MY STRENGTH IS ICE

MY STRENGTH IS ICE
TERLUKA



Kagami lalu maju dengan cepat dan langsung menyerang Atom. Atom pun terkena serangan dari Kagami sampai tidak bisa berkutik. Kagami pun lalu mengeluarkan kemampuannya, yaitu Elemental Api Fire Punch. Pukulan Fire Punch pun tidak bisa ditahan oleh Atom. Atom pun terpental jauh, sampai mengakibatkan tembok arena hancur.


"Sepertinya kamu tidak bisa bangun lagi," ucap Kagami kepada Atom.


Atom berusaha memaksakan bangun kembali, walaupun sudah terluka sangat parah.


Asap ledakan pun sudah menghilang. Para penonton terkejut melihat kondisi Atom yang sudah terluka sangat parah masih bisa memaksakan berdiri untuk bertarung.


"Aku belum kalah," ucap Atom yang penuh dengan darah seluruh tubuhnya sambil berjalan lemas menuju Kagami.


...****************...


Atom pun berjalan lemas menuju Kagami dengan berceceran darah dari tubuhnya. Seketika, Atom pun lalu terjatuh pingsan ke bawah. Tiba-tiba, Wind datang entah dari mana sambil menahan Atom agar tidak terjatuh dengan tubuhnya.


"Kerja bagus, Atom. Kamu sangat hebat tadi," ucap Wind yang menahan Atom agar tidak terjatuh dengan tubuhnya sambil melihat ke arah Atom.


Kagami pun lalu menghampiri Atom dan Wind.


"Ah, maafkan aku. Karena aku dia terluka parah," ucap Kagami yang sedikit khawatir kepada Atom.


"Kenapa kamu minta maaf? Ini kan pertandingan, jadi mau gimana lagi," ucap Wind sambil tersenyum kepada Kagami.


"Kalau begitu, izinkan aku membantunya," ucap Kagami sambil bergegas membantu Atom.


"Kamu unik sekali, ya. Padahal dia ini musuhmu, tapi kamu masih mau membantunya," ucap Wind yang heran dengan sikap Kagami.


Para penonton dari kelas Archer dan Mage pun bertepuk tangan kepada Kagami dan Atom, memberikan sorakan yang gembira.


"Pertandingan pertama ini dimenangkan oleh kelas Mage. Untuk perwakilan kedua, silahkan mempersiapkan diri dari sekarang," ucap Guru Grok sambil berjalan menuju Kagami, Atom, dan Wind.


"Sebaiknya kamu siap-siap saja untuk pertandingan," ucap Kagami kepada Wind.


"Itu benar, Wind. Sebaiknya kamu siap-siap untuk bertanding," ucap Guru Grok yang berjalan untuk membantu Atom.


"Ah, kalau begitu aku titipkan Atom padamu," ucap Wind kepada Kagami.


"Serahkan saja dia kepada aku," ucap Kagami sambil menarik Atom dari pangkuan Wind lalu menggendong Atom ke tubuhnya.


Wind pun lalu bergegas ke ruangannya untuk bersiap-siap bertarung dengan Katazuki.


"Sebaiknya kamu bawa dia ke UKS," ucap Guru Grok kepada Kagami yang sedang menggendong Atom.


"Ah, baiklah, saya akan membawanya ke UKS dulu, pak. Lalu nanti saya akan kembali lagi kesini," ucap Kagami kepada Guru Grok.


"Maksud saya, kamu juga harus dirawat juga. Memangnya kamu tidak terluka apa?" ucap Guru Grok yang mulai kesal kepada Kagami.


"Aku baik-baik saja kok, pak," ucap Kagami sambil senyum-senyum.


"Apa benar kamu baik-baik saja?" ucap Guru Grok kepada Kagami.


"Iya, aku benar-benar baik-baik saja kok, pak," ucap Kagami dengan percaya diri.


"Kalau kamu benar-benar baik-baik saja, coba mendekat kemari sebentar," ucap Guru Grok kepada Kagami.


Kagami pun lalu mendekat kepada Guru Grok, dan tiba-tiba Guru Grok memukul kepala Kagami. Kagami pun berlari-lari kesana kemari karena kesakitan sambil menggendong Atom.


"Kenapa, Bapak memukul saya?" ucap Kagami sambil menahan kesakitan akibat pukulan dari Guru Grok.


"Sekarang kamu pilih ke UKS atau kamu ingin Bapak tambah lagi pukulan di kepala kamu?" ucap Guru Grok yang tersenyum jahat kepada Kagami.


"S-saya akan ke UKS, pak. Sekarang," ucap Kagami yang berlari sambil menggendong Atom.


"Sungguh anak yang menyebalkan," ucap Guru Grok sambil menepuk jidat.


"Apa kamu sudah siap menghadapi teman dia?" ucap Kagami kepada Katazuki.


"Yah, aku sudah siap," ucap Katazuki sambil tersenyum.


"Ah, baiklah. Kalau begitu, semoga kamu baik-baik saja, hehe," ucap Kagami sambil tertawa.


"Ah, iya. Sebaiknya kamu segera membawa dia ke UKS, Kagami," ucap Katazuki sambil menunjuk Atom.


"Ah, benar aku lupa. Kalau begitu, aku ke UKS dulu ya," ucap Kagami sambil berlari membawa Atom ke UKS.


Katazuki pun lalu berjalan menuju arena.


"Untuk perwakilan kedua, silahkan memasuki arena sekarang," ucap Guru Grok kepada perwakilan pertandingan.


Katazuki dan Wind pun lalu muncul di lorong. Keduanya berjalan menuju arena.


"Menurut bapa dan ibu, siapa yang akan menang pertandingan ini?" ucap Wali Kelas Assassin kepada seluruh Wali Kelas.


"Sudah pasti Wind. Kalian semua sudah pada tahu kan kekuatannya gimana," ucap Wali Kelas Archer.


Seluruh Wali Kelas pada setuju kalau Wind akan mengalahkan Katazuki.


"Menurut kamu gimana, Pak? Kamu kan Wali Kelasnya Katazuki nih. Apa menurut kamu dia akan kalah?" ucap Wali Kelas Assassin kepada Wali Kelas Mage.


"Kalau aku sebagai gurunya, aku cukup percaya saja pada mereka," ucap Wali Kelas Mage sambil tersenyum.


"Kamu sungguh percaya sekali kepada muridmu, Pak," ucap Wali Kelas Health kepada Wali Kelas Mage.


"Hmm, bagaimana aku bisa tidak percaya kepada mereka? Mereka selalu percaya kepada kata-kata gurunya, jadi lantas aku juga harus mempercayakan semuanya kepada muridku," ucap Wali Kelas Mage sambil tersenyum, melihat ke arah Katazuki.


Wali Kelas yang lain pun merasa kagum kepada Wali Kelas Mage yang selalu percaya kepada muridnya.


Katazuki dan Wind sudah berada di arena, saling berhadapan satu sama lain.


"Apakah kalian sudah siap untuk bertarung?" ucap Guru Grok kepada Katazuki dan Wind.


"Yah, kita siap," ucap Katazuki dan Wind kepada Guru Grok.


"Kalau begitu, pertandingan kita mulai," ucap Guru Grok yang memulai pertandingan.


Katazuki dan Wind pun saling menatap satu sama lain.


"Kenapa mereka diam saja satu sama lain?" ucap penonton yang melihat Katazuki dan Wind.


"Apa alasan kamu ikut pertarungan ini?" ucap Wind kepada Katazuki.


"Kenapa kamu mempertanyakan hal seperti itu?" ucap Katazuki kepada Wind.


"Aku cuman penasaran saja. Memangnya aku tidak boleh mempertanyakan alasan kamu bertarung?" ucap Wind yang penasaran dengan Katazuki.


"Kalau kamu sebegitu penasaran dengan alasan aku, itu apa akan aku beritahu?" ucap Katazuki kepada Wind.


"Jadi, apa alasan kamu ikut pertandingan ini?" ucap Wind yang sangat penasaran kepada Katazuki.


"Alasan aku cuman satu: ikut di pertandingan ini karena aku ingin melawan rokie," ucap Katazuki kepada Wind.


"Apa? Jadi kamu bertarung hanya demi teman kamu yang dibully?" ucap Wind kepada Katazuki.


"Memangnya kenapa?" ucap Katazuki kepada Wind.