
Hari berganti hari kini kandungan Tasya sudah memasuki bulan ke delapan.
Kini perusahaan Radit semakin meningkat dan menembus pasar internasional.
Hari ini Radit akan bertemu dengan Jasmin kliennya untuk membahas pembangunan hotel di kota XX
" Sayang aku berangkat dulu yah, kamu hati-hati di rumah jangan melakukan hal yang membahayakan kalau ada apa-apa hubungi mas yah."
Semenjak kehamilan Tasya Radit jadi lebih over protektif.
" Iya mas aku janji gak bakal melakukan hal yang membahayakan, paling aku akan senam kehamilan dengan Aurel."
" Ya udd kalau gitu mas berangkat dulu, kamu jangan nakal di perut bunda ya sayang." ucap Radit sambil mengelus perut Tasya dan mencium nya
" Assalamualaikum."
" Waalaikumsalam, hati-hati mas "
Setelah kepergian Radit, Taysa langsung menghubungi sahabatnya Aurel.
📱: Hallo assalamualaikum Rel.
📱: Waalaikumsalam, ada apa Sya ?
📱: Rel hari ini kamu sibuk gak ? kita ikut senam kehamilan yuk di taman.
📱: Ayo Sya aku setuju banget
📱: Ya udd kalau gitu nanti ketemuan di taman aja yah.
📱: Siap Sya.
Tasya mematikan sambungan telepon dan ia keluar dari kamarnya.
" Bi..Bi.."
" Iya Neng ada apa ?
" Bi aku mau ke teman mau ikut senam kehamilan."
" Ya udd kalau gitu bibi ikut yah Neng."
" Ya udd yuk bi."
Tasya dan Bi Sari pun langsung menuju ke taman yang ada di perumahan tersebut.
Setibanya di taman sudah ada beberapa ibu hamil yang datang untuk melakukan senam.
Tak berapa lama Aurel pun datang dengan di temani asisten rumah tangga nya.
Tasya dan Aurel cukup semangat hari ini melakukan senamnya.
" Capek yah gitu juga." Aurel
" Iya, ini perut udd ngehalangin kalau di bawa gerak gitu."
" Yang sabar yah satu bulan lagi, nanti kamu bakal ketemu sama aunty dan bayi aunty."
" Iya Rel aku gak nyangka bakal di percepat di kasih keturunan."
" Iya aku juga gak nyangka Sya."
Mereka asik mengobrol sambil menikmati udara pagi hari di taman tersebut.
" Kita pulang yuk Rel ini badan udd pada lengket."
" Iya ayo Rek."
Tasya dan Aurel serta asisten rumah tangganya kini sudah memasuki rumah masing-masing.
# Kantor Radit
Radit sedang berkutat fokus dengan komputer dan berkas-berkas yang ada di dalam meja.
Tak lama kemudian telpon ruangan Radit berbunyi.
📞 : Hallo Pa maaf mengganggu waktunya ada yang mau bertemu dengan bapak di bawah.
📞 : Siapa yah ?
📞: Katanya dari perusahaan Teen'company
📞: Suruh dia masuk ke ruangan saya
📞: Baik pak.
Setelah itu Radit langsung menyuruh Daniel untuk segera ke ruangannya.
" Dan ke ruangan saya sebentar."
Daniel pun langsung datang ke ruangan bos nya.
" Ada apa ?
" Itu di lobby ada perwakilan dari Teen'company.
Jangan-jangan itu Jasmin, gumaman Daniel.
Saat mereka sedang mengobrol pintu ruangan terbuka.
" Radit ?" ucap perempuan itu
" Jasmin, ngapain kamu ke sini ?
" Aku perwakilan dari perusahaan Teen'company yang akan bekerjasama dengan perusahaan kamu "
" Ouh silahkan duduk."
Jasmin pun duduk di sofa ruang Radit
" Oke kita bahas saja mengenai proyek yang ada di kota XX."
Radit pun menjelaskan kepada Jasmin tentang pembangunan hotel di kota XX
" Aku harap kamu bisa kerja dengan profesional nona Jasmin." kata Radit
" Dit aku mau ngomong sama kamu ?"
"Ngomong apa ?"
" Tapi gak di sini."
" Maunya di mana ? aku gak punya banyak waktu, kalau gak ada yang penting mending kamu keluar dari ruangan saya."
" Dit aku nyesel udd ninggalin kamu, aku mohon dit aku ingin kembali lagi."
" Maaf Jasmin aku gak bisa, aku sudah punya istri dan sebentar lagi akan jadi ayah."
" Tapi dit aku mohon."
" Berhentilah mengemis seperti itu nona Jasmin yang terhormat."
Jasmin hanya diam saat mendengar penolakan dari Radit hatinya seolah-olah ingin marah tapi ia tahan.
" Ya udd kalau gitu aku pamit dit."
Jasmin keluar dari ruangan Radit ia terus menggerutu sepanjang jalan menuju parkiran.
" Kalau aku gak bisa dapatin kamu dengan cara halus maka aku akan dapatin kamu dengan cara kasar, liat saja Radit." gumam Jasmin 😏
Sedangkan Radit kesal di ruangannya kenapa Jasmin harus hadir lagi di kehidupannya.
Daniel masuk lagi ke ruangan bosnya.
" Ngomong tadi si Jasmin."
" Dia nyesel karena udd ninggalin gue dan sekarang dia mau balikan lagi sama gue."
" Gila tuh cewe gak ada akhlak nya."
" Udd lah jangan di ambil pusing biarin aja."
" Tapi gue takut dit si Jasmin nekat dapetin Lo dan yang akan berbahaya lagi buat si Tasya."
" Lo tenang aja gua gak akan biarin si Jasmin nyelakain anak dan istri gue."
" Iya gue percaya sama Lo."
" Ya udd kita makan dulu lapar gue nih."
Radit dan Daniel pun keluar untuk makan siang di restoran favorit mereka.
Sedangkan di kantor Jasmin ia sedang merencanakan cara untuk mendapatkan kembali Radit, tapi tak berapa lama hp nya berdering.
Kring kring kring
📱: Siang sayang, kamu lagi apa ?" Dion
📱: Siang juga sayang, aku habis dari kantor Radit.
📱: Habis ngapain kamu ke kantor Radit ?
📱: Ya habis membahas pembangunan lah
📱: Ouh syukurlah kalau begitu, inget Radit udd nikah jangan jadi perusak hubungan orang.
📱: Kamu bawel banget sih kaya cewe aja.
Jasmin kesal kepada kekasihnya itu dan langsung mematikan sambungan telponnya.
# Di rumah Tasya
Tasya sedang asik dengan cemilan dan film favorit entah kenapa akhir-akhir ini Tasya suka sekali makan banyak mungkin karena ada kehidupan dalam perutnya.
Saat sedang asik pintu utama terbuka nampak lah Radit dengan membawa kresek makanan di tangannya.
" Sayang kamu lagi apa ?"
" Ah ini mas lagi nonton, baru pulang mas ?
" Iya baru pulang, ini mas bawakan makanan."
" Makasih ya mas."
" Iya sayang, mas mandi dulu yah."
Radit masuk ke kamarnya untuk segera mandi.
Tasya bergegas ke dapur untuk menyimpan makanan yang di belikan oleh Radit.
" Neng lagi apa ?" kata Bi Sari yang tiba-tiba hadir
" Duh bibi ngagetin aja, ini habis naruh makanan ke dalam kulkas, kalau bibi mau ambil aja ya."
" Iya neng makasih."
" Kalau gitu aku ke kamar dulu yah Bi."
" Iya neng."
Tasya masuk ke dalam kamarnya untuk menyiapkan pakaian suaminya, setelah itu Tasya duduk di balkon kamarnya menikmati keindahan sore.
" Sayang."
" Eh mas sini."
Radit langsung duduk di dekat Tasya.
" Anak papa gak nakal kan hari ini ?" Tanya Radit sambil mengelus perut buncit Tasya
" Enggak kok mas tadi udd di bawa senam di taman sama Aurel."
" Bagus kalau gak nakal." Radit langsung mencium kening istrinya
Mereka berdua menikmati keindahan sore itu dengan becanda dan saling tertawa.