
Hari ini Radit akan berangkat ke kota A bersama Jasmin untuk meninjau proyek mereka yang sedang di bangun.
" Sayang hari ini mas akan ke luar kota sekitar 3 hari gak papa kan ?"
" Iya gak papa mas."
" Kalau kamu gak ada teman kamu bisa ke rumah mama atau rumah Aurel karena Daniel gak ikut dia di suruh jaga perusahaan."
" Iya mas nanti kalau aku gak ada teman ke rumah mama atau ke Aurel, sini aku bantu berkemas yah "
Tasya membantu Radit memasuki pakaian yang akan di bawa ke kota A, setelah selesai berkemas mereka segera menuju meja makan untuk sarapan.
" Bi aku titip Tasya yah karena tiga hari ke depan aku mau ke luar kota."
" Iya siap den."
Selesai makan Radit pamit kepada Tasya.
" Sayang aku berangkat yah kamu jaga diri baik-baik."
" Iya mas "
" Sayang papa berangkat yah, assalamualaikum."
" Waalaikumsalam pa."
Mobil hitam milik Radit kini sudah membelah jalanan ibu kota di pagi hari untuk menuju ke kota A.
Sampai lah Radit di kota A dengan memakan waktu tempuh 2 jam dan Radit segera menyewa apartemen untuk sementara ia berada di kota A.
Sedangkan di lain tempat Jasmin siap-siap untuk menyusul Radit ke kota A.
Hari ini Jasmin berdandan dengan sangat cantik, ini kesempatan baginya untuk merebut kembali Radit pada genggamannya.
# Apartemen Radit
Radit segera menghubungi Tasya karena ia tidak mau membuat Tasya khawatir.
Radit langsung melakukan panggilan video
📱: Assalamualaikum sayang
📱: Waalaikumsalam mas, sudah sampai ?
📱: Iya ini baru nyampe
📱: Syukurlah kalau sudah sampai, jaga diri baik-baik yah mas.
📱: Iya sayang, kamu juga yah jaga kesehatan.
📱: Iya mas."
📱: Kalau gitu mas tutup dulu yah mau mandi gerah nih.
📱: Iya mas.
Radit langsung mematikan sambungan telepon nya dan ia segera masuk ke dalam kamar mandi.
Lain hal nya dengan Jasmin ia baru saja tiba dan menyewa apartemen yang sama dengan Radit.
Siang harinya mereka mengadakan pertemuan dengan arsitektur ternama di kota A dan mereka membahas tentang pembangunan hotel.
Acara makan siang mereka lakukan di Restoran ternama di kota A.
" Silahkan Pak, Buk mau pesan apa ?"
" Aku mau ayam penyet sama es teh." Radit
" Samain aja mbak." Kata Jasmin dan arsitektur itu
Tak lama makanan pun datang dan mereka bertiga segera makan.
Hari terus berlalu hari ini adalah hari terakhir Radit di kota A ia sudah tak sabar untuk segera menemui istri tercintanya.
Radit berjalan ke pusat perbelanjaan untuk membeli hadiah buat istrinya. tapi saat akan menuju lift ia ketemu dengan Jasmin.
" Mau kemana kamu dit ?
" Mau beli oleh-oleh buat Tasya."
" Ouh gitu, boleh aku ikut ?
" Ya udd ayo."
Radit dan Jasmin pun segera menuju pusat perbelanjaan yang ada di kota A.
Radit banyak sekali membalikan baju untuk Tasya dan baju untuk calon anaknya, setelah di rasa cukup Radit pulang ke apartemennya.
Di sepanjang perjalanan mereka hanya sama-sama diam, lalu Jasmin memecahkan keheningan.
" Dit nanti malam kamu mau hadir di acara Pak Doni klien kita ?"
" Iya cuman sebentar."
Tak lama kemudian mereka sudah sampai di depan apartemen.
Malam pun tiba kita saatnya Radit dan Jasmin menghadiri acara kliennya yang di adakan di restoran dekat dengan apartemen.
" Selamat malam semuanya terimakasih sudah hadir di acara peresmian restoran saya silahkan nikmati acaranya."
Semua yang hadir di sana menikmati acara yang di sediakan oleh pihak restoran.
Radit hanya duduk saja di bangku yang telah di sediakan.
" Sendirian aja dit ?" tanya Jasmin
" Iya."
" Aku ambilin minum yah." tanpa jawaban dari Radit Jasmin pergi untuk membawa minuman.
Minuman yang di berikan oleh Jasmin mengandung obat tidur jika mana orang yang akan meminum akan tertidur pulas..
" Ini dit."
" Makasih."
Radit meminum minuman dari Jasmin, setelah minum Radit merasa matanya sangat berat akhirnya Radit pamit untuk pulang ke apartemennya, saat mau melangkah Radit sudah jatuh dengan sigap Jasmin menolong dan membawanya ke dalam kamar milik Jasmin.
Ini kesempatan bagi Jasmin, Jasmin menidurkan Radit di ranjangnya dan membuka baju yang di kenakan oleh Radit dan Jasmin langsung segera ikut tidur di samping Radit, Jasmin memoto dirinya dan Radit untuk menjebak Radit.
" Terimakasih Radit telah membantu aku." ucapnya dengan senyum liciknya
Pagi hari nya Radit terbangun dan ia kaget karena bukan ada di kamarnya.
" Udd bangun kamu dit ?"
" Apa yang kamu lakukan Jasmin."
" Aku gak melakukan apapun, kamu sudah menodai aku semalam Radit."
" Jaga mulutmu Jasmin jangan bicara sembarangan."
" Aku berkata sebenarnya Radit."
" Aku gak melakukan apapun kepada kamu Jasmin, udd lah aku mau keluar."
Radit keluar dari kamar Jasmin dengan muka yang kesal, Radit yakin bahwa dirinya di jebak.
" Aarrgghhh." ucap Radit di dalam kamarnya
Radit segera mandi dan pergi meninggalkan apartemen sewaannya.