My wife is a CEO

My wife is a CEO
Bab 30



Hari berganti hari kini usia kandungan Taysa sudah memasuki 4 bulan.


Pagi-pagi sekali Taysa sudah terbangun ia membantu bi Sari membuat sarapan.


" Bi aku bantu yah "


" Aduh jangan Neng nanti di marahin sama den Radit."


" Gak papa bi bantu yang ringan aja yah." Ucap Taysa sambil menunjuk wajah permohonan


" Ya sudah Neng Taysa tolong potongan wortel saja ya."


" Iya Bi."


Taysa dan bi Sari mulai berkutat dengan bahan dan alat dapur.


sebenarnya dari tadi Radit sudah bangun dan melihat Taysa dari depan pintu kamarnya.


Sarapan pun telah selesai Taysa kembali lagi ke kamarnya untuk menyuruh suaminya sarapan.


" Mas sarapan dulu yuk."


" Ayo sayang."


Mereka sarapan bersama, setelah sarapan mereka ke kantornya masing-masing, hari ini Tasya sangat ingin sekali melihat kantornya karena sudah lama tidak ke kantornya.


Mobil hitam milik Radit sudah membelah jalanan ibu kota di pagi hari.


kini mobil hitam itu sudah sampai di kantor Taysa.


" Kamu jangan kelelahan inget apa kata dokter."


" Iya mas aku cuman ngecek aja kok, aku masuk dulu yah mas, assalamualaikum." Ucap Taysa sambil mencium tangan Radit


" Waalaikumsalam."


Taysa berjalan ke dalam kantor nya banyak sekali karyawan yang hormat padanya.kini tibalah Taysa di ruangan nya.


" Sayang kamu baik-baik di sana yah bunda akan jaga kamu, sekarang kamu ikut bunda kerja dulu yah." Kata Taysa sambil mengusap perut yang agak buncit itu.


Tasya berkutat dengan laporan-laporan di atas mejanya.


Datanglah Aurel dengan membawa satu gelas susu ibu hamil.


Tok tok tok


" Pagi Bu bos." Aurel berjalan mendekati Taysa


" Pagi ponakan Aunty, aunty datang membawa susu untuk kamu." kata Aurel sambil menghadap ke arah perut Taysa


" Terimakasih Aunty."


" Eh iya Sya aku mau kasih ini." katanya sambil memberikan kartu undangan


" Wah sayang aunty mau nikah kita datang yah, selamat yah Rel akhirnya kamu nikah juga "


" Iyah terimakasih Sya."


" Gimana kamu udd fitting baju belum kalau belum aku antar yah ?


" Boleh-boleh nanti rencananya siang aku akan fitting baju."


" Ya udd aku antar sekalian jalan-jalan."


Siang harinya mereka pergi ke butik untuk membeli gaun pernikahan Aurel dan Daniel.


Sampailah mereka di butik Aurel dan Taysa langsung masuk ke dalam butik tersebut.


" Selamat siang nyonya Pratama ada yang bisa saya bantu ?" kata pegawai butik kepada Taysa


" Iya saya ingin gaun pengantin yang baru yah buat teman saya."


" Baik nyonya tunggu sebentar."


Tak lama kemudian pegawai butik itu membawa beberapa gaun pengantin.


" Ini nyonya silahkan di pilih mau yang mana ?"


" Yang itu aja mbak." kata Taysa sambil menunjuk ke arah gaun pengantin yang menurutnya cocok untuk di pakai oleh Aurel



" Baik nyonya mari temannya ikut saja ke ruangan ganti "


Aurel dan pegawai butik itu keluar dari ruang ganti, Taysa yang melihat itu senyum bangga karena benar saja gaun yang ia pilihkan sangat cocok di tubuh Aurel.


" Wah kamu cantik banget Rel."


" Makasih yah Sya kamu udd bantu aku nyariin gaun buat pernikahan."


" Iyah sama-sama Rel kita kan teman."


" Ya udd bungkus yang itu aja mbak " kata Taysa kepada pegawai butik


" Baik nyonya."


Setelah membayar gaun pengantin itu Tasya dan Aurel pergi ke mall terdekat.


" Rel kayanya Dede bayi pengen beli es krim kita ke mall yu "


" Ya udd ayo, kasian ponakan aunty haus yah."


Mereka berjalan menuju parkiran butik dan segera berangkat ke mall.


Tidak lama mereka sudah sampai di mall.


" Kamu duduk dulu Sya biar aku yang pesenin."


" Iya Rel."


Tak lama Aurel datang dengan membawa 2 es krim di tangannya.


" Nih es krimnya, di makan yah Dede bayi."



" Makasih aunty."


" Sama-sama."


Saat mereka sedang asik menikmati es krim tiba-tiba handphone Tasya berbunyi di lihatnya Radit menelpon.


Kring kring kring


📱: Hallo assalamualaikum mas, ada apa ?


📱: waalaikumsalam, kamu lagi di mana ?


📱: Aku lagi di mall tadi habis nganter Aurel ke butik


📱: Awas jangan kecapean yah sayang, pulang nya jangan terlalu sore.


📱: Iya mas nanti sebentar lagi pulang kok.


📱: Ya udd kalau gitu mas tutup dulu yah, assalamualaikum.


📱: Waalaikumsalam.


Taysa menyimpan kembali handphone nya ke dalam tas.


" Radit nelpon Sya.?"


" Iya cuman nanya lagi di mana."


" Enak yah kalau udd nikah ada yang merhatiin "


" Kan sebentar lagi kamu bakal nikah Rel."


" Iya Sya aku gak nyangka kalau jodoh aku Daniel, terimakasih yah karena waktu itu kamu telah mempertemukan aku dengan Daniel."


" Kamu ini ada-ada saja, Iyah sama-sama."


" Sya kita pulang yu, aku mau pesen bolu pengantin ke toko mama kamu nih."


" Ya udd aku antar sekalian mau ketemu sama mama."


Taysa dan Aurel keluar dari mall dan segera menuju toko mama Taysa.


" Assalamualaikum Tante." sapa Aurel kepada mama Taysa


" Waalaikumsalam Rel tumben kamu ke sini."


" Iya Tante aku mau pesen bolu."


" Bolu apa agar Tante buat yang spesial."


" Bolu pengantin Tan." ujarnya malu


" Wah Alhamdulillah akhirnya kamu nyusul Tasya juga, oke Tante akan buatkan yang spesial untuk kamu "


" Terimakasih yah Tan, kalau gitu aku pulang dulu udd sore, dah Sya."


" Hati-hati Rel di jalannya."


Tasya langsung memeluk mamanya


" Ma Tasya kangen sama mama."


" Mama juga sayang, gimana cucu mama baik-baik saja kan ?


" Iya mah cucu mama sehat."


" Syukurlah kalau begitu, kamu mau apa biar mama buatin."


" Aku mau donat ma."


" Ya udd mama ambil dulu yah."


Mama Taysa langsung membungkus beberapa donat untuk anak tersayang nya itu.


" Nih donatnya Oma kasih gratis buat kamu." kata mama Tasya sambil mengelus perut Tasya


" Makasih ya ma, kalau gitu aku mau pulang dulu."


" Kamu pulang sama siapa nak ?


" Tadi aku udd pesen taksi ma, kalah gitu aku pamit assalamualaikum."


" Waalaikumsalam, hati-hati yah."


Kini Taysa sudah berada di dalam taksi untuk pulang menuju rumahnya.


" Ini pa uangnya, kembaliannya ambil aja."


" Terimakasih Neng."


Tasya segera masuk ke dalam rumahnya dan ia langsung ke kamarnya untuk mandi karena badannya lengket.


Tak beberapa menit Radit datang dari kantornya dan ia melihat Tasya yang sedang nonton tv sambil memakan donat yang tadi di kasih mamanya.


" Sayang kamu lagi makan apa ?


" Ini donat buatan mama, kamu mau ?


" Boleh-boleh."


Tasya dan Radit asik menikmati donat buatan mama mertuanya.