
Mereka menaiki lift untuk menuju kamar.
Ting
Pintu lift terbuka dan Radit segera menggendong Taysa karena Radit kasian melihat Taysa yang sudah kelelahan.
Saat mereka memasuki betapa terkejut nya saat melihat kamar hotel yang telah di hias.
" Aku mandi dulu yah gak enak udd lengkap banget ini."
" Iyah nanti mandinya gilir aja."
Taysa menuju kamar mandi dan ia segera melakukan ritualnya.
" dit." ucap Tasya
" Kamu udd mandinya kalau gitu aku mandi dulu yah."
Radit memasuki kamar mandi setelah selesai ia mengeringkan rambutnya di dekat meja rias saat hendak menyimpan handuk Radit melihat Taysa yang sudah tertidur di ranjangnya.
Radit menghampiri Taysa untuk menyelimutinya dan Radit pun ikut berbaring di sampingnya.
" Kasian kamu pasti lelah ya, aku gak akan minta hak ku sekarang aku akan menunggu kamu siap, selamat tidur my wife." ucap Radit sambil mencium kening Taysa
Radit pun sudah memasuki dunia mimpinya.
Keesokan pagi nya Radit bangun dan dilihatnya Taysa masih asik dengan dunia mimpinya.
Radit masuk ke kamar mandi untuk menyegarkan badannya.
Radit kembali ke atas ranjang untuk membangunkan istrinya.
" Sya sayang bangun udd pagi."
" hmmm."
" Ayo bangun kita sarapan pasti semua orang sudah nunggu kita di luar."
" Jam berapa sekarang." ucap Taysa dengan nada khas orang bangun tidur
" Udd jam 7 mandi yah nanti kita makan."
Radit pun mencium kening Taysa dan Tasya kaget dengan kelakuan Radit.
" Kiss morning sayang." Ucap Radit
Sedangkan Taysa muka nya memerah tersipu malu
" Ya udd aku mandi dulu."
Taysa berjalan menuju kamar mandi setelah mandi mereka turun ke bawah untuk sarapan bersama keluarga nya.
" Udd bangun sayang gimana tidurnya nyenyak." Mama Radit
" Iya udd ma, Alhamdulillah nyenyak ma mungkin karena cape berdiri terus." Ucap Taysa dengan jujur nya
" Ya udd yu sarapan dulu kalian kan belum makan dari malam." Mama Taysa
" Iya ma." kata mereka
Setelah selesai makan mereka kembali ke rumah Taysa.
Sesampainya di rumah Taysa mereka mengobrol bersama.
" Ini kado dari ayah mohon di terima yah."
" Memang nya ini apa yah ?" Taysa
" Buka aja."
Taysa segera membuka kado tersebut dan Taysa tampak kegirangan saat melihat isinya
" Ini kan tiket ke Bali yah."
" Terimakasih yah." Kata Radit dan Taysa
Tasya dan Radit kini sedang berkemas karena nanti siang mereka akan berangkat ke Bali.
Setelah berkemas mereka turun ke bawah karena mereka ingin segera menuju bandara.
" Ma Radit dan Taysa berangkat sekarang saja ke bandaranya biara kami nunggu di sana."
" ya udd mama antar yah "
Para orang tua itu mengantarkan anak-anak nya ke bandara untuk bulan madu di Bali.
Hampir setengah jam mereka menunggu akhirnya pesat yang mereka tumpangan akan segera berangkat.
" Ma,pa, yah kamu berangkat dulu yah."
" Iya hati-hati yah semoga pulang bawa cucu untuk kami." Mama Radit
Kini mereka berada di dalem pesawat
" Jika kamu ngantuk tidurlah nanti kalau sudah sampai aku bangunin." Ucap Radit kepada Taysa
" Iya mas."
Selama perjalanan Radit memandangi wajah cantik istirnya, kini mereka telah tiba di bandara internasional Ngurah Rai Bali
" Sayang bangun pesawat nya akan turun."
" Emm?
Mereka masuk ke dalam mobil yang telah menunggu Meraka.
sampai lah mereka di hotel XX
Mereka segera check in hotel.
" Selamat datang di hotel kami, ini kunci kamarnya semoga puas."
Tasya dan Radit menuju kamarnya, kamar yang menghadap ke arah pantai itu menambah keromantisan mereka.
" Mas aku mandi dulu yah."
" Iya nanti habis itu kita cari makan yah."
Setelah mandi mereka mencari makan sambil menikmati keindahan sore hari di sekitar pantai Kuta.
Jam menunjukkan pukul 18:00 mereka balik lagi ke hotel dan segera melaksanakan solat magrib.
Solat kali ini berbeda dari solat yang sebelumnya karena sekarang sudah ada imam.
Mereka mengaji sambil menunggu adzan isya , setelah isya mereka beristirahat.
" Sayang buka dong jilbabnya kan hanya ada aku di sini."
" Emm iya."
Taysa membuka jilbabnya terlihat lah rambut yang hitam dan lurus serta tercium aroma wangi
" Kamu tetep cantik meski di buka jilbab juga terima kasih yah telah menjaganya." ucap Radit sambil memeluk Tasya
Radit pun mencium tengkuk Tasya.
" Mas geli."
" Sayang apakah mas boleh meminta hak mas sekarang ? tapi kalau kamu belum siap gak papa ko."
" Iya mas aku siap."
Malam ini adalah malam yang indah bagi mereka berdua
setelah melakukan itu mereka langsung terlalap tidur.