
Sudah 3 hari di rawat di rumah sakit kini Killa belum juga sadar Ira sang mama merasa khawatir dengan anaknya itu.
" Mas gimana ini anak kita belum sadar juga, bagaimana kalau kita bawa ke rumah sakit luar negeri aja." kata Ira kepada Kelvin.
" Sabar sayang kini tunggu dulu perkembangan nya, nanti kalau udd seminggu gak sadar kita bawa ke luar negri." ucap Kelvin menenangkan sang istri.
Di kampus Ghibran saat penasaran sekali motif dari belakang ini semua ia berjalan ke arah ruang CCTV dengan diantar oleh petugas ruangan, ia melihat kembali rekaman CCTV saat empat hari kebelakang, Ghibran melihat ada kejanggalan di sekitar parkiran kampus, ia memperbesar layar dan benar saja ada seseorang yang mencoba memutuskan rem mobil Killa saat di lihat wajahnya ia sangat terkejut ternyata yang melakukan itu adalah Salsha dan Ghibran segera keluar dari ruangan itu untuk mencari Salsha.
Sedangkan di kelasnya Salsha tertawa bahagia karena musuh yang ia anggap selama ini telah berhasil ia kalahkan, namun saat sedang tertawa tiba tiba pintu ruangan itu terbuka dengan sangat keras.
Braakk
Ghibran menendang pintu itu, semua yang ada di kelas itu kaget, wajah Ghibran sudah memerah menahan emosi.
" Apa yang Lo lakukan kepada Killa hah ?" bentak Ghibran di hadapan Salsha.
" Kamu kenapa sih Ghib datang datang langsung marah aja." jawab Salsha
" Gue nanya ke Lo apa yang Lo lakukan ke Killa sampai sampai dia mengalami kecelakaan ?"
Semua mahasiswa terkejut dengan apa yang di katakan oleh Ghibran.
" Lo ngelakuin apa Sha ?" tanya Sherli teman dekat Salsha.
" Enggak gue gak ngelakuin apa apa kok." jawabnya
" Jangan bohong Lo, jelas jelas Lo kan yang udd mutusin kabel rem mobil Killa ?" tanya Ghibran.
Salsha tidak bisa menjawab dirinya hanya dia saja karena takut.
" Jawab pertanyaan gue Sha." kata Ghibran.
" Iya gue ngelakuin itu semua karena gue suka sama Lo, kenapa sih Lo gak pernah peduli sedikitpun sama gue, gue bener bener sayang sama Lo Ghibran." kata Salsha
" Asal Lo tau yah Lo itu bukan suka sama gue tapi Lo itu terobsesi, lagian kalau Lo sayang Lo gak bakal ngelakuin ini." kata Ghibran langsung keluar dari kelas itu.
" Ghibran tunggu gue bisa jelasin semua nya." teriak Salsha.
Ghibran tidak menanggapi teriakkan Salsha ia berjalan ke taman kampus untuk menenangkan pikirannya.
Sedangkan di kelas Salsha, Salsha di ejek oleh teman temannya.
" Masa ada yang sayang gitu yah." kata temannya.
" Iya kaya yang gak punya harga diri aja." kata temannya lagi.
Salsha hanya diam mendengarkan semua cibiran dari para teman temannya.
" Kenapa Lo sejahat itu Sha, gue baru tau kalau Lo kayak gini." ucap Sherli dan langsung pergi meninggalkan Salsha.
Dio yang tak sengaja melihat temannya sedang menyendiri di taman ia segera menghampiri temannya itu.
" Lo kenapa ngelamun aja tar ke sambet baru tau rasa." kata Dio kepada Ghibran.
Ghibran hanya diam tak menjawab ucapan Dio.
" Lo kenapa sih gue ngomong gak di denger ?" ucap Dio.
" Gue udd tau siapa yang buat Killa kecelakaan." jawabnya sambil menatap ke arah depan.
" Maksud Lo ?"
" Iya gue tau siapa dalang dari semua ini, Salsha dia udd mutusin kabel rem mobil Killa hingga mobil rem Killa blong dan menabrak pembatas jalan."
" Lo tau dari mana ?"
" Gue liat dari CCTV kampus."
" Gila tuh cewek dasar harus di beri pelajaran." ucap Dio emosi.
" Tenang aja gue bakal bilang ke dosen bahwa Salsha udd buat Killa celaka."
Siang harinya setelah pelajaran selesai Ghibran menuju ruang dosennya untuk memberitahukan motif belakang dari kecelakaan Killa.
Tuk tuk tuk
Pintu ruangan itu terbuka.
" Masuk." kata orang yang ada di dalam.
Ghibran segera masuk lalu duduk di hadapan dosennya.
" Ada apa Ghibran ?"
" Ada yang saya mau bicarakan ke bapak."
" Tentang kecelakaan Killa, saya sudah tau motif belakang nya, silahkan bapak lihat rekaman ini." Ghibran langsung memberikan rekaman CCTV itu.
Dosen itu kaget dan ia segera keluar dari ruangannya untuk melaporkan ini kepada atasannya.
Setelah memberitahu kan itu Ghibran langsung memasuki mobilnya untuk segera ke rumah sakit menemui Killa
Tiba di rumah sakit Ghibran masuk ke ruangan Killa dan duduk di sampingnya sambil memegang tangan Killa dengan erat.
" Bangun Killa apakah kamu akan tidur saja, apa kamu tidak mau lihat wajahku lagi. ?" ucapnya.
Namun tak ada respon apa apa dari Killa, Ghibran dengan setia mengajak Killa berbicara dan tidak lama kemudian tangan Killa bergerak.
" Killa kamu sadar ?" ucapnya senang, Ghibran langsung memanggil dokter dan doker itu segera memeriksa Killa.
" Alhamdulillah pasien sudah pulih tapi mohon jangan diajak bicara terlebih dahulu, biar pasien dapet memulihkan ingatannya."
" Baik dokter terimakasih."
Dokter itu keluar dari ruangan Killa, Ghibran segera menghubungi orang tua Killa serta bundanya.
Tak lama kedua orang tua Killa sudah berada di rumah sakit.
" Alhamdulillah anak kita sudah sadar mas." kata Ira senang.
" Iya sayang." ucap Kelvin.
" Terimakasih Ghibran kamu selalu menemani dan dan menjaga anak saya." ucap Ira
" Iya sama sama Tante."
Tiba tiba datang bunda dan papa nya Ghibran.
" Gimana keadaan Killa ?" tanya Tasya.
" Alhamdulillah dia udd siuman." kata Ira
Sedangkan Kelvin dan Radit berbicara di luar ruangan.
" Bagaimana kalau anak kita jodohkan saja, gue percaya sama Ghibran bakal jaga anak gue." kata Kelvin, meskipun mereka sudah mempunyai anak tetapi mereka berbicara layaknya anak muda.
" Gue setuju aja, lagian anak Lo cantik."
" Ya udd nanti kita bicarakan lagi kalau anak gue udd sembuh total."
Hari semakin sore kedua orang tua Ghibran pamit untuk pulang begitu pun dengan orang tua Killa.
" Ghibran aku haus." ucap Killa dengan nada lemas
Dengan sigap Ghibran melayani Killa.
" Nih di minum dulu."
" Makasih yah." kata Killa.
" Kamu mau apa biar aku beliin ?" tanya Ghibran.
" Aku mau makan roti aja." jawab Killa.
" Ya udd aku beli dulu yah."
Ghibran keluar dari ruangan Killa, ia segera berjalan ke supermarket yang ada di dekat rumah sakit dan membeli beberapa roti serta makanan ringan lainnya.
Tak lama Ghibran kembali lagi ke ruangan Killa.
" Nih makan dulu." ucap Ghibran sambil menyodorkan roti yang telah di buka kemasannya.
Killa menikmati roti itu dengan perlahan lahan.
Malam harinya Ghibran seperti biasa menginap di rumah sakit untuk menemani Killa.
Sedangkan di rumahnya sang adik merasa kesepian.
" Bunda kakak nginep lagi ?"
" Iya sayang kakak lagi nemani kak Killa."
" Bunda aku besok pulang sekolah jenguk kak Killa yah."
" Iya, ya udd kamu tidur dulu udd malem."
" Iya bunda."
Gita segera masuk ke dalam kamarnya dan langsung tertidur pulas.