My Student, I'm in Love

My Student, I'm in Love
Part 10 Patah Hati



DIRGA POV


Sejak aku menyatakan perasaan ku di resto, aku dan dia tidak pernah berkomunikasi lagi, ditambah Ujian Nasional aku pun jarang bertemu dengannya. Walaupun tidak ada jawaban darinya paling tidak hati ku sudah lega, dia telah mengetahui isi hati ku yang sebenarnya.


Dia mengira kalau aku bercanda. Mungkin dia kaget tapi paling tidak jawaban ku membuat dia berpikir untuk menolak Pak Farhan. Fiuh. Tapi aku kalah saingan dengan pak Farhan dari segi finansial, jelas dia sudah mapan.


Waktu terus berlalu, aku belum tahu apa dia menerima lamaran Pak Farhan atau tidak. Tapi ucapan Rio membuat seluruh sendi-sendi ku melemas.


“Miss Zara bakalan nikah nih sama Pak Farhan” celetuk Rio.


“Lo tau dari mana?” tanya ku penasaran meskipun dada ku bergemuruh mendengarnya.


“Di ruang guru, aku dengar Bu Maimunah mengucapkan selamat sama Pak Farhan. Pantesan akhir-akhir ini Miss Zara kelihatan beda banget”


“Beda? Maksudnya?” tanya ku penasaran ingin tahu.


“Aura wajah Miss Zara terlihat bahagia sekali” jawab Rio tersenyum lebar.


***


Aku memegang rambut ku frustasi. Patah hati sudah pasti. Ucapan ku ternyata tak digubrisnya. Aku tidak punya muka lagi untuk bertemu dengannya. Cinta ku ditolak.


“Ga, tawaran mami mu gimana?” tanya kakek.


Aku memutuskan untuk melanjutkan kuliah ku di universitas tempat mami ku bekerja. Menjauh darinya itu lebih baik agar aku bisa melupakannya.


“Kenapa berubah pikiran, bukannya kamu yang ngotot mau kuliah di Indonesia?” tanya kakek curiga. Aku hanya diam membisu. Kakek tidak tahu bagaimana perasaan ku saat ini, retak berkeping-keping karena cinta bertepuk sebelah tangan.


“Apa karena miss tersayang mu itu?” tebak kakek seolah tau apa yang ku rasakan. Karena aku dekat dengan beliau jadi sesekali aku curhat tentang Miss Zara. Tapi tentang patah hati ini beliau belum tahu.


“Dia akan menikah dengan guru yang mengajar di sekolah ku kek” jawabku tak  bersemangat.


“Itu namanya tidak  jodoh Dirga. Itu artinya kamu harus mencari gadis lain. Mungkin dia lebih memilih laki-laki yang sebaya dengannya atau lebih tua darinya daripada berondong kayak kamu” ujar kakek terkekeh.


Ah kakek, emang jatuh cinta bisa diatur apa. Kalau aku tahu bakalan begini ya mana mau aku jatuh cinta dengan Miss Zara yang statusnya, guru ku sendiri. Sayangnya cinta itu datang tanpa permisi.


Aku masih belum bisa menerima kenyataan kalau dia memilih Pak Farhan. Apa arti kepeduliannya selama ini dengan ku. Aku menilai perhatiannya lebih dari sekedar perhatian seorang guru kepada muridnya. Tapi...Ah sudahlah Dirga mungkin benar kata kakek, dia bukan jodoh ku.


Setelah pengumuman kelulusan, aku terbang ke Korea. Terakhir aku melihatnya saat perpisahan kelas. Itu pun sepertinya dia tidak melihat ku karena sibuk sebagai panitia. Yah, dia tidak akan peduli lagi dengan ku karena sudah ada Pak Farhan. Ku dengar Pak Farhan akan menikah saat liburan sekolah nanti.


Sebelum keberangkatan ku ke Korea, ku tulis sepucuk surat untuknya yang ku titipkan kepada kakek. Biasanya setiap hari minggu dia selalu datang ke Korean Food, mengajak adiknya atau kadang sendirian. Aku sengaja tidak menemuinya jika dia berkunjung, sejak tahu berita dia akan menikah dengan pak Farhan.


***