MY STRENGTH IS ICE

MY STRENGTH IS ICE
BULLY



Kagami dan Katazuki pun lalu ganti baju dengan baju latihan tanding. Selesai mengenakan baju latihan, Katazuki, Kagami, dan anak-anak kelas bergegas ke arena pertarungan.


"Kagami, apa Liya akan ikut latihan tanding?" ucap Katazuki yang agak cemas.


"Ah, benar juga. Liya kan sehat dia tidak bisa bertarung sama sekali," ucap Kagami yang tiba-tiba cemas.


Kagami dan Katazuki pun cemas memikirkan keadaan Liya yang akan latihan tanding.


...****************...


"Katazuki, itu Liya ke luar dari kelasnya," ucap Kagami ke Katazuki sambil memberi tahu.


"Kenapa dia sendirian? Tidak bersama teman-teman sekelasnya?" ucap Katazuki ke Kagami.


"Aku juga tidak tahu kenapa dia tidak bersama teman sekelasnya," ucap Kagami ke Katazuki.


"Apa mungkin dia tertinggal bersama teman sekelasnya?" ucap Katazuki ke Kagami.


"Tidak mungkin. Liya kan selalu cepat jika ada apa-apa juga," ucap Kagami ke Katazuki.


"Terus kenapa dia sendirian seperti itu?" ucap Katazuki ke Kagami.


"Yasudah, daripada kita penasaran, lebih baik kita tanya saja," ucap Kagami ke Katazuki sambil berlari menuju Liya.


Katazuki dan Kagami pun menghampiri Liya yang sedang berjalan sendirian.


"Liya, sedang apa? Kamu berjalan sendirian. Mana teman-temanmu?" ucap Kagami ke Liya sambil melambaikan tangannya.


"Eh, Kagami, kenapa kau di sini? Bukankah sedang ada latihan tanding ya?" ucap Liya ke Katazuki.


"Kamu sendiri sedang apa di sini?" ucap Kagami ke Liya.


"Kamu sedang memikirkan apa, Liya?" ucap Katazuki ke Liya.


"A... Aku tidak sedang memikirkan apa-apa kok. Lebih baik kita segera ke arena sebelum terlambat," ucap Liya ke Katazuki dan Kagami.


"Ah, benar juga. Arena lebih penting daripada kamu, Liya. Hahaha," ucap Kagami ke Liya sambil tertawa.


"Apa kamu bilang?" ucap Liya ke Kagami.


"Aku cuma bercanda kok. Hehe," ucap Kagami ke Liya sambil tertawa sedikit.


"Yasudah, ayo kita ke arena bersama," ucap Liya ke Katazuki dan Kagami sambil berjalan menuju arena.


Katazuki, Kagami, dan Liya pun berjalan bersama menuju arena untuk melaksanakan latihan tanding. Saat berjalan menuju arena, Liya terlihat murung, dan Katazuki menyadarinya.


"Aku tidak apa-apa kok," ucap Liya ke Katazuki yang gugup.


"Kalau mau berbohong, yang bagus sedikit lah," ucap Katazuki ke Liya.


"Apa aku tidak berbohong kok?" ucap Liya ke Katazuki yang kaget.


"Kamu kira aku tidak sadar jika kamu sedang ada masalah? Hanya orang yang agak bodoh yang tidak akan menyadari kelakuan kamu. Mungkin Kagami bisa dibodohi jika kamu tidak apa-apa, tapi aku tidak," ucap Katazuki ke Liya.


"A... Anu, sebenarnya aku... hmmm," ucap Liya ke Katazuki yang tidak bisa menjawab.


"Kalau misalnya kamu tidak ingin memberitahuku, tidak apa-apa. Aku tidak memaksa kamu untuk berbicara. Santai saja," ucap Katazuki ke Liya.


Liya pun terdiam dan tidak bisa berkata-kata kepada Katazuki karena Katazuki mengetahui bahwa Liya sedang menghadapi masalah.


"Ah, anu, Katazuki..." ucap Liya ke Katazuki yang ragu-ragu.


"Iya, apa?" ucap Katazuki ke Liya sambil tersenyum.


"Sebenarnya, aku jadi target bully di kelasku sendiri, Katazuki," ucap Liya ke Katazuki sambil murung.


"Sejak kapan kamu jadi target bully teman sekelasmu?" ucap Katazuki ke Liya.


"Sejak kemarin. Gara-gara aku menolong seseorang yang sedang dibully oleh teman sekelasku, aku tidak tahu akan jadi begini," ucap Liya ke Katazuki yang agak sedih.


"Kenapa kamu tidak melawan?" ucap Katazuki ke Liya.


"Dia mengancam aku. Kalau aku macam-macam, dia akan memanggil pacarnya yang bernama Roki," ucap Liya ke Katazuki.


"Memangnya siapa Roki itu?" ucap Katazuki ke Liya yang penasaran.


"Roki itu murid angkatan kedua di kelas tank, dan dia terkenal kuat juga," ucap Liya ke Katazuki yang ketakutan.


"Dan kenapa kamu tidak bilang ke Kagami atau aku?" ucap Katazuki ke Liya yang agak kesal.


"Aku tidak mau kalian terlibat masalahku. Aku tidak mau menjadi beban kalian," ucap Liya ke Katazuki.


"Yasudah, kalau begitu, itu hakmu. Tapi kalau kamu meminta pertolonganku, aku akan menolongmu," ucap Katazuki ke Liya.


"Dan tolong jangan kasih tahu Kagami. Aku takut dia akan marah besar. Aku mohon, Katazuki, aku tidak mau kalian terluka lagi gara-gara aku," ucap Liya ke Katazuki.


"Hmm, baiklah. Aku tidak akan memberitahunya, tapi kamu sendiri yang akan memberitahunya," ucap Katazuki ke Liya.


"Terima kasih banyak, Katazuki," ucap Liya ke Katazuki sambil tersenyum.