My Student, I'm in Love

My Student, I'm in Love
Part 18: Rezeki Tak Terduga



Ayumi memperhatikan Zara di meja kerjanya tampak sendu. Gadis itu pun mendekatinya.


"Za, kamu baik-baik saja" tegur Ayumi mendekati Zara yang sedang mengoreksi buku latihan siswanya.


"Eh, iya. Aku baik-baik saja, Yum" balas Zara mencoba untuk tersenyum.


"Gimana hubungan kamu dengan Dirga, jarak jauh begini?" Tanya Ayumi.


"Ya, gitu deh. Sesak menahan rindu" jawab Zara tertawa kecil.


"Dirga belum pulang juga. Nggak kangen sama istri apa" gumam Ayumi tidak percaya.


"Pasti kangenlah, tapi dia belum ada waktu untuk pulang" balas Zara pelan.


Bu Latifah, salah satu wakil kepala sekolah menghampiri meja Zara.


"Za, kamu dipanggil ibu kepala sekolah" ujar Bu Latifah memberitahu.


"Oh, iya Bu" Zara meletakkan pulpennya dan menyusun buku koreksiannya.


"Yum, aku menemui Bu Hasanah dulu, ya" pamit Zara meninggalkan Ayumi lalu menuju ruangan kepala sekolah.


Tok.Tok.Tok


"Masuk!"


Zara membuka pintu ruangan. "Bu Has, memanggil saya?" Tanya Zara sebelum melangkahkan kakinya masuk ke dalam ruangan.


"Iya Za, duduklah" perintah Bu Hasanah meminta Zara untuk duduk di sofa. Bu Hasanah beranjak dari kursi kerjanya lalu duduk di hadapan Zara.


"Ada apa ya, Bu?" Tanya Zara penasaran.


Zara salah satu guru yang bisa diandalkan oleh Bu Hasanah selaku kepala sekolah. Makanya beliau tidak segan-segan untuk meminta bantuan kepada Zara baik untuk urusan pribadi atau pun sekolah. Karena Zara tidak akan menolak selagi dia bisa membantu.


"Za, Dirga kan orang Korea. Kamu juga sudah pernah ke Korea" buka Bu Hasanah memulai pembicaraan.


Zara hanya mengangguk. Tapi belum tahu ke mana arah pembicaraan Bu Hasanah.


"Ibu mau minta tolong sama kamu dan Dirga" sambung Bu Hasanah.


"Begini, Za. Anak gadis ibu, si Razika kenalan dengan cowok Korea. Entah siapa namanya ibu lupa. Zika sudah pernah mengenalkannya kepada ibu dan bapak. Katanya dia mau serius dengan Zika" Bu Hasanah berhenti sejenak menarik nafas.


Zara masih mendengarkan dulu cerita Bu Hasanah.


"Nah, sekarang orang tua cowok itu mau kenalan juga dengan Zika. Mau bertemu dengan Zika dan meminta anak ibu untuk menemui mereka di Korea sana. Ibu mau minta tolong kamu saja temani Zika pergi ke Korea" pinta Bu  Hasanah.


Zara begitu kaget. Dia saja belum ke sana lagi karena menabung untuk masa depan mereka takutnya nanti ada keperluan mendadak. Zara masih diam belum memberi komentar apapun.


"Ibu dan bapak tidak bisa menemani Zika ke sana karena kesibukan kami berdua, kamu tahu sendiri kan? Lagian ngapain juga Zika ini mau cari calon suami kok jauh amat" ujar Bu Hasanah melihat Zara yang masih tampak berpikir.


"Za, kamu nggak usah khawatir masalah biaya. Semua biaya kamu ibu yang tanggung. Bagi ibu, yang penting Zika ada teman, dan suami kamu pasti tahu daerah tempat tinggal calon Zika itu. Kalian nanti tinggal kasih info ke ibu seperti apa keluarga cowok Zika itu" lanjut Bu Hasanah tersenyum.


"Beneran ini, Bu" Zara hampir tidak percaya bahwa Bu Hasanah hanya meminta dirinya untuk menemani anaknya dengan biaya dari beliau.


"Iya, nggak mungkinlah ibu yang meminta, kamu harus keluar biaya pribadi" ujar Bu Hasanah menyakinkan.


"Iya, Bu. Terima kasih, ibu sudah percaya dengan saya untuk menemani Zika" ucap Zara tersenyum bahagia.


***


"Bahagia banget kamu, Za" ujar Ayumi melihat Zara keluar dari ruangan kepala sekolah.


"Ya Allah, Yum. Rezeki banget tau nggak. Aku diminta Bu Hasanah menemani anaknya ke Korea" ucap Zara pelan.


"Urusan apa?" Tanya Ayumi ikutan berbicara pelan juga.


"Kenalan sama keluarga calon suaminya" jawab Zara berbinar.


"Wah, rezeki kamu banget Za. Kamu bisa sekalian ketemu Dirga, dong." Ayumi ikut bahagia.


"Iya. Yum"


"Kamu kabari Dirga dong, dia pasti nggak sabaran menunggu kamu di sana" goda Ayumi.


"Nggak, ah. Aku mau buat kejutan saja untuk dia" tolak Zara.


Zara membayangkan keterkejutan Dirga ketika melihatnya berada di Seoul nanti. Wanita cantik itu tersenyum bahagia, karena tidak lama lagi dia akan berjumpa dengan sang suami.