MY STRENGTH IS ICE

MY STRENGTH IS ICE
PETENGKARAN



Katazuki, Oryza, Liya, dan Kagami pun membersihkan kerusakan yang ada di taman. Mereka berempat bekerja sama dengan rapih dan menyelesaikannya pada hari itu juga.


...****************...


"Terima kasih ya, teman-teman. Berkat kalian, kerusakan di taman sudah selesai," ucap Katazuki ke Kagami, Liya, dan Oryza.


"Ah, tidak masalah. Lagian, kamu kan teman aku, pasti aku bantu lah," ucap Kagami ke Katazuki.


"Seharusnya aku yang berterima kasih kepada kamu, Katazuki. Gara-gara perbuatan aku, kamu dapat hukuman. Walaupun aku juga bakal dapat sih," ucap Oryza ke Katazuki dengan perasaan bersalah.


"Nah, begitu dong, merasa bersalah jangan keras kepala. Memangnya gak kesiangan ke Katazuki?" ucap Liya ke Oryza yang marah.


"Liya, tenang jangan marah. Lagian, dia sudah membantu kita, kan," ucap Katazuki sambil menenangkan emosi Liya ke Oryza.


"Cerewet sekali sih, kaya nenek saja kamu. Kalau begitu, aku lebih baik pergi duluan, bye," ucap Oryza ke Katazuki, Kagami, dan Liya sambil melambaikan tangan.


"Hey, apa kamu bilang kaya nenek? Aku akan bunuh kamu, yah, sini kamu, jangan pergi," ucap Liya yang marah ke Oryza.


Katazuki dan Kagami pun hanya bisa menahan Liya agar tidak menyerang Oryza.


"Liya, sudahlah, jangan terlalu mendengarkan omongan Oryza. Tapi lagian, memang benar si Oryza, kamu cerewet kaya nenek," ucap Kagami ke Liya.


"Apa kamu bilang, Kagami? Aku kaya nenek? Sini kamu," ucap Liya sambil memukul Kagami terus-menerus.


"A... Ampun, Liya, aku tidak bermaksud menghina kamu," ucap Kagami yang sedang dipukuli oleh Liya.


"Ah... Diam kamu, Kagami," ucap Liya yang masih memukuli Kagami.


Katazuki pun tersenyum melihat Liya dan Kagami yang sedang bertengkar.


"Teman-teman, sebaiknya kita pulang. Sudah sore juga, nanti kita kelewat malam kalau lama di sini," ucap Katazuki ke Liya dan Kagami yang sedang dipukuli oleh Liya.


"Tega sekali kamu, Liya. Sudah memukul aku terus pulang, tidak ada rasa bersalahnya, ya, kamu?" ucap Kagami ke Liya.


"Apa kamu mau lagi, Kagami? Yasudah, sini kamu," ucap Liya ke Kagami yang ingin memukulinya lagi.


Kagami pun langsung berdiri dan berlari ke belakang Katazuki agar tidak dipukuli lagi oleh Liya.


"Hey, hey, sudahlah, lebih baik kita pulang saja," ucap Katazuki kepada Liya agar tidak memukuli Kagami.


"Awas, ya, kamu, Kagami, aku akan pukul kamu besok," ucap Liya ke Kagami yang mengancam.


"Coba saja, kalau bisa, wlee," ucap Kagami ke Liya sambil meledeknya.


"Arghhh, ngeselin banget sih, kamu, Kagami," ucap Liya yang marah ke Kagami.


"Kalau gak ngeselin, ya, bukan Kagami, wlee," ucap Kagami yang meledek Liya.


"Sini kamu, kalo berani, jangan berlindung di belakang Katazuki, sini maju," ucap Liya ke Kagami.


"Gak mau, wle. Kamu aja yang kesini, hhhh," ucap Kagami sambil tertawa.


"Awas, ya, kamu, Kagami, aku akan pukul kamu," ucap Liya yang mengancam Kagami.


"Gak takut, wle," ucap Kagami ke Liya.


"Hmmm, lebih baik kita pulang. Sudah, jangan banyak bertengkar, oke?" ucap Katazuki yang berjalan menuju asrama.


Mereka bertiga pun langsung berjalan pulang sambil mengobrol-ngobrol. Sesampai di depan pintu sekolah, Liya pun berpisah karena asrama cewek dan cowok berbeda arah.