
Pagi harinya seperti biasa setelah solat Taysa membantu bi Nur membuat sarapan.
"Bi sini aku bantu yah."
" Iya neng."
Taysa dan bi nur mulai berkutat dengan bahan dan alat masak di dapur.
Kurang lebih setengah jam sarapan pun sudah siap di sajikan.
Taysa kembali ke kamar untuk mengajak suaminya sarapan bersama.
" Mas ayo sarapan dulu."
" Iya sayang, tolong pasangin dasinya dong." 😁
" Dasar manja."
" Manja sama istri sendiri gak papa."
" Udd ayo cepetan kita sarapan dulu."
Tasya dan Radit turun ke bawah di meja makan sudah ada mama dan ayah sedangkan orang tua Radit semalam sudah pulang ke
rumahnya.
" Pagi yah..ma."
" Pagi juga dit ayo sarapan dulu."
mereka sarapan bersama tidak ada yang berbicara hanya ada dentingan sendok dan piring yang saling beradu.
" Ya..Ma Radit pergi ke kantor dulu yah."
" Iya hati-hati di jalan nya."
" Taysa juga mau ke kantor mau cek laporan."
" Ya udd kalau gitu kamu perginya bareng aku aja yah."
" Iya mas."
" Ya udd ma..Yah, assalamualaikum." kata mereka sambil mencium kedua tangan mama dan ayah
" Waalaikumsalam." jawab mama dan ayah
Mereka pun berangkat menuju kantor dengan mengunakan mobil Radit, Radit mengantarkan istrinya dahulu untuk ke kantornya.
Tibalah mobil Radit di halaman kantor.
" Mas aku masuk dulu yah nanti pulang biar sama Aurel aja karena aku mau ketemuan sama Ira."
" Iya nanti pulangnya jangan sore yah, kalau gitu mas pergi dulu."
" Assalamualaikum." lalu Tasya pun mencium tangan Radit dan Radit mencium kening Tasya
" Waalaikumsalam mas." kata Taysa
Taysa berjalan ke arah ruangannya sebelum masuk ia membagikan oleh-oleh dari Bali untuk para karyawan nya.
" Nit tolong kamu bagikan ini kepada seluruh pegawai yah." titah Tasya ke Nita
" Iya siap Bu."
Taysa lalu berjalan meninggalkan meja Resepsionis sedangkan Nita sibuk membagikan oleh-oleh untuk para karyawan,
semua karyawan nampak bahagia saat menerima oleh-oleh tersebut.
Taysa sedang berkutat dengan komputer dan berkas-berkas laporan di atas mejanya, saat sedang fokus datang lah seseorang dari arah pintu.
" Pagi Bu bos fokus banget sih." Aurel
" Eh kamu Rel, iya ini lagi ngecek laporan."
" Ini hasil laporan kerjasama dengan perusahaan B'company."
" Ouh iya terimakasih Rel, eh ini ada sedikit oleh-oleh dari aku dan Mas Radit.
" Wah makasih Bu bos kamu memang baik."
" Nanti siang kita ke cafe biasa yu ajak Ira sekalian."
" Oke siap Bu bos."
Kini sudah memasuki jam istirahat Tasya dan Aurel pergi ke cafe XX untuk bertemu dengan Ira sahabat mereka.
" Rel pake mobil kamu yah soalnya aku gak bawa mobil tadi pagi di anter mas Radit."
" Oke siap Bu bos."
Mereka duduk di tempat favorit, tak lama kemudian datang orang yang mereka tunggu.
" Hai Sya, Rel maaf yah aku telat."
" Iya ga papa ko Ra ayo duduk."
Mereka berbincang-bincang karena hampir beberapa hari ini mereka jarang ketemu apa lagi dengan Ira yang tempat kerjanya beda.
" Eh iya Ra ini ada oleh-oleh dari aku dan mas Radit."
" Wah terimakasih Sya kamu memang baik, aku juga ada sesuatu buat kalian nih."
" Apaan ? kata Aurel penasaran
" Ini." kata Ira sambil memberikan undangan
" Undangan tunangan ? kamu mau tunangan Ra." Aurel
" Iya satu Minggu lagi kalian hadir yah."
" Iya kami pasti hadir selamat yah Ra." Taysa
" Selamat yah Ra." Aurel
Sebenarnya dari lubuk hati Aurel ia merasa sedih teman-temannya sudah menikah dan tunangan sedangkan ia masih sibuk bekerja tapi Aurel tidak begitu khawatir karena ia yakin suatu hari ia akan seperti temannya.
# Kantor Radit
" Gimana bro acara bulan madunya lancar, enak yah Lo punya mertua kaya ayahnya Taysa." Daniel
" Alhamdulillah semuanya berjalan lancar, iya aku beruntung dapet keluarga yang begitu sayang padaku dan Tasya."
Saat mereka sedang asik mengobrol datanglah Kelvin ke ruangan Radit.
" Hai sore gue ganggu." Kelvin
" Enggak kok santai aja." Daniel
Kelvin segera duduk bersama dengan teman-temannya.
" Eh iya gua mau kasih sesuatu ke Lo berdua."
" Apaan ?" kata mereka kompak
" Nih." Kelvin memberi undangan kepada kedua sahabatnya itu
" Lo mau tunangan ? Radit
" Iya gue mau tunangan dulu sama Ira kan gue harus ngumpulin dulu modal." 😅😅
" Selamat yah bro." Daniel
Sama halnya dengan Aurel, Daniel juga merasakan ada kesedihan di hatinya bukan ia tak mau seperti teman-temannya itu tetapi ia sedang berusaha untuk mengumpulkan modal dengan hasil kerjanya sendiri meskipun Daniel orang berada tapi ia tak mau membebani keluarganya.
" Kalian nanti hadir yah jangan lupa bawa pasangan kalian." Daniel
" Oke tenang aja kita datang ko ya gak dit." kata Daniel kepada Radit
" Iya kita pasti datang kok." Kata Radit
Jam sudah sore kini mereka kembali ke rumahnya masing-masing.
Radit sudah sampai di kediaman Tasya dan segera masuk ke kamarnya
" Udd pulang mas."
" Iya ini udd baru pulang mas mandi dulu yah."
Radit segera menuju kamar mandi sedangkan Tasya menyiapkan pakaian ganti untuk Radit.
Radit keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk di pinggang nya dan rambut nya masih terlihat basah.
" Mas kok gak di baju sih cepet di baju sana aku udd nyiapin bajunya."
" Iya iya ini juga mau di baju kok."
Radit berjalan menuju ruangan ganti baju, kini ia telah memakai baju santainya.
Radit dan Tasya berjalan menuju taman belakang rumah Taysa, mereka menikmati keindahan sore hari dengan di temani oleh beberapa cemilan ringan.
Waktu menjadi pukul 18:00 saatnya kedua insan itu berjalan ke kamar untuk melakukan solat magrib, sambil menunggu solat isya Tasya dan Radit menonton siaran televisi di kamarnya.
setelah solat mereka makan malam bersama dengan mama dan ayah Taysa.
mereka seperti keluarga yang harmonis tak pernah terdengar keributan di rumah itu.
# maaf apabila ada salah kata mohon kritik saran, komen dan like nya 🙏