
Keesokan harinya Aurel dan Daniel pindah ke rumah baru yang di berikan oleh Radit dan Taysa sebagai hadiah pernikahan mereka.
Rumahnya dekat dengan Kediaman Taysa hanya terhalang beberapa rumah saja.
Kini mereka sudah sampai di rumah baru dan di sambut oleh Tasya da Radit.
" Wah rumahnya bagus banget, terimakasih Sya,dit." Aurel
" Iya sama-sama semoga kalian suka yah." Tasya
" Terimakasih bro gue terharu banget Lo bener-bener teman yang baik but gue." Daniel
" Iyah sama-sama bro ini kemauan istri gue."
" Kita masuk yu mas aku penasaran dalem nya." Aurel
Mereka berempat masuk ke dalam rumah tersebut dan benar saja dalamnya sangat bagus banget dengan di hiasi beberapa lukisan dan barang berharga lainnya.
" Makasih banget Taysa aku gak tau harus dengan cara apa aku balas semua kebaikan kamu." Aurel memeluk Tasya
" Iya sama-sama kamu udd jadi teman yang baik aku senang banget semoga kita berteman sampai maut memisahkan kita."
Mereka berempat saling ngobrol dengan asik.
" Eh kita pamit pulang dulu yah soalnya nanti sore akan ada syukuran 4 bulanan kalian datang yah." Radit
" Iya kita pasti datang kok dit tenang saja." Aurel
Tasya dan Radit kembali ke rumah mereka di sana sudah banyak sanak saudara yang hadir rumah itu terlihat sangat ramai sekali.
" Sayang kamu istirahat dulu aja ya gak usah bantu-bantu biar mama yang akan mengurus semuanya." Mama Tasya
" Iya ma kalau gitu Tasya ke kamar dulu yah."
Tasya berjalan ke arah kamarnya karena ia tidak di perbolehkan untuk ikut campur tangan di dapur.
Hari semakin sore kini tambah banyak yang datang ke kediaman Tasya dan Radit.
Acara demi acara telah selesai dilanjut dengan acara terakhir yaitu makan bersama.
" Selamat yah sayang acaranya sudah jaga yah cucu mama dengan baik." Mama mertua
" Iya ma pasti Tasya akan jaga baby ini." sambil mengelus perut nya
" Kalau gitu mama dan papa pulang dulu yah nanti kapan-kapan ke sini lagi "
" Iya ma terimakasih."
Mama dan papa mertua Taysa pulang ke rumahnya, sedangkan mama dan ayah Tasya sudah pulang duluan karena sang ayah harus segera pergi ke luar kota untuk mengurus perusahaan.
" Sayang kamu istirahat duluan yah, mas akan bantu bi Sari dulu "
" Tapi mas aku juga pengen bantu bi Sari."
" Udd kamu diem aja kasian Dede bayi gak boleh cape."
" Ya udd kalau gitu aku ke kamar dulu yah."
Tasya bergegas masuk ke dalam kamarnya ia langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya.
Setelah di rasa beres Radit masuk ke kamarnya untuk segera tidur bersama istri tercintanya.
Pagi harinya Tasya terbangun ia sangat ingin sekali bubur yang ada di pertigaan perumahan.
" Mas."
" Hmm."
" Mas."
" Em iya ada apa ?" kata Radit dengan suara khas orang bangun tidur
" Mas aku pengen bubur yang ada di depan pertigaan "
" Tapi aku maunya makan di sana langsung."
" Ya udd ayo kamu cuci muka dulu."
Tasya segara masuk ke kamar mandi untuk cuci muka setelah itu mereka pergi ke depan pertigaan untuk membeli bubur yang di inginkan Tasya.
" Bi kami keluar dulu yah."
" Iya den hati-hati."
Tibalah mereka d tempat penjual bubur.
" Mang bubur nya satu yah."
" Iya mas tunggu sebentar."
" Loh kok satu sih mas kamu emang nya gak mau ?"
" Enggak deh kamu aja yang maknanya."
" Mas."
" Iya apa lagi ?"
" Aku pengen mas yang buatin buburnya."
" Tapikan sayang ada yang jualnya."
" Aku gak mau tau, pokoknya mas harus buatin buat aku."
Dengan sedikit kesal kepada istrinya Radit pun menurut saja apa ke inginan istrinya itu.
" Bang biar saja yang buat yah istri saya pengen saya yang buatnya maklum lagi masa ngidam bang."
Dengan rasa sedikit tak enak Abang tukang bubur itu mengijinkan Radit membuat bubur untuk istrinya.
" Ouh iya silahkan mas "
Radit langsung berkutat membuat bubur dengan menambah berbagai toping di atasnya, bubur buatan Radit pun akhirnya jadi.
" Sayang ini buburnya "
" Wah banyak sekali topingnya makasih ya mas." kata Tasya dengan wajah yang begitu ceria
" Iya sama-sama di makan dong buburnya "
Tasya makan bubur itu dengan lahapnya tak butuh waktu bubur itu habis.
" Sayang kita pulang yah ini udd hampir jam 7 aku mau ke kantor "
" Iya mas."
" Bang berapa bubur nya ?"
" sepuluh ribu saja mas."
Radit menyodorkan uang lima puluh ribu
" Kembaliannya ambil aja bang anggap saja rezeki dari ibu hamil."
" Terimakasih mas."
Radit dan Taysa kembali lagi ke rumahnya, Radit bersiap-siap untuk pergi ke kantor nya
" Sayang mas berangkat dulu yah "
" Anak papa , papa berangkat dulu yah jangan nakal yah kasian bunda." Ucap Radit sambil mengelus perut Taysa dan mencium
" Ya udd aku berangkat, assalamualaikum."
" Waalaikumsalam."
Setelah Radit berangkat Taysa segera masuk kamarnya untuk segera mandi karena Tasya akan mengecek laporan keuangan kantornya.