dulu yah nanti kapan-kapan kita nongkrong yu di cafe toko mama kamu aku udd lama enggak ke sana." Ira


" Iya nih aku kangen sama cafe toko roti Tante." Aurel


" Iya nanti kapan-kapan kita nongkrong di cafe toko mama ya." Tasya


" Ya udd kami pulang dulu yah, assalamualaikum." kata Aurel & Ira bersamaan


" Waalaikumsalam hati-hati yah di jalannya."


Hari semakin gelap kini matahari sudah berganti bulan..


" Sayang kata pa Udin tadi ada teman-teman kamu ke sini."


" Iya ma tadi ada Aurel sama Ira katanya nanti ingin nongkrong di cafe toko mama."


" Iya silahkan saja mama tunggu, Udd malem nih yu kita tidur."


" Iya mah."


" Selamat tidur sayang nice dream."


" Nice dream to mama."


# Rumah Radit


Malem ini Radit tak biasa untuk memejamkan matanya ia selalu terbayang-bayang wayah Taysa yang manis menurut nya.


" Kenapa aku jadi mikirin Taysa aja ya." gumamnya


Tak lama pintu kamar Radit terbuka menampakkan teman sekaligus bawahnya siapa lagi kalau bukan Daniel..


" Eh Lo di perhatikan dari kemarin-kemarin kerjaan Lo ngelamun aja, mikirin apa sih."


" Gue kepikiran Tasya terus." jawabnya lesu


" Kalau Lo suka sama dia buktiin dong jangan di pendam aja entar kalau si Tasya udd sama orang lain nyesel loh."


" Iya ini juga lagi mau di mulai Lo bawel banget sih, ngapain Lo malem-malem ke sini kaya yang gak ada kerjaan aja."


" Hehehe biasa lah gue numpang makan."


" Lo kira rumah gue ini restoran apa hah ?".


" Santai dong bro gue cuman numpang makan doang lagian Tante sama Om juga udd ngijinin."


" Ya udd cepet sana kalau mau makan ke ruang makan bukan ke sini."


" Iya iya Lo sensi amat sih jadi orang."


Daniel pun menuju ruang makan kediaman Pratama.


Ini bukan sekali kali atau dua kali Daniel numpang makan di sini, ini sudah ke seratus kalinya ia numpang maka.


Tetapi keluarga Radit tidak mempersalahkan itu Daniel sudah di anggap sebagai bagian keluarga di sini jadi wajar Daniel dekat dengan mama dan papa nya Radit..


Selesai makan Daniel menuju kamar Radit lagi..


" Eh Lo belum tidur dit ?"


" Hmmm apaan sih Lo katanya mau makan."


" Udd kali."


" Ya terus Lo ngapain lagi sih ?"


" Biasa gue mau sekalian numpang tidur." 😁


" Tadi Lo numpang makan sekarang numpang tidur kaya yang enggak punya rumah aja, ya udd sana tidur gue udd ngantuk."


Jangan sangka Daniel orang tak punya, Daniel ini dari kalangan berada namun ia lebih suka berada di rumah r


Radit, Daniel juga pewaris perusahaan Narendra' grup tetapi ia tidak ingin menjadi pimpinan seperti Radit ia lebih suka jadi asisten Radit di banding jadi CEO yang menurut nya sangat pusing.


# Semoga menghibur


Terima kritik saran, komentar dan like nya 🙏