
Mereka bertiga pun bergegas masuk ke akademi dengan buru-buru agar tidak terlambat masuk kelas. Sesampai di kelas, Liya pun berpisah dengan Katazuki dan Kagami dikarenakan berbeda kelas.
"Ah, yasudah, kita masuk kelas duluan ya, Liya," ucap Kagami dan Katazuki.
"Yasudah, aku pergi ke kelasku dulu ya," ucap Liya sambil berjalan menuju kelasnya.
"Oke, sampai ketemu jam istirahat," ucap Kagami kepada Liya sambil melambaikan tangan.
...****************...
Katazuki dan Kagami pun masuk ke dalam kelas dan duduk di bangku mereka.
"Hampir saja kita terlambat masuk akademi," ucap Kagami kepada Katazuki.
"Iyah, hampir saja ya," ucap Katazuki dengan tersenyum ke Kagami.
"Sepertinya aku harus tidur lebih dulu agar tidak telat bangun seperti tadi," ucap Kagami sambil menggaruk kepalanya.
"Bukannya kamu sudah tidur duluan, ya?" ucap Katazuki yang memberitahu Kagami sambil tersenyum.
"Ah, berarti aku harus tidur lebih awal, Katazuki," ucap Kagami yang mengelak.
Guru pun masuk ke kelas dan memberitahu bahwa hari ini akan diadakan pertandingan antar grup di akademi.
"Oke, anak-anak, bapak kesini cuma akan memberitahu kalau hari ini akan diadakan latihan tanding antarkelas," ucap guru kelas kepada murid-muridnya.
"Pak, izin bertanya, latihan tandingnya akan diadakan jam berapa, ya?" ucap ketua kelas kepada guru kelas.
"Oke, itu pertanyaan yang bagus. Latihan tanding akan dilaksanakan setelah bapak memberi tahu kalian," ucap guru kelas kepada murid-muridnya.
"Apa kok mendadak begini sih?" ucap murid di kelas.
"Ada pertanyaan lagi, jika tidak ada, kalian siap-siap menggunakan baju latihan sekarang," ucap guru kelas kepada murid-muridnya.
"Tujuan latihan tanding ini adalah untuk mengukur kekuatan dan keahlian yang kalian miliki," ucap guru kelas kepada Katazuki.
"Apakah latihan tanding ini campur atau tidak?" ucap Katazuki kepada guru kelas.
"Pertanyaan yang bagus sekali, Katazuki. Jadi, latihan tanding tidak hanya dengan mage saja, tapi dengan semua karakter mulai dari fighter, tank, archer, assassin, health, dan mage," ucap guru kelas kepada Katazuki dan murid kelas.
"Kami mengerti, Pak," ucap murid kelas kepada guru kelas.
"Dan satu lagi, kalian jangan mau kalah dengan kelas lain. Mengerti? Tunjukkan kekuatan kalian," ucap guru kelas yang menyemangati murid-muridnya.
"Baik, Pak. Kita akan melakukan yang terbaik," ucap murid kelas yang terbawa semangat.
"Kalau begitu, cepat ganti baju kalian. Kita pergi ke ruang battle," ucap guru kelas kepada murid-murid kelasnya.
Murid-murid lalu bergegas bersiap-siap ganti baju latihan.
"Ah, aku semangat sekali kalo kaya gini," ucap Kagami yang sangat semangat.
"Kalau gitu, kamu jangan sampai kalah sama kelas lain, Kagami," ucap Katazuki kepada Kagami sambil tersenyum.
"Oh, pastinya aku tidak akan kalah dengan siapa pun, kecuali dengan kamu, hehe," ucap Kagami sambil menggaruk-garuk kepalanya.
"Yasudah, kita ganti baju dulu, ya, Kagami," ucap Katazuki kepada Kagami.
Kagami dan Katazuki pun lalu ganti baju dengan baju latihan tanding. Selesai menggunakan baju latihan, Katazuki, Kagami, dan anak-anak kelas bergegas ke arena battle.
"Kagami, apa Liya akan ikut latihan tanding?" ucap Katazuki yang agak cemas.
"Ah, benar juga. Liya kan health, dia tidak bisa bertarung sama sekali," ucap Kagami yang tiba-tiba cemas.
Kagami dan Katazuki pun cemas memikirkan keadaan Liya yang akan latihan tanding.