
Semakin hari Jasmin terus saja mengejar Radit sampai-sampai Jasmin berani datang ke kantor Radit saat jam kerja.
Radit semakin risih dengan tingkah laku Jasmin itu, menurut nya Jasmin hanya terobsesi dengan ketampanan dan kekayaan yang di miliki Radit.
Seperti hari- hari biasanya Jasmin datang ke kantor Radit untuk membawakan makan siang.
Jasmin berjalan menuju meja resepsionis untuk menanyakan keberadaan Radit.
" Apakah pak Radit nya ada ? tanya Jasmin kepada resepsionis
" Mohon maaf Bu pak Radit sedang tidak bisa di temui "
" Kenapa begitu apa salahnya saya hanya memberikan ini saja." katanya sambil mengangkat rantang
" Tapi kata pak Radit beliau tidak mau ada yang mengganggu."
" Bilang kepada atasan kamu bahwa yang datang itu calon istrinya JASMIN." katanya sambil menekankan namanya
" Maaf bu, ibu tidak bisa menemui pak Radit."
" Apa kamu bilang saya tidak bisa menemui dia, asal kamu tau yah kalau saya yang menjadi nyonya dari Pratama saya akan memecat kamu duluan." kata Jasmin dengan tatapan tajam
" Terserah apa kata ibu yang penting saya sudah menjalani tugas saya, lagian Pak Radit sudah berkeluarga dan ibu jangan pernah usik kebahagiaan mereka." Kata resepsionis dengan tatapan tajam pula
Jasmin marah saat mendengar ucapan dari Resepsionis itu tangannya sudah mengepal dan pipinya sudah memerah.
Jasmin tidak sadar kalau dirinya menjadi pusat perhatian.
" *Dasar wanita tidak tahu malu datang-datang ngaku jadi pacar bos."
" Ia dasar pelakor."
" Ya pasti pa Radit memilih Bu Tasya yang baik dan cantik gak seperti dia*."
Terdengar beberapa omongan para karyawan yang tak sengaja Jasmin dengar, dirinya semakin tersalur emosi dan ia segera meninggalkan kantor Radit.
" Awas saja kau Radit aku akan mendapatkan kamu kembali, jika aku tak bisa maka orang lainpun juga tak bisa." gumaman di dalam mobil sambil memukul stir mobil.
Jasmin memikirkan cara lain untuk mendapatkan Radit kembali ia berusaha untuk datang ke rumah Radit langsung.
Di dalam ruangan Radit sedang sibuk mengecek beberapa laporan.
Krek
Pintu terbuka dan datanglah Daniel.
" Hey bro Lo gak denger tadi di bawah ada keributan."
" Keributan apa memangnya ?"
" Itu tadi si Jasmin datang lagi kemari untuk membawakan makan siang Lo."
" Terus sekarang orangnya kemana ?
" Dia kabur malu mungkin."
" Syukurlah gue males ngeladenin tuh orang."
# Kediaman Taysa & Radit
Tasya sedang asik mengobrol dengan bi sari yang menceritakan masa kecil Radit. tapi saat sedang mendengarkan suara bel rumah berbunyi.
Bi Sari langsung membuka pintu rumah dan betapa terkejut saat melihat Jasmin yang bertamu, bi Sari tau kalau dulu Jasmin adalah kekasih Radit, dan Bi Sari juga tau Jasmin mengkhianati Radit.
" Mbak Jasmin ?"
" Bibi, bibi apa kabar ?
" Siapa bi ? teriak Tasya dari dalam rumah
" Ayo masuk mbak di dalam ada neng Tasya."
Jasmin pun masuk ke dalam rumah Radit, rumah yang dulu ia mimpikan bisa tinggal berdua dengan Radit kini pupus lah.
" Gila ini rumah barang-barang nya berharga semua, andai dulu aku gak ninggalin Radit demi si Dion " gumam nya dalam hati.
" Ini Neng ada mbak Jasmin temannya den Radit "
" Ouh mari silahkan duduk mbak."
Jasmin duduk di ruang tamu bersama bi Sari dan Tasya.
Bi Sari curiga dengan kedatangan Jasmin takut jika akan merusak rumah tangga Tasya.
Mereka mengobrol seperti orang yang sudah kenal dekat, bi Sari ke dapur untuk membuat kan minuman.
" Sya ada yang mau aku omongin."
" Ada apa Jasmin ?
" Apakah kamu sayang dan cinta sama Radit ?"
" Kenapa kamu nanya soal itu kalau aku gak sayang dan gak cinta sama mas Radit mana mungkin aku bisa nikah dengannya, lagian nya mbak mas Radit itu orangnya baik aku beruntung sekali punya suami kaya mas Radit " Jasmin yang mendengar itu hatinya sedikit sedih karena telah meninggalkan Radit
" Gak papa aku cuman nanya aja, dulu aku dan Radit punya hubungan khusus kami harap bisa bersama tetapi kami tidak bisa."
" Kata mas Radit kamu yang ninggalin dia demi lelaki lain apa itu benar mbak Jasmin ? kalau seandainya anda mencintai mas Radit kenapa anda tinggalin dia ? ucap Tasya sedikit emosi
Ya Radit selalu bercerita tentang masa lalunya kepada Tasya karena Radit tidak mau menutupi semuanya, Tasya bisa menerima apapun masa lalu Radit.
" Waktu itu aku terbuai oleh rayuan Dion, apakah kamu ikhlas jika Radit kembali bersamaku ? aku akan membuatnya bahagia."
" Asal kamu tau Jasmin sampai kapan pun aku gak akan ikhlasin kamu dengan mas Radit, kenapa kamu masih menginginkannya hah ? inget nyah di luar sana banyak lelaki bukan hanya mas Radit."
" Iya aku tau itu semua karena salahku."
" Maaf mbak Jasmin kalau tidak ada lagi yang perlu di bicarakan silahkan keluar saya mau istirahat." Kata Tasya sedikit mengusir
" Baiklah kalau begitu, aku minta maaf."
Tasya segera mengucapkan istighfar karena baru kali ini dia marah dengan melontarkan kata-kata yang sedikit pedas.
Sedangkan di luar Jasmin hanya tersenyum.
" Permainan akan segara di mulai nikmatilah Tasya." gumamnya
Jasmin segera pergi meninggalkan rumah Tasya.
Tasya di dalam rumah hanya biasa menangis ia tidak mau jika harus ke hilangan Radit.
" Udd Neng jangan di dengar omongan orang tadi, dia hanya terobsesi dengan den Radit, percaya sama bibi den Radit tidak bakal melakukan hal itu."
" Iya Bi aku percaya, terimakasih Bi."
Tasya segera ke kamarnya untuk mencuci muka karena habis menangis.
Malam harinya sekitar pukul 20:00 Radit pulang dari kantor karena ia harus menyelesaikan pekerjaan nya,
Radit masuk ke dalam kamar ia melihat istri nya yang sudah tertidur, Radit berjalan ke arah Tasya dan mencium keningnya.
" Maaf sayang mas datangnya malem kamu pasti cape yah, selamat malam happy nice dream." ucapnya
Radit langsung mandi setelah mandi Radit ikut merebahkan tubuhnya di samping Tasya dan memeluknya.