
Satu Minggu setelah kepindahan Taysa dan Radit, kini adalah hari yang di nanti oleh Ira dan Kelvin kedua pasangan itu akan melangsungkan tunangan.
" Selamat ya bro semoga cepet nyusul." Radit
" Makasih dit sya udd hadir." Kelvin
" Iyah sama-sama, selamat yah." Tasya
" Makasih Sya." Ira
Saat sedang bersalaman datang lah Daniel dan Aurel
" Selamat ya bro." Daniel
" Terimakasih bro udd datang." Kelvin
" Selamat yah Ra." Aurel
" Makasih yah Rel." Ira
" Mumpung lagi kumpul gimana kalau kita bersama." Kelvin
" Oke." kata mereka kompak
Mereka berenam pun di poto bersama.
Hari semakin malam kini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing.
Hari bergantian hari bulan berganti bulan kini pernikahan Tasya dan Radit sudah menuju 3 bulan banyak sekali momen bahagia yang mereka lalui bersama.
Pagi sekali Taysa bangun karena perut nya terasa mual.
Huek huek huek...
Radit yang mendengar itu langsung bangun dan segera menuju kamar mandi.
" Sayang kamu kenapa ?" ucap Radit cemas
" Gak tau mas bawaannya pengen muntah terus."
" Ya udd kamu tunggu dulu yah mas akan ambilin teh hangat."
Radit berjalan ke dapur untuk membuat teh hangat.
" Lagi apa den ?
" Ini bi lagi buat teh hangat Taysa dari tadi mual terus."
" Apa sudah di bawa ke dokter ?"
" Belum bi nanti habis ini aku bawa ke dokter, kalau gitu aku ke kamar dulu ya bi."
semoga saja den Radit sama neng Taysa di beri momongan, gumam bi Sari.
Radit kembali lagi menuju kamarnya sambil membawa teh hangat.
" Sayang minum dulu ih teh nya mumpung hangat."
" Makasih mas maaf udd ngerepotin."
" Iya gak papa ko, kamu mending istirahat aja yah gak usah ke kantor, mas mau mandi dulu."
" Iya mas."
Radit langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Taysa menyiapkan baju untuk Radit.
" Makasih yah sayang kamu udd nyiapin ini semua." ucap Radit sambil mencium kening Taysa
" Iya sama-sama mas, ya udd kalau gitu kita sarapan dulu yah."
Kini Taysa dan Radit menuju meja makan dan mereka makan masakan bi Sari, saat hendak menyuapi makanan ke mulutnya Taysa kembali mual tapi ia tahan karena tidak enak dengan Radit.
Setelah selesai sarapan Radit pamit untuk pergi ke kantornya karena ada meeting penting yang membahas pembangunan rumah sakit di kota XX.
" Sayang mas pergi dulu yah kamu baik-baik di rumah, kala ada apa-apa tinggal nelpon aja yah."
" Iya mas, terimakasih perhatian nya "
" Bi.."
" Iya den ada apa ?"
" Titip Taysa yah kalau ada apa-apa tinggal nelpon aja."
" Iya siap den."
" Ya udd aku berangkat, assalamualaikum."
" Waalaikumsalam." Kata dan Bi Sari bersamaan
Taysa kini sedang menonton drama Thailand yang di mana aktornya ganteng dan muda 😁
Taysa haus dan ia segera berjalan ke arah kulkas tapi sebelum sampai Taysa merasakan kepalanya sakit dan penglihatannya buram, bi Sari yang melihat itu langsung menghampiri nya.
" Neng, neng gak papa. ?"
" Tapi Neng, wajah Neng Tasya pucat banget kita ke dokter yah takutnya di marahin sama den Radit."
" Gak usah bi ga papa."
Tasya kembali berjalan namun baru beberapa langkah Taysa pingsan bi Sari pun kaget dan keluar meminta bantuan.
" Pa tolong saya." kata Bi Sari kepada pa satpam yang berjaga di posko
" Ada apa bi ?"
" Itu tadi Neng Taysa pingsan tolong antar saya ke rumah sakit."
" Baik-baik bi."
Pa satpam itu langsung masuk dan membawa Taysa ke dalam mobilnya untuk di bawa ke rumah sakit.
Tibalah kini di rumah sakit Taysa segera di tangani oleh dokter.
" Terimakasih pa telah menolong kami "
" Sama-sama bi, kalau gitu saya pamit pulang dulu semoga Neng Taysa gak papa."
" Iya pa."
Bi Sari duduk di bangku yang ada di depan ruangan Taysa, bi Sari langsung menelpon majikannya.
# Kantor Radit
Meeting baru saja di mulai semua yang di sana fokus dengan apa yang Radit paparkan tiba-tiba hpnya berbunyi..
Kring kring kring
Maaf semuanya saya angkat dulu telepon, Radit keluar dari ruang meeting dan segera mengangkat telepon.
📱: Ya ada apa bi ?
📱: Den, Neng Taysa den
📱: Taysa kenapa bi ?
📱: Neng Taysa di bawa ke rumah sakit tadi pingsan
📱: Apa ? rumah sakit mana bi ?
📱: Rumah sakit XX den
📱: Ya bi saya segera ke sana.
Radit masuk lagi ke ruang meeting dengan wajah yang cemas
" Maaf semuanya meeting akan di lanjut oleh asisten saya karena istri saya di bawa ke rumah sakit." Radit
" Kenapa Taysa ? Daniel
" Gue juga gak tau tadi pagi dia mual terus sekarang pingsan, gue percayai semuanya sama Lo yah, gue pamit dulu."
"Iya Lo tenang aja, semoga gak papa "
Radit keluar dari kantornya dan segera menuju rumah sakti, Radit membawa kecepatan tinggi.
Tak butuh waktu lama Radit sudah sampai di rumah sakit XX tempat istrinya di bawa.
Radit berjalan dengan setengah berlari menuju ruangan Taysa, di luar ruangan sudah ada bi Sari yang menunggu.
" Bi gimana keadaan Tasya ?"
" Gak tau den dokternya belum keluar."
Radit terus saja mondar mandir di depan ruangan Taysa, pintu ruangan pun terbuka dan Radit langsung mendekat.
" Bagaimana keadaan istri saya dok. ?
" Istri anda baik-baik saja, mungkin sebentar lagi akan sadar."
" Tapi tadi pagi istri saya mual-mual dok ?"
" Itu hal wajar yang di derita oleh ibu hamil."
" Jadi istri saya hamil dok ?"
" Iya istri anda hamil, selamat ya pak sebentar lagi Anda akan menjadi seorang ayah, mohon di jaga kandungannya karena kandungannya baru 3 Minggu itu sangat rentan sekali dan jangan sampai kelelahan atau banyak pikiran."
" Alhamdulillah , terimakasih dok."
" Sama-sama kalau begitu saya pamit dulu, kalau mau ke dalam juga boleh."
Dokter itu pergi meninggalkan Radit dan Bi Sari.
" Alhamdulillah selamat yah den."
" Iya Bi makasih yah." ucap Radit sambil memeluk bi Sari, bagi Radit bi Sari adalah mama kedua yang selalu mengurusnya dari kecil.
Radit dan Bi Sari masuk ke dalam untuk melihat keadaan Taysa.
Taysa sudah terbangun dari pingsannya.