
Pagi sekali Radit bangun karena hari ini ia akan menghadiri pertemuan dengan perusahaan dari luar negeri.
Dilihat ke samping istrinya masih tertidur pulas dengan ragu Radit membangunkan Tasya untuk solat subuh.
" Sayang bangun."
" Hmm."
" Bangun kita solat dulu nanti waktunya ke buru abis."
" Iya mas."
Dengan perlahan Tasya membuka matanya dan segera menuju kamar mandi untuk mengambil air wudhu, setelah solat bersama Tasya ke dapur untuk membuat susu buat suaminya.
" Neng biar sama bibi aja."
" Gak papa bi aku bisa sendiri."
Tasya berjalan menuju ruang tamu menghampiri suaminya dengan membawa segelas susu putih untuk suaminya.
" Mas ini susunya "
" Makasih sayang, kok kamu gak minum susu juga ?"
" Nanti aja habis sarapan minumnya mas."
Radit segera meminum susu buatan istrinya setelah susunya habis Radit kembali ke kamarnya untuk siap-siap berangkat ke kantor.
" Sayang aku mandi dulu yah, karena harus pagi-pagi ke kantor ada pertemuan dengan perusahaan dari luar negri.
" Iya mas nanti biar aku siapin bajunya."
Radit masuk ke dalam kamar mandi dan Tasya dengan cekatan memilihkan baju untuk suaminya itu, setelah semuanya selesai Tasya mengajak Radit untuk sarapan terlebih dahulu.
Selesai sarapan Radit berangkat ke kantor nya
" Sayang mas berangkat dulu yah."
" Iya mas hati-hati."
" Papa berangkat yah sayang jangan nakal yah kasian bunda, assalamualaikum."
" Waalaikumsalam mas."
Mobil hitam itu sudah keluar dari garasi rumahnya dan sudah menyusuri jalan ibu kota pagi hari.
Sedangkan Tasya di rumahnya sedang beres-beres karena nanti siang akan ada mamanya datang.
" Bi tolong bantuin aku buat salad buah."
" Baik Neng."
Tasya dan Bi Sari pun sudah berkutat dengan buah-buahan yang ada di meja untuk di jadikan salad.
Setelah di rasa beres Tasya pamit ke kamarnya untuk segera mandi karena badannya lengket semua.
" Bi nanti tolong masukin kulkas yah biar lebih enak."
" Baik Neng."
" Kalau gitu aku mandi dulu, nanti kalau ada mama suruh masuk aja "
" Iya neng."
Kurang lebih satu jam setengah Tasya merendamkan badannya di bath up kamar mandinya, setelah di rasa segar Tasya keluar dari kamar mandi dan mengganti pakaian dengan daster rumahan tak lupa ia memakai hijabnya.
Tasya berjalan menuju ruang tv karena ingin menonton film favorit nya.
Saat sedang asik menonton tv bel rumahnya berbunyi dan Tasya segera membukanya.
" Assalamualaikum Nak." mama Tasya
" Waalaikumsalam ma, ayo masuk." kata Tasya sambil mencium tangan mamanya
Tasya dan mamanya duduk di ruang tv
" Bagaimana cucu Oma gak nakal kan ?
" Enggak ko ma Alhamdulillah."
" Syukurlah kalau begitu, ini Oma bawakan baju dan kue buat cucu Oma "
" Terimakasih mas padahal jangan repot-repot bawa makanan segala."
" Gak kok sayang mama gak repot justru mama senang."
" Silahkan bu."
" Makasih ya bi."
" Bi salad yang tadi tolong bawa ya."
" Iya neng."
" Salad apa sayang."
" Salad buah ma dari Tasya sengaja buat." 😁
Bi Sari datang dengan membawa salad buah.
" Di coba ma "
" Enak sayang, ini bagus buat ibu hamil."
# Kantor Radit
Pertemuan akan diadakan sebentar lagi Kini Radit dan Daniel sibuk menyiapkan kedatangan klien nya.
Selang lima menit klien nya datang.
" Morning Mr Radit."
" Morning to Mr Luwis."
Radit dan kliennya itu langsung saja membahas pembangunan hotel yang akan di buat di negara XX, tak butuh waktu lama pembahasan selesai.
" Thank you Mr Radit, nice to meet you."
" Your welcome, nice to meet you too."
Setelah kepergian kliennya Radit dan Daniel bisa bernapas lega tapi selang beberapa menit datang Jasmin ke ruangannya.
" Ada apa kamu ke sini Jasmin ? kata Daniel
" Aku hanya ingin memberi kan surat kerjasama kita."
" Ouh baiklah sini." Kata Radit
Jasmin pun memberikan surat itu kepada Radit, setelah Jasmin memberikan surat itu ia langsung pulang.
" Dit gue pamit mau antar istri gue buat cek kandungan."
" Iya hati-hati bro."
Daniel pergi dari kantor Radit dan ia segera menuju rumahnya, sampainya di rumah ia di sambut senyuman hangat dari istrinya.
" Sayang ayo kita ke rumah sakit."
" Iya mas."
Daniel dan Aurel pun bergegas untuk ke rumah sakit.
Setelah sampai di rumah sakit mereka segera menuju ruang dokter kandungan.
" Selamat siang tuan Daniel dan ibu Aurel "
" Siang dok."
" Bagaimana kondisi nyah apa masih sering pusing."
" Tidak dok."
" Baiklah kita cek ya Bu, ibu mohon berbaring di atas kasur."
Aurel pun berbaring di atas kasur dan dokter segera mengoleskan gel ke perut Aurel.
Daniel dan Aurel yang melihat itu keduanya memancarkan rona kebahagiaan.
" Nah ini bayi yang ada di dalam perut Bu Aurel, bayinya sehat dan untuk jenis kelaminnya perempuan, detak jantungnya juga bagus, ayo Bu mari turun."
Aurel turun dari ranjang itu
" Ini vitaminnya nanti tolong tebus di apotek depan yah Bu."
" Baik dok terimakasih,kalau gitu kami pamit dulu."
Daniel dan Aurel keluar dari ruangan itu dan segera ke apotek untuk membeli vitamin yang tadi di sarankan oleh dokter.