My Sugar My Precious

My Sugar My Precious
Menemui Bagas



Saat mereka sibuk menikmati makanan, terdengar suara gaduh dari luar, Venus penasaran dan berdiri meninggalkan piring yang masih terisi. 


Terlihat iring-iringan mobil berwarna hitam menerobos masuk ke dalam halaman rumah megah Ronald.


Puluhan orang keluar dari mobil sembari membawa beberapa senjata, anak buah Ronald yang saat itu berada di luar pun membuat benteng pertahanan, mereka menjaga pintu masuk.


"Mau apa kalian?" 


Tanpa membalas ucapan bawahan Ronald itu, mereka langsung menyerang tanpa ampun.


Hingga terjadi perkelahian di depan rumah Ronald, hingga Ronald mengetahui hal tersebut.


"Leon bawa Venus pergi dari sini sekarang!" ucap Ronald.


"Tapi kenapa?" tanya Venus.


Leon dengan cepat menarik tangan Venus dan menyeretnya keluar lalu memasukkannya dalam mobil dengan paksa.


Saat mobil melaju dengan kecepatan tinggi keluar dari pintu gerbang rumah Ronald, dua buah mobil hitam membuntuti mereka.


Dalam ramainya jalan raya, terjadi kejar-kejaran antara mobil yang di kendarai Leon.


"Mereka sebenarnya siapa sih?" tanya Venus.


"Anak buah Bastian."


"Hah? Ngapain mereka nyerang markas kita?" tanya Venus.


"Bastian ingin mengambil kamu dari kami."


"Yang benar aja, aku gak mau lah."


Rupanya mobil yang di kendarai Leon tersebut kalah cepat dengan mobil mereka, hingga membuat mobil yang di tumpangi Venus dapat di susul.


Salah satu mobil itu bahkan dengan sengaja menyenggol badan mobil Leon hingga membuat setir Leon menjadi oleng.


Beberapa kali mobil Leon di senggol hingga  memecah konsentrasi Leon dan membuat Leon menjadi hilang kendali.


Mobil yang mereka berdua kendarai langsung terjun bebas ke sebuah sungai yang ada di bawah jalan.


"Lepas pengamannya sekarang Venus!"


Venus pun melepas sabuk pengamannya dan membuka pintu mobil dan terjun ke bawah sungai.


Venus mau tidak mau harus bersembunyi di bawah jembatan dan mencari jalan keluar agar tidak ketahuan.


Sembari menagis karena Leon tenggelam bersama mobil itu, ia berenang dan berpegangan di antara rangka besi yang ada di bawah jembatan.


Venus menagis terisak memandang mobil yang sudah tidak terlihat lagi.


Venus bertekat akan membalas semua yang telah di lakukan Bastian terhadap orang-orang yang sudah ia anggap keluarga itu.


Banyak pengendara yang ada di jalan mengehentikan mobilnya karena kecelakaan yang menimpa Venus.


Para bawahan yang sedari tadi mengikuti Venus sudah melarikan diri karena banyaknya pengendara yang berhenti.


Ada banyak saksi mata dalam kejadian itu.


Venus akhirnya bisa naik ke atas jalan, dengan keadaan basah kuyup Venus berjalan kaki menuju suatu tempat.


Dengan bertelanjang kaki Venus masuk ke dalam sebuah apartemen.


Venus pun menekan tombol bel beberapa kali hingga pintu itu terbuka.


"Aku akan bersama kamu tapi kamu harus membantuku," ucap Venus dengan tatapan tajamnya.


Rupanya Venus kembali mendatangi apartemen Bagas, karena hanya Bagas lah yang bisa membantunya saat ini.


Mengetahui Venus berada di hadapannya dengan keadaan basah kuyup dan berantakan Bagas langsung menarik tangan Venus dan membawanya masuk.


Bagas menariknya duduk ke atas sofa lalu memberikan handuk kepada Venus.


Ia duduk di samping Venus dan memandangnya tanpa berkedip.


"Ngapain kamu liatin aku terus?" tanya Venus.


"Ternyata aku tidak perlu susah-susah mencarimu, dan sekarang kamu datang ke padaku."


"Ada hal yang ingin aku beri tahu, tapi setelah ini terserah kamu mau membenciku atau apa pun. Tapi aku mohon bantu aku satu kali ini saja."


"Memangnya apa?" tanya Bagas. 


Venus menghela nafas panjang saat akan menceritakan semuanya kepada Bagas.