MY STRENGTH IS ICE

MY STRENGTH IS ICE
ARCHER VS MAGE



Oryza pun mulai berhenti memukul dan mengarahkan ujung Tombak Kegelapan ke arah Hayabusa.


"Oryza, apa yang mau kamu lakukan sekarang?" ucap Hayabusa yang sudah panik dan ketakutan melihat hawa membunuh dari Oryza.


"Aku akan menusuk kamu dengan Tombak Kegelapan ini," ucap Oryza ke Hayabusa.


Oryza pun lalu melayangkan Tombak Kegelapan ke arah Hayabusa.


"Aku mengaku kalah, Oryza!" teriak Hayabusa ke Oryza.


Hayabusa pun lalu dihentikan oleh Guru Grok.


"Pertandingan sudah berakhir, dia sudah mengaku kalah," ucap Guru Grok yang memberitahu Oryza bahwa Hayabusa menyerah.


"Ah, maafkan aku. Sepertinya aku tadi terbawa suasana," ucap Oryza sambil menggaruk kepala.


"Sekarang, lepaskan ikatan Hayabusa," ucap Guru Grok ke Oryza.


Oryza pun lalu melepaskan ikatan Hayabusa dari akar tumbuhan milik Oryza.


"Ah, anu, aku minta maaf karena aku kamu jadi terluka parah, hehe," ucap Oryza sambil tertawa merasa bersalah atas kelakuannya.


...****************...


"Tidak apa-apa, Oryza. Namanya juga pertarungan, wajar saja kalau terluka," ucap Hayabusa ke Oryza.


"Tapi kamu terluka sangat parah, dan ini cuma latihan tanding saja. Harusnya aku tidak terbawa suasana," ucap Oryza yang masih merasa bersalah ke Hayabusa.


"Ini bukan salah kamu, kok. Ini memang kemauan aku sendiri, karena aku tidak ingin mengecewakan Thunder," ucap Hayabusa ke Oryza.


Hayabusa pun dibawa oleh tim medis ke ruang perawatan.


"Hayabusa, tetaplah berjuang dan jangan menyerah," ucap Oryza sambil teriak kencang ke Hayabusa yang sedang terbaring.


Hayabusa yang mendengar teriakan Oryza hanya bisa tersenyum sambil meneteskan air mata.


"Sebaiknya kamu juga pergi ke ruangan UKS untuk diobati luka kamu," ucap Guru Grok ke Oryza.


"Ah, iya, aku hampir lupa kalau aku terluka juga, walaupun tidak separah Hayabusa, hehe," ucap Oryza sambil tertawa dan berjalan meninggalkan arena.


"Apa kamu nanti siap berlawanan dengan Rookie nanti di pertarungan berikutnya?" ucap Guru Grok ke Oryza.


"Entahlah, apa aku siap atau tidak, yang pasti aku tidak akan lari dari pertarungan dengannya," ucap Oryza ke Guru Grok.


"Sepertinya kamu sudah tidak takut lagi dengannya, kalau begitu tunjukkan kepada aku kalau kamu tidak takut lagi menghadapi Rookie," ucap Guru Grok ke Oryza.


Oryza pun berjalan meninggalkan arena dan Guru Grok.


"Hey, bajingan, yang benar saja!" ucap Aqua sambil teriak ke arah Oryza.


"Ah, kamu kenapa? Apa kamu khawatir kepadaku?" ucap Oryza yang tersenyum ke Aqua.


"Apa ingin membunuh Hayabusa tadi? Kamu gila apa gimana?" ucap Aqua yang panik ke Oryza.


"Ah, maaf, aku terbawa suasana tadi sampai tidak bisa mengontrolnya," ucap Oryza yang merasa bersalah.


"Ah, sudahlah, yang penting kamu baik-baik saja," ucap Aqua sambil membuang nafas.


"Hmmm, terima kasih telah mengkhawatirkan aku sejauh ini," ucap Oryza yang tersenyum ke Aqua.


"Sudahlah, sebaiknya kamu pergi ke ruang UKS untuk diobati luka kamu," ucap Aqua sambil merangkul Oryza.


"Pertandingan antara kelas Fighter vs Assassin tadi dimenangkan oleh kelas Fighter, yah. Maka dari itu, kelas Fighter lanjut ke babak berikutnya. Sekarang, kita lihat pertandingan selanjutnya, kelas apa yang akan bertarung. Kita lihat ke arah monitor yang akan memilih kelas mana yang akan bertarung," ucap Guru Grok ke seluruh murid.


Monitor lalu memilih kelas yang akan bertarung, dan monitor memilih kelas Archer.


"Kepada perwakilan kelas Archer, silahkan menuju ke arena," ucap Guru Grok yang memberitahu perwakilan kelas Archer.


"Hey, Wind, sekarang giliran kita," ucap Atom yang sedang membangunkan Wind yang sedang tertidur.


"Ah, tidak bisakah ditunda dulu aja pertarungannya?" ucap Wind yang masih sedang tidur dengan penutup mata.


"Yah, tidak bisa lah, Wind. Ini kan sudah diatur oleh sistem. Mana mungkin bisa ditunda?" ucap Atom yang sabar menghadapi Wind.


"Ah, ganggu saja orang lagi tidur saja. Lagian, siapa sih yang merekomendasikan aku?" ucap Wind yang agak kesal sambil menggaruk-garuk kepala sambil tidur.


"Lah, kan itu dipilih oleh seluruh kelas kita, dan Wali Kelas kita juga yang memilih kamu, Wind," ucap Atom yang menjelaskan ke Wind.


"Ya sudah, kalau begitu, kita selesaikan dengan cepat pertarungan ini, Atom," ucap Wind yang bangun dari tidurnya.


"Begitu dong, Wind. Ayo kita selesaikan pertarungan ini dengan cepat," ucap Atom dengan tersenyum lega.


"Kalau begitu, ayo kita selesaikan pertarungan ini dengan menyerah saja, haha," ucap Wind sambil tertawa.


"Aaaaaapaa, menyerah?" ucap Atom yang terkejut mendengarnya.


"Gimana, aku cerdas kan? Kalau begitu, ayo kita bergegas ke arena," ucap Wind sambil jalan menuju arena.


"Haaaa, mau gimana lagi. Aku tidak bisa memaksanya, kalau sudah membuat keputusan," ucap Atom yang pasrah dengan keputusan Wind sambil mengikuti Wind.


Sesampai di arena, Wind dan Atom mendapatkan sorakan dari kelas Archer.


"Ah, kenapa di sini berisik sekali sih? Ganggu saja," ucap Wind yang kesal mendengar sorakan dari teman kelasnya.


Atom hanya bisa menghembuskan nafas mendengarkan ocehan Wind.


"Di karenakan perwakilan kelas Archer sudah tiba, kita lihat di monitor lagi untuk melihat lawan untuk kelas Archer," ucap Guru Grok ke seluruh penonton.


Monitor pun lalu memilih kelas yang akan bertarung, dan monitor pun berhenti di kelas Mage.


"Kazuki, sekarang giliran kita. Aku sudah tidak sabar, hehe," ucap Kagami yang sudah semangat bertarung.


"Kalau begitu, kita bergegas ke arena," ucap Kazuki sambil berjalan menuju arena.


"Baiiklah, aku sudah tidak sabar untuk menghadapinya," ucap Kagami sambil berjalan menuju arena.


Kagami dan Kazuki terlihat sedang berjalan dari lorong menuju arena.


"Atom, sepertinya aku tidak akan jadi menyerah," ucap Wind yang tersenyum ke arah Kazuki.


"Apa kamu serius, Wind?" ucap Atom yang terkejut mendengar Wind tidak akan menyerah.


"Yah, aku serius," ucap Wind sambil tersenyum.


Kagami dan Kazuki sampai di arena dan berhadapan dengan Wind dan Atom.


"Apa kalian sudah siap?" ucap Guru Grok ke perwakilan kelas.


"Yah, saya siap, Pak," ucap Kagami, Kazuki, Wind, dan Atom ke Guru Grok.


Kagami, Kazuki, Wind, dan Atom pun lalu masuk ke basenya masing-masing dan bersiap-siap untuk bertarung.