My wife is a CEO

My wife is a CEO
Bab 41



Tasya terbangun dari komanya.


" Haus." ucapnya pelan namun masih bisa terdengar oleh Radit.


" Ini sayang kamu minum dulu, pelan-pelan yah."


" Terimakasih mas "


" Iya sama-sama, kamu istirahat dulu aja jangan banyak gerak yah."


" Mas maafin aku waktu itu aku terkalut emosi sehingga tak bisa menjaga anak kita."


" Iya gak papa sayang yang penting sekarang kalian sudah selamat."


" Anak kita mana mas ?"


" Masih di ruangan bayi mungkin sebentar lagi akan diantarkan ke sini."


Saat Tasya sedang mengobrol dengan Radit beserta keluarganya datanglah sahabat Tasya.


" Hai Sya selamat yah sekarang kamu sudah jadi mama muda." kata Ira sambil menggendong anaknya.


" Makasih yah Ra kapan kamu ke sini ?"


" Tadi pagi aku dan mas Kelvin langsung terbang ke sini untuk melihat baby kamu."


" Selamat yah Sya." kata Aurel


" Makasih yah Rel, sebentar lagi kamu akan nyusul."


" Iya nih Sya doain ya semoga lancar."


" Aamiin."


Tiba-tiba pintu terbuka buka datanglah suster dengan membawa anak Tasya dan Radit.



" Silahkan bu gendong bayinya."


" Terimakasih sus."


Suster itu langsung keluar dari ruangan Tasya


" Wah ganteng sekali anak Lo dit." kata Kelvin


" Iya dong kan gue bapana."


" Ganteng banget." kata Aurel


" Iya ganteng banget." kata Ira


" Mas nanti kalau anak kita perempuan kita jodohkan yah dengan anaknya Tasya biar kita tetap jadi keluarga." kata Aurel kepada Daniel


" Iya sayang."


Semua yang ada di ruangan itu tertawa saat mendengar kan ucapan Aurel.


" Dit siapa nama anak kamu ?" kata mama Radit


" Ghibran Adiputra Pratama."


" Nama yang bagus mas."


" Iya sayang."


" Hay baby Ghibran anak bunda dan papa." kata Tasya


# Kediaman keluarga Jasmin


Jasmin di marahi habis-habisan oleh papa nya karena perusahaan mereka sedang berada di ambang ke bangkruttan.


" Sudah berapa kali papa bilang sama kamu jangan pernah kamu usik lagi kehidupan Radit, kamu sudah punya Dion, kurang apa lagi dia hah ? dia sudah menjadi suami yang baik untuk kamu tetapi kamu tidak becus jadi istri yang baik papa kecewa sama kamu."


" Maafin Jasmin pa, Jasmin ingin bersama Radit."


" Kamu bukan ingin bersama Radit tetapi kamu hanya terobsesi oleh Radit."


" Pa maafin Jasmin pa, ma maafin Jasmin."


" Mama kecewa sama kamu Jasmin, mama tidak pernah mengajarkan kamu untuk merebut suami orang, inget kamu punya suami bagaimana kalau suami kamu sendiri yang di rebut oleh orang lain, mama bener bener kecewa." Mama Jasmin pergi ke kamarnya ia sungguh kecewa kepada putri nya sendiri.


" Lebih baik kamu minta maaf sama suami kamu dan kepada keluarga Radit, kalau tidak perusahaan kita akan benar benar hancur." papa Jasmin meninggal Jasmin yang sedang menangis di ruang tamu


" Mas maafin aku, aku janji gak bakalan ngulanggi kesalahan ini."


" Iya mas maafkan asal jangan sekali-kali lagi segeralah minta maaf kepada keluarga Radit.


Flashback On


Setelah di beri tugas oleh papanya Radit, Daniel segera mencari informasi tentang Jasmin.


Tak butuh waktu lama Daniel sudah mendapatkan informasi tentang Jasmin.


" Om aku sudah menemukan informasi tentang Jasmin."


" Apa saya tolong sebutkan Dan."


" Baik Om, Jasmin pewaris tunggal perusahaan Teen'company ia suka tidur di apartemen Dion, ketika beberapa Minggu lalu saat sedang perjalanan bisnis di kita A Jasmin menaruh obat tidur di minuman Radit, dan anak yang di kandung Jasmin adalah anak dari Dion."


" Oke cukup Dan, tolong buat perusahaan itu bangkrut dalam sekejap."


" Baik Om."


Daniel pun langsung menelpon beberapa anak buah nya untuk menghancurkan perusahaan Jasmin.


" Kamu bermain dengan orang yang salah Jasmin." kata Daniel pelan


Setelah satu Minggu di rawat di ruang sakit kini Tasya sudah di perbolehkan pulang.


" Akhirnya aku bisa pulang juga."


" Ayo sayang kita ke mobil pelan-pelan jalannya."


" Iya mas."


Mobil hitam milik Radit sudah meninggal rumah sakit yang di tempat Tasya.


" Sayang kita pulang kamu gemes sekali." kata Tasya sambil mencium pipi Ghibran.


Mereka sudah sampai di rumahnya.


Setahun kemudian Tasya di karunia anak perempuan yang cantik mirip sekali dengan Tasya, kini keluarga Radit hidup bahagia dengan anak-anak mereka.


Sedangkan Daniel sudah menjadi CEO di perusahaan keluarga Radit, Daniel juga di karunia dua orang anak, yang pertama perempuan dan kedua laki-laki.


Perusahaan Jasmin kini berjalan dengan lancar karena Jasmin sudah meminta maaf dan mengakui kesalahannya.


TAMAT..!!! 🙏


# Maaf kalau ceritanya agak kurang ini adalah karya pertamaku, terimakasih kepada yang sudah membaca. 🙏