
Kini Radit dan Tasya menuju rumah dengan diantar supir nya.
Di dalam mobil Radit terus ngusap wajah pucat Tasya hatinya sakit sekali saat melihat orang yang ia cintai harus mengalami kejadian ini.
Kini Radit sudah sampai di rumah sakit.
" Suster suster tolong selamatkan istri saya."
Para suster langsung mendorong belangkar Tasya untuk segera masuk ke dalam ruangan.
" Mohon maaf pak, bapak harap tunggu di sini."
Radit kecewa kenapa saat istrinya seperti ini tidak di perbolehkan masuk.
Radit mondar mandir di depan ruangan.
Radit memberitahu orang tua serta mertuanya.
Tak lama kemudian bi Sari datang dengan membawa perlengkapan bayi.
" Den bagaimana keadaan Neng Tasya ?"
" Gak tau bi tadi Tasya sudah di bawa ke ruangan."
" Ya udd kita berdoa saja semoga Neng Tasya dan bayinya bisa di selamat kan."
" Bi kalau boleh tau kapan Jasmin datang ke rumah ?"
Radit penasaran apa yang sebenarnya terjadi dan Bi Sari pun menceritakan tanpa ada yang di lebih lebihkan atau di kurangan.
Radit yang mendengar itu tangannya mengepal menahan amarah.
Tak lama orang tua serta mertua dan Daniel sahabatnya datang.
" Bagaimana keadaan Tasya dit ?" kata mama Tasya
" Radit juga gak tau ma."
Radit mengahampiri mama mertua nya dan menangis di pelukan nya.
" Ma maafkan Radit, ini semua salah Radit, Radit gak bisa jaga Tasya." ðŸ˜ðŸ˜
" Sebenarnya apa yang terjadi dit ?" kata papanya
Radit menceritakan semuanya kepada orang tua serta mertuanya, semua yang ada di sana sangat terkejut.
" Kurang ajar mau apalagi anak itu." kata papa Radit
Dari dulu papa Radit memang tidak suka terhadap Jasmin.
" Daniel tolong selidiki anak itu." kata papa Radit
" Baik Om."
Daniel pun langsung melakukan tugasnya
Pintu ruangan terbuka.
" Bagaimana keadaan istri saya dok ?"
" Maaf pak pasien mengalami kekurangan darah dan harus di operasi."
" Lakukan yang terbaik buat istri dan anak saya."
" Maaf pa anda harus memilih diantara keduanya jika keduanya di selamatkan akan membahayakan pasien dan anak anda."
Radit frustasi ia bingung harus memilih mana ia ingin melihat anaknya tetapi ia juga tidak mau kehilangan istrinya.
" Selamat kan istri saya aja dok."
" Baiklah kalau begitu, mohon bantu doa dari semuanya."
Dokter masuk lagi keruangan semua yang ada di sana menangis mengapa semua harus ini harus di alami oleh Tasya.
Mama Tasya sudah tak kuat menahan air matanya lagi.
" Yah anak kita yah." ucapnya sambil memeluk ayah Tasya
" Yang sabar ma kita sama-sama berdoa yah."
" Tapi yah..
" Ayah yakin Tasya anak yang kuat dia bisa melewati semua ini."
" Ya Allah kenapa ini harus dialami istri hamba, tolong selamatkan istri dan anak hamba, hamba mohon." ucapnya dalam hati
" Yang sabar ya dit mama yakin Tasya kuat." kata mama Radit menguatkan anaknya
" Ini semua salah Radit ma." Radit memeluk mamanya dengan erat.
" Sudah sudah kita berdoa saja semoga Tasya dan baby nya selamat."
Tak berapa lama pintu ruangan terbuka.
" Alhamdulillah semuanya berjalan lancar anaknya lahir sangat tampan namun pasien.. kata dokter dengan ragu
" Istri saya kenapa dok ?
" Kondisi pasien terus saja menurun."
Saat sedang mengobrol tiba-tiba suster memanggil dari arah dalam dan dokter pun kembali lagi masuk ke dalam ruangan.
Setelahnya itu dokter keluar dengan wajah lesu dan sedih.
" Mohon maaf kami sudah berusaha semaksimal mungkin tetapi yang di atas sudah berkehendak saya harap semua keluarga menerima dengan ikhlas."
" Jangan asal bicara dok."
Radit langsung masuk ke dalam ruangan di lihatnya tubuh Tasya yang masih di pasang beberapa alat dan wajah pucat.
" Sayang bangun sayang." ucap Radit sambil menggoyang badan Tasya tanpa ia sadari air matanya jatuh begitu saja.
" Sayang bangun apakah kamu tidak mau melihat anak kita dia sangat tampan seperti aku kamu pasti senang melihatnya, bangunlah sayang, bangun."
Semua yang ada di ruangan itu ikut menangis mereka terharu melihat ketulusan dan kecintaan Radit terhadap Tasya.
" Sayang bangun sayang ini mama, anak kamu sangat tampan dia mirip sekali dengan Radit " ucap mama Radit sambil menangis
Mama Tasya tidak kuat untuk melihat kenyataan ini hatinya seakan sakit sekali anak yang mereka jaga dari bayi sampai sekarang harus kehilangan nyawanya.
" Dit kamu ganti dulu baju lihat bajumu kotor dengan darah Tasya." kata ayah mertua
" Gak papa yah Radit gak akan ganti baju."
Radit begitu terpukul ia tidak mau menerima ini semua sampai-sampai rambutnya sudah acak-acakan, Radit tidak memikirkan penampilan nya yang ia pikirkan adalah Tasya dan Taysa.
Sedangkan Daniel sedang sibuk mencari data diri Jasmin di kantornya.
# Tempat lain
Tasya berada di tempat yang sangat indah di kelilingi oleh berbagai aneka bunga.
Tasya berjalan-jalan ia melihat anak kecil yang berlari ke arahnya sambil menyebut Bunda.
" Bunda."
" Hai anak kecil kamu sangat tampan."
" Iya aku mirip sama papa, bunda bunda pulang yah."
" Enggak sayang bunda akan di sini."
" Bunda harus pulang aku gak mau sendirian."
" Kan ada papa kamu."
" Gak mau aku mau sama bunda."
Tasya dan anak itu berjalan menuju cahaya putih.
Radit setia menunggu Tasya sadar walau dokter berusaha untuk mencopot alat-alat medis yang di pasang di badan Tasya.
Tak lama tangan Tasya bergerak Radit segera memanggil dokter.
" Dok dok "
" Dok tadi tangan Tasya bergerak."
" Baik kalau begitu saya cek dulu."
Dokter langsung memeriksa Tasya.
" Ini sungguh keajaiban pak pasien sudah pulih kembali mungkin pasien akan saya pindahkan ke ruangan VVIP untuk masa pemulihan."
Semua yang ada di ruangan itu bahagia akhirnya Tasya kembali...