My wife is a CEO

My wife is a CEO
Bab 19



Pagi harinya Taysa terbangun ia merasa heran kenapa dirinya bisa ada di dalam kamar sehingga ia masih di mobil bersama Radit.


Saat hendak membuka hpnya ia senyum sendiri saat melihat pesan masuk dari Radit yang berisi


" Maaf Tas semalam aku lancang menyentuh mu tapi mau bagaimana lagi kamu di bangunkan gak bangun-bangun ya jadi aku


gendong, sekali lagi maaf yah jangan marah." ☺️


Itulah pesan dari Radit.


Tasya segera bangun dari ranjangnya dan ia masuk ke dalam kamar mandi.


Setelah selesai mandi Taysa turun ke bawah untuk sarapan bersama kedua orang tua nya.


" Pagi ma..Yah."


" Pagi sayang ayo cepetan makan dulu biar kuat kerjanya."


" Iya ma."


Acara sarapan pun selesai dan kini Taysa bergegas menuju kantornya.


mobil silver itu telah membelah jalanan ibu kota di pagi hari.


tibalah Taysa di kantor nya.


Sebelum masuk ke ruangannya Taysa menyempatkan diri ke pantry terlebih dahulu.


" Pagi Bu Taysa." ucap Agus OB


" Pagi juga Gus."


" Ada yang bisa saya bantu bu ?"


" Enggak usah Gus saya ingin membuat teh aja."


" Ouh ya udd kalau gitu saya lanjut kerja dulu Bu."


Agus langsung mengerjakan kembali tugasnya.


Taysa berjalan menuju ke ruangan nya di sepanjang ruangan banyak sekali karyawan yang menyapanya.


Tok tok tok


" Masuk."


Aurel segara masuk kedalam ruangan bos nya.


" Pagi Bu bos aku mau cerita nih."


" Pagi juga mau cerita apa emang nya ?"


" Tadi malam aku habis di ajak ke rumah Daniel keluarganya baik banget."


" Syukurlah kalau mereka menyambut dengan baik."


" Kalau keluarga Radit gimana ?


" Alhamdulillah mereka juga baik."


" Syukurlah, eh ini hampir lupa laporan bulanan."


" Alhamdulillah Rel keuangan kita semakin meningkat."


" Iya Sya Alhamdulillah, eh nanti siang kalau kamu gak sibuk kita makan siang di toko roti mama kamu ya aku kangen banget."


" Ya udd kamu lanjut kerja lagi biar cepat selesai "


" Iya siap bu bos."


Saat Aurel keluar ruangan Tasya hp Tasya pun berbunyi.


Ting


πŸ“±: Pagi sayang gimana malam tidurnya nyenyak, maaf yah semalam aku gak maksud buat nyentuh kamu.


πŸ“± : Iya ga papa itu juga salah aku, aku ketiduran di mobil kamu jadi ngerepotin.


πŸ“±: Enggak kok sayang kamu gak ngerepotin, eh yah nanti siang mau makan di mana biar sekalian bareng.


πŸ“±: Maaf yah nanti siang aku sama Aurel mau makan di toko roti mama, kamu mau ikut ?


πŸ“±: boleh boleh, ya udd kamu lanjut kerja yah 😘


πŸ“±: Iyah kamu juga ❀️


Tasya kembali berkutat dengan komputer dan berkas-berkasnya.


Jam menunjukkan pukul 12:00 Aurel langsung mengajak bos nya.


" Kalau masuk tuh ketuk dulu napa."


" Hehehe maaf lupa." 😁


" Kamu dasar, nanti tunggu aku mau beresin ini dulu."


Kini Taysa dan Aurel sedang menuju toko roti mama Taysa.


" Assalamualaikum Tante."


" Waalaikumsalam, eh Aurel apa kabar kamu ?"


" Alhamdulillah aku baik Tan, aku kangen banget " katanya sambil memeluk mama Taysa


" Sama Tante juga udd lama gak ketemu, mau pesen apa ? di bawa pulang apa di makan di sini ?


" Di makan di sini aja deh Tan."


" Ya udd kamu tunggu dulu yah."


Taysa dan Aurel menunggu pesanan mereka.




" Wah makasih banyak Tante."


" Sama-sama ayo di coba."


" Enak banget Tante aku suka manisnya pas."


" Terimakasih ini resep dari Taysa."


" Wah Bu bos segala bisa yah."


Saat mereka sedang asik mengobrol datang Radit dan Daniel dan segera menghampiri mereka.


" Assalamualaikum ma."


" Waalaikumsalam Eh Radit, Daniel kalian mau pesen apa."


" Aku mau coffee latte aja deh Tan." Daniel


" Kalau kamu Dit ?


" Samain aja ma."


" Oke kalian tunggu dulu yah."


Mama Taysa kembali ke pantry untuk mengambil kan pesanan Radit dan Daniel.


Tak lama kemudian mama Taysa kembali lagi dengan membawa nampan di tangannya.



" Terimakasih Tante ini enak banget dari wanginya." Daniel


" Terimakasih ma." Radit


" Kalau gitu mama kembali ke belakang yah kalian lanjutkan saja makannya."


Mereka berempat pun asik menikmati makanan mereka.


" Sya ini enak banget, nanti kalau aku nikah aku bakal pesen bolu di sini." ucap Daniel sambil melirik Aurel sedangkan yang di lirik hanya tersipu malu.


" Oke nanti kalau kalian nikah bolu nya bakalan spesial deh.


" Yang nanti kalau kita yang nikah bolu nya tingkat 5 yah." goda Radit


" Apaan sih Dit malu tau."


" Ya elah gak usah malu segala kali Sya." Radit


Jam makan siang sudah hampir berakhir mereka kembali ke kantornya masing-masing.


" Ma kita pamit dulu yah uangnya sudah di mbak Susi."


" Iya sayang hati-hati yah."


" Mbak kami permisi dulu."


" Iya Neng nanti ke sini lagi yah."


" Iya mbak."


Kini mobil mereka sudah berjalan ke menuju kantor.