
" Mas ?"
" Iya sayang kamu udd sadar."
" Iya mas, aku di mana ?
" Kamu ada di rumah sakit tadi kata bibi kamu pingsan, Sayang terimakasih kamu hamil sayang."
" Apa ? aku hamil ? kata Taysa seolah tak percaya dan ia menangis.
" Iya kandungannya baru 3 Minggu, kita jaga yah sama-sama anak kita."
" Iya mas, Alhamdulillah ya Allah." ucap Tasya sambil memeluk suaminya
" Udd jangan nangis nanti dedenya ikut nangis."
" Aku nangis bahagia mas."
Bi sari yang melihat itu merasa terharu, anak majikan yang selalu ia urus dari kecil kini sudah akan menjadi ayah.
" Bi makasih yah udd bawa Taysa ke rumah sakit "
" Iya Neng sama-sama, semoga Neng dan Dede bayi sehat selalu yah."
" Aamiin bi."
Daniel dan Aurel pun datang ke rumah sakit karena tadi ia melihat Radit yang wajahnya begitu cemas.
" Gimana keadaan Taysa bro ?"
" Enggak apa-apa kok dia hanya kelelahan mungkin efek hamil."
" Apa Taysa hamil ? " Aurel
" Iyaa kaya dokter kandungannya baru 3 Minggu."
" Selamat yah dit kalau gitu aku masuk dulu yah mau ketemu Tasya." kata Aurel
" Iya silahkan."
Aurel masuk ke ruangan Taysa, sedangkan Daniel dan Radit mengobrol di luar ruangan.
" Selamat ya dit Lo bakalan jadi ayah, doain gue semoga cepet nyusul."
" Iya Aamiin gue doain semoga Lo cepet nyusul.
Pintu ruangan Taysa terbuka dan masuklah Aurel.
Krek..
" Selamat yah Bu bos akhirnya punya Dede bayi juga."
" Iya Rel Alhamdulillah."
Saat mereka sedang mengobrol datanglah dokter dan suster untuk memeriksa Taysa.
" Selamat siang Bu bagaimana keadaannya ?"
" Alhamdulillah sudah membaik dok."
" Syukurlah kalau begitu nanti sore juga sudah bisa pulang."
" Terimakasih dok."
" Iya sama-sama kalau gitu saya pamit dulu yah "
Sore harinya kini Taysa sedang sudah di perbolehkan pulang sedangkan Radit mengurus administrasi terlebih dahulu.
" Ayo sayang kita pulang."
" Iya mas."
Kini mereka sedang di perjalanan untuk menuju rumah mereka, saat di jalan Taysa tak sengaja melihat penjual sate.
" Mas berhenti dulu."
" Ada apa sayang ?"
" Aku pengen satu itu." kata Taysa sambil menunjuk ke arah Abang penjual sate tersebut
" Ya udd kita beli dulu yah."
Radit memarkirkan mobilnya di dekat Abang sate.
Radit ingat akan pesan dokter bahwa apabila Taysa menginginkan sesuatu jangan di bantah ataupun di larang.
" Bang satenya satu porsi yah "
" Iya mas."
" Sayang kita makannya di rumah aja yah kamu kan belum mandi."
" Iya mas."
" Semuanya berapa bang ?"
" dua puluh ribu saja "
Radit menyodorkan uang lima puluh ribu.
" Ini bang kembaliannya ambil saja."
" Terimakasih mas."
Taysa dan Radit melanjutkan perjalanan mereka untuk segera sampai di rumah.
" Sayang kamu mandi dulu yah nanti habis itu kita makan sate yah."
" Iya mas."
Taysa langsung masuk ke kamar mandi untuk segera mandi karena badannya lengket.
setelah mandi Taysa ke ruang makan untuk memakan sate yang tadi ia beli.
Taysa memakan sate itu dengan lahapnya.
" Sayang makannya pelan-pelan gak akan ada yang minta kok."
" Iya mas habisnya enak banget."
Setelah makan sate Taysa dan Radit menuju ruang tv untuk menonton film.
Radit yang lupa memberi tahu orang tuanya segera ia menghubungi orang tuanya.
Tut tut tut
📱: Hallo assalamualaikum ma.
📱: Waalaikumsalam, ada apa dit ?
📱: Radit dan Taysa punya kabar gembira
📱: Kabar gembira apa dit ?
📱: Sebentar lagi mama akan jadi nenek
📱: Apa Tasya hamil ? Alhamdulillah, nanti mama dan papa akan ke rumah kamu
📱: Ya udd kalau gitu udd dulu ya ma, assalamualaikum.
📱: Waalaikumsalam.
Setelah menelpon orang tuanya Radit kembali duduk di samping Taysa.
" Habis nelpon siapa mas ?
" Habis ngabarin mama sayang."
" Ya ampun aku juga lupa belum kasih tau mama."
" Kamu jangan khawatir mama udd tau nanti juga katanya mau ke sini."
Dan benar saja tidak lama bel rumah berbunyi.
" Assalamualaikum ma."
" Waalaikumsalam Dit."
" Ayo ma mari masuk."
Mama dan ayah Taysa langsung masuk tidak sabar untuk melihat anaknya itu.
" Selamat yah sayang kamu bakalan jadi ibu di jaga yang baik yah kandungannya jangan cape-cape dulu."
" Iya ma."
" Nanti perusahaan biar ayah yang urus dulu untuk beberapa bulan ke depan."
" Terimakasih yah."
Saat sedang asik mengobrol datanglah mama dan papa Radit.
mama Radit langsung duduk dan memeluk menantunya itu.
" Selamat yah sayang bentar lagi mama akan punya cucu di jaga yang baik yah."
" Iya ma terimakasih."
" Selamat yah sayang papa senang mendengarnya."
" Iya pa terimakasih."
Mereka mengobrol hingga larut malam