MY STRENGTH IS ICE

MY STRENGTH IS ICE
pulang



"Awas, yah, kamu, Kagami, aku akan pukul kamu!" ucap Liya yang mengancam Kagami.


"Gak takut, wle," ucap Kagami ke Liya.


"Hmmm, lebih baik kita pulang. Sudah, jangan banyak bertengkar, oke?" ucap Katazuki yang berjalan menuju asrama.


Mereka bertiga pun langsung berjalan pulang sambil mengobrol-ngobrol. Sesampai di depan pintu sekolah, Liya pun berpisah karena asrama cewek dan cowok berbeda arah.


...****************...


"Sampai ketemu besok, ya, teman-teman," ucap Liya melambaikan tangan ke Kagami dan Katazuki.


"Selamat beristirahat, nenek yang cerewet, wlee," ucap Kagami yang meledek Liya.


"Awas, yah, kamu, Kagami, aku akan menghajar kamu besok," ucap Liya ke Kagami.


"Coba saja kalau bisa, wlee," ucap Kagami sambil meledek Liya.


Liya pun berlari ke arah Kagami dengan dan memukul kepala Kagami yang sedang meledeknya.


"Rasakan ini pukulan aku!" ucap Liya yang sedang memukul Kagami.


"A... Aa.. Ampun, Liya, maafkan aku," ucap Kagami yang sedang dipukuli oleh Liya.


"Hey, hey, sudah mau gelap. Sebaiknya kita ke asrama dengan cepat," ucap Katazuki ke Kagami yang sedang dipukuli oleh Liya.


"Ah, benar juga, sudah mau gelap. Kalau gitu, aku duluan ya, Katazuki," ucap Liya yang langsung berlari ke asrama sambil melambaikan tangan.


"Hey, hey, kenapa kamu cuma manggil Katazuki saja, sedangkan aku tidak?" ucap Kagami ke Liya yang sedang berlari menuju asrama.


"Oh, iya, aku lupa. aku kira kamu sudah mati karena aku pukuli, hhh. Kalau gitu, sampai ketemu besok, Kagami, Katazuki," ucap Liya ke Katazuki dan Kagami sambil tersenyum kepada mereka berdua.


"Hmmm, sepertinya dia senang. Aku baru lihat lagi dia tersenyum ceria begitu," ucap Kagami yang senang melihat Liya ceria kembali.


"Dia dulu tidak pernah tersenyum. Yang ada, dia selalu menangis karena tidak ada teman. Tapi syukurlah, setelah dia bertemu dengan aku dan kamu, dia mulai ceria. Aku sedikit lega melihatnya," ucap Kagami ke Katazuki.


"Syukurlah, aku senang mendengarnya. Kalau begitu, ayo kita ke asrama," ucap Katazuki ke Kagami.


"Ayo," ucap Kagami ke Katazuki sambil berjalan.


Kagami dan Katazuki pun berjalan pulang ke asrama cowok. Sesampai di asrama, Kagami dan Katazuki pun mencari kamar.


"Katazuki, sepertinya kita berpisah di sini. Aku sama kamu pasti beda kamar," ucap Kagami ke Katazuki.


"Ah, baiklah, kalau begitu, aku duluan ya, Kagami," ucap Katazuki ke Kagami.


"Ah, yasudah, aku juga akan pergi," ucap Kagami ke Katazuki.


Mereka berdua pun berjalan ke blok yang sama. Katazuki dan Kagami pun lalu bingung kenapa mereka berdua satu blok, tetapi Katazuki dan Kagami tidak menghiraukannya. Mereka pun tetap berjalan mencari kamarnya. Setelah Kagami menemukan kamarnya, Kagami pun terus masuk. Katazuki pun ikut masuk ke kamar yang Kagami masuki. Kagami pun agak kesal.


"Katazuki, kenapa kamu mengikuti ku sampai kamar sih?" ucap Kagami yang agak kesal dengan Katazuki.


"Aku tidak mengikuti kamu kok, tapi kamar aku juga di sini," ucap Katazuki ke Kagami.


"Ah, memangnya kamu kamar berapa?" ucap Kagami ke Katazuki.


"Aku kamar nomor 50," ucap Katazuki ke Kagami.


"Kamu kenapa tidak bilang kalau kamu kamar nomor 50, Katazuki?" ucap Kagami yang baru tahu kalau Katazuki teman sekamarnya.


"Kamu kan tidak nanya," ucap Katazuki ke Kagami.


"Arghhh," Kagami yang teriak kesal dengan Katazuki.