
Pagi hari seperti biasa Tasya menyiapkan keperluan Radit.
Kini mereka sedang asik menikmati sarapan namun Tasya masih sama dalam mode melamun nya.
" Sayang apa kenapa dari semalam kayanya murung banget ?"
" Gak papa ko mas."
" Kalau ada apa masalah tolong cerita dong."
" Enggak kok mas aku baik-baik saja."
Sebenarnya Tasya ingin menanyakan kepada Radit tentang apa yang di ucapkan Jasmin tempo kemarin.
Setelah sarapan Radit langsung pergi ke kantornya.
" Aku berangkat dulu yah, kamu hati-hati di rumah, assalamualaikum."
" Iya mas hati-hati di jalannya, waalaikumsalam."
Mobil hitam milik Radit sudah membelah jalanan ibukota di pagi hari, Radit sedikit kenapa istrinya itu selalu melamun padahal sebentar lagi akan lahiran.
Tak lama tibalah Radit di kantornya pagi ini Radit nampak tak semangat karena selalu ke pikiran Tasya.
Krek
Pintu ruangan Radit terbuka dan muncul Daniel.
" Lo kenapa pagi-pagi udd ngelamun aja ?"
" Gue bingung."
" Bingung kenapa, Lo bisa cerita ke gue siapa tau gue bisa bantu."
" Gak tau kenapa dari semalam Tasya selalu melamun seperti ada sesuatu yang di sembunyikan."
" Mungkin dia lagi cape aja kali."
" Tadi pagi juga pas sarapan dia melamun terus, gue takut terjadi apa-apa."
" Udd Lo tenang aja, Tasya bakalan baik-baik saja."
Sedangkan di rumah, Tasya hanya diam dan menatap kosong ke arah tv, pikiran melayang entak kemana.
Tasya takut jika yang di katakan oleh Jasmin itu kenyataan.
Bi Sari yang melihat itu tidak tega.
" Neng udd jangan di pikirkan omongan mbak Jasmin "
" Tapi bi bagaimana kalau itu benar anak mas Radit, aku takut bi." kata Tasya sambil memeluk bi Sari
" Udd Neng Tasya tenang aja percaya sama bibi."
# Di apartemen Jasmin
Wanita itu baru bangun dari tidurnya ia merasa lega karena sudah membuat Tasya marah dan sebentar lagi Tasya akan pergi meninggalkan Radit pikir nya.
" Nikmati lah momen ini Tasya." ucapnya sambil tertawa.
Hari semakin siang kini Radit dan Daniel pergi untuk makan siang di restoran XX, setelah sampai mereka langsung memesan makanan.
" Udd lah dit Lo jangan kaya gini aja gue males liatnya."
" Gue masih kepikiran Tasya dan."
" Udd percaya ama gue Tasya baik-baik."
Datanglah makanan dan mereka berdua langsung memakan, tiba-tiba Daniel pamit untuk ke toilet sebentar.
" Dit Lo tunggu dulu yah gue ke toilet dulu "
" Iya iya ."
Daniel berjalan menuju toilet yang ada di restoran itu, saat sedang menunggu Daniel datanglah Jasmin menghampiri Radit.
" Hey dit sendirian aja ?"
" Gak kok gue sama Daniel, dia lagi ke toilet."
" Boleh ikut gabung gak ?
" Udd terserah Lo aja."
Jasmin pun langsung duduk.
Di rumah Tasya sangat bosan akhirnya ia mengajak Aurel untuk makan di restoran XX.
Tasya pun langsung menelpon Aurel.
📱 : Hallo assalamualaikum Rel."
📱: Waalaikumsalam Sya, ada apa ?
📱: Kamu lagi sibuk gak ? kita ke restoran XX yah aku bosan
📱: Ya udd nanti aku ke rumah kamu.
📱: Oke kalau begitu aku tutup yah, assalamualaikum
📱: Waalaikumsalam.
Setelah menelpon Aurel, Tasya segara menuju kamarnya untuk membawa Tas dan dompetnya.
Bel rumah Tasya berbunyi, Tasya segera membuka.
" Udd siap Sya ?"
" Udd Rel."
" Kamu yakin mau jalan sebentar lagi kamu bakal ngelahirin loh."
" Ya udd kalau gitu kita pergi."
Tasya dan Aurel berangkat ke restoran XX dengan diantar oleh super Tasya karena tidak mungkin jika Tasya yang membawa mobil sendiri.
Tibalah mereka di restoran XX dan langsung masuk saat mau duduk alangkah terkejutnya Tasya yang melihat Radit dan Jasmin yang sedang bercanda gurau.
Air matanya sudah tak bisa di bendung lagi.
" Kamu tega mas kamu tega sama aku." gumam Tasya pelan
Aurel yang melihat itu merasa kasihan kepada Tasya.
" Sya kamu baik-baik saja ?"
" Iya aku gak papa, ayo kita pesan."
Mereka berdua memesan makanan, setelah selesai makan mereka pulang ke rumah masing-masing.
" Rel bolehkan aku ikut dengan kamu ? aku gak siap harus melihat mas Radit."
" Ya udd yuk kamu tenangin diri kamu dulu."
Akhirnya Tasya ikut dengan Aurel ke rumah Aurel.
Di rumah Aurel, Tasya nampak murung sekali ia tak tau apa yang harus di lakukan.
" Sya udd dong kasian baby nya kalau kamu sedih."
" Aku takut semua yang di katakan Jasmin benar."
" Memang apa yang di katakan Jasmin ?
" Waktu mas Radit ke kota A dan di situ juga ada Jasmin yang menghadapi klien, entah apa yang mereka lakukan Jasmin memoto dirinya dan Mas Radit yang berada di atas ranjang, setelah dua Minggu dari kepulangan dari kota A Jasmin datang ke rumah ia menyatakan bahwa dirinya hamil."
Aurel yang mendengar kan itu ikut sedih bagaimana bisa Radit yang ia kenal nya bisa begitu tetapi Aurel juga tak percaya kalau Radit melakukan itu, Aurel langsung memeluk Tasya.
" Udd kamu tenang dulu nanti baru kamu tanyain ke Radit."
" Aku gak sanggup."
" Kamu pasti bisa."
Radit pulang ke rumahnya tetapi ia tidak menemui istrinya.
" Bi..Bi."
" Iya ada pa den ?
" Tasya mana ?"
" Tadi Neng Tasya bersama dengan Neng Aurel."
Tanpa pikir panjang Radit segera menuju rumah Daniel.
Ting tong
" Iya sebentar."
" Eh dit kamu nyari Tasya yah ? Aurel
" Iya di mana Tasya ?"
" Tasya ada di taman belakang."
Radit segera menuju taman belakang.
" Sayang kamu lagi apa ?
" Kamu jangan dekat-dekat aku mas."
" Memangnya kenapa ?"
" Aku gak mau merusak hubungan mas dengan Jasmin."
" Hubungan apa, aku gak ada hubungan apa."
" Asal kamu tau mas semenjak kepulangan kamu dari Kota A, Jasmin datang ke rumah kita dia meminta mas untuk jadi suaminya karena dia sedang mengandung anak kamu, kau tega mas khianati pernikahan kita, kamu tegas mas mana janji kamu mas mana ? "
" Sayang dengarkan aku dulu, jujur aku gak melakukan apapun dengan Jasmin."
" Kamu gak usah berbohong mas, lihat ini lihat kamu sedang telanjang dada tidur dengan Jasmin, kamu tega mas "
" Sayang aku bisa jelasin."
" Jelasin apa mas ? itu benarkan jawab mas
Radit bingung harus menjawab apa sebenarnya ia tidak melakukan apapun dengan Jasmin, iya yakin bahwa dirinya di jebak.
" Jawab mas kenapa kamu diam saja berarti benar itu anak kamu, aku gak mau lihat kamu lagi."
Taysa keluar dari rumah Aurel, Aurel dan Daniel yang melihat itu hanya diam saja karena mereka tidak tau masalahnya apa dan tidak mau ikut campur dengan rumah tangga orang.
Tasya berlari kecil dengan air mata yang terus membasahi pipinya.
Ia tak tau sekarang harus pergi kemana jika pulang ke rumah mamanya pasti mamanya akan menanyakan begitu pun kalau pulang ke rumah mama mertua.
Tanpa Tasya sadari dari arah depan ada mobil yang melaju dengan kecepatan tinggi.
Braakk
Tasya tertabrak dan darah segar mengalir di bagian kakinya.
Radit yang melihat itu hanya bisa berteriak
TASYA....
Radit langsung mendekati Tasya dan membawanya ke rumah sakit.
# maaf jika ada salah kata 🙏