
Setelah kejadian di taman, Katazuki dan Liya pun kembali ke kelas untuk mengikuti pelajaran. Sesampai di depan kelas Mage, Katazuki dan Liya berpisah. Katazuki pun tidak sempat menanyakan di mana kelas Liya berada. Katazuki pun lalu masuk ke kelas, dan semua murid pun melirik ke arah Katazuki dengan wajah kagum. Ada yang merasa takut kepada Katazuki.
"Ah, kenapa mereka melihatku seperti itu? Apa aku membuat kesalahan ya?" ucap Katazuki yang bingung. Teman sekelasnya terus-menerus melihatnya.
...****************...
Suara bel masuk pun terdengar, dan guru pun masuk ke kelas. Murid-murid lalu bergegas ke kursi masing-masing setelah melihat guru masuk ke kelas.
"Selamat siang, anak-anak. Bagaimana istirahatnya? Aku dengar ada kejadian yang tidak terduga. Kejadian apa itu? Apakah ada yang mau memberitahu kepada saya?" ucap guru yang mengetahui ada pertarungan di kelas.
Murid-murid pun terdiam saat guru berbicara tentang kejadian yang tidak terduga. Katazuki pun ikut diam dan menundukkan kepala ke arah mejanya.
"Wah, apakah tidak ada yang mau memberitahu guru? Tentang kejadian tadi. Ayolah, kasih tahu guru kalian ini," ucap guru yang tersenyum dengan seram.
Semua murid di dalam kelas pun masih terdiam, tidak ada yang bicara. Guru pun langsung menunjuk Katazuki untuk menjelaskan kejadian di jam istirahat.
"Ah, anu pak sebenarnya, pas tadi jam istirahat ada kejadian perkelahian di kelas," ucap Katazuki, yang berbicara sambil tertunduk.
"Oh, ada kejadian perkelahian di kelas ya. Dan aku dengar ada kejadian perkelahian di taman juga loh. Apa kalian tahu siapa yang berkelahi di kelas dan di taman?" ucap guru, yang memancing Katazuki.
"Ah, itu saya pak, yang berkelahi di kelas dan di taman," ucap Katazuki, yang merasa bersalah.
"Wow, kamu hebat ya. Bisa berkelahi dua kali di akademi ini," ucap guru, yang takjub kepada Katazuki.
"Kamu kan murid baru. Ya pasti tidak tahu kalau di akademi ini, memang diperbolehkan berkelahi/bertarung," ucap guru, yang menjelaskan kepada Katazuki.
"Tapi kan, bukankah berkelahi/bertarung itu perbuatan salah? Kenapa tidak dilarang?" ucap Katazuki, yang penasaran.
"Berkelahi/bertarung tidak apa-apa. Dan tidak ada yang salah, asalkan bertarung di ruang latihan atau arena bertarung. Yang tidak diperbolehkan itu bertarung di luar lingkungan latihan dan arena bertarung," ucap guru, yang menjelaskan aturan berkelahi di Akademi Satria.
"Hmmm, saya mengerti pak. Saya tidak akan mengulanginya kembali. Kalau begitu, saya mohon maaf atas keributan yang saya perbuat," ucap Katazuki, yang sudah memahami dan meminta maaf.
"Karena kamu sudah melanggar, saya akan memberikan kamu hukuman," ucap guru kepada Katazuki.
"Ah, tapi kan tadi kata guru berkelahi/bertarung tidak apa-apa," ucap Katazuki, yang kaget mendapatkan hukuman.
"Kalau berkelahi/bertarungnya di ruang latihan atau arena bertarung. Kamu kan bertarung di luar ruang latihan dan arena bertarung, jadi kamu bersalah," ucap guru kepada Katazuki.
"Maaf guru, saya tidak ingat kalau saya bertarung di luar ruang latihan dan arena bertarung," ucap Katazuki kepada guru.
"Kalau begitu, setelah ini selesai, kamu ikut saya ke kantor. Mengerti?" ucap guru kepada Katazuki.
"Ya, guru. Saya mengerti," ucap Katazuki kepada guru.