MY STRENGTH IS ICE

MY STRENGTH IS ICE
AIR VS PETIR



Aqua pun mempercayai rencana Oryza, meskipun agak sedikit takut. Perwakilan kelas pun sudah sampai di arena.


"Oke, karena pertarungan sudah sampai di arena, kita mulai saja ronde pertama," ucap Guru Grok sambil memulai pertandingan.


Pertandingan pun dimulai dengan pertarungan antara Aqua dan Thunder.


"Ah, sialan Oryza. Jadi, dia menyuruhku pertama kali agar aku melawan si Thunder," ucap Aqua kesal kepada Oryza.


...****************...


"Hey, Aqua, kenapa kamu yang maju duluan? Di mana si Oryza? Kenapa dia tidak jadi yang pertama?" ucap Thunder kepada Aqua.


"Si bajingan Oryza ada di belakang. Kalau kamu ingin melawannya, kalahkan dulu aku," ucap Aqua kepada Thunder dengan sedikit rasa ketakutan.


"Apa kamu bilang, kalahkan dulu kamu?" ucap Thunder kepada Aqua sambil tersenyum.


"Iya, kalahkan dulu aku, kalau kamu bisa," ucap Aqua kepada Thunder.


"Oke, kalau begitu aku maju," ucap Thunder yang maju menyerang Aqua.


Thunder menyerang dengan cepat sampai Aqua tidak sempat memblokir serangannya. Serangan Thunder membuat goresan di wajah Aqua, yang membuat Aqua terdiam dan mematung akibat serangan Thunder.


"Gimana, Aqua? Kenapa kamu terdiam seperti itu?" ucap Thunder kepada Aqua sambil tersenyum.


"Aqua, apa kamu akan diam saja seperti patung? Ayo, kamu bisa mengalahkan bajingan itu. Kamu lebih kuat daripada dia. Ayo, fokus!" ucap Oryza kepada Aqua sambil teriak.


Aqua menganggukkan kepalanya dan bersiap-siap untuk menyerang Thunder dengan serius.


"Apa kamu yakin, Aqua? Bisa mengalahkan aku?" ucap Thunder sambil tersenyum kepada Aqua.


"Oryza bilang aku bisa mengalahkan kamu, berarti dia percaya bahwa aku bisa mengalahkan bajingan seperti kamu, Thunder," ucap Aqua dengan serius kepada Thunder.


"Baiklah, kalau kamu percaya diri sekali, maju lah kemari, Aqua. Serang aku, kalau kamu bisa," ucap Thunder kepada Aqua sambil memprovokasi.


Aqua pun maju menyerang Thunder dengan tombaknya, tetapi serangannya ditahan oleh Thunder dengan kedua belatinya.


"Apa cuman segini kemampuan seorang Fighter?" ucap Thunder kepada Aqua sambil menahan serangan Aqua.


"Memangnya kemampuan seorang Assassin itu seperti apa? Bukankah Assassin lebih lemah daripada Fighter?" ucap Aqua kepada Thunder sambil menyerang.


Thunder terprovokasi oleh Aqua yang mengejek kemampuan kelas Assassin.


"Berisik kamu, Aqua yang lemah. Cuman pertahanan kami saja, tapi serangan kami lebih kuat daripada kelas Fighter," ucap Thunder kepada Aqua sambil menghindar dari jangkauan Aqua.


"Berarti kalian itu lebih lemah dari kita, hhh," ucap Aqua kepada Thunder sambil tertawa.


Thunder lalu menyerang Aqua dengan membabi buta, dengan kecepatan yang sangat cepat sampai tidak bisa dilihat oleh mata. Aqua pun hanya bisa menahan serangan Thunder dan menerima sedikit luka akibat serangan belati.


"Kenapa kamu hanya bisa menahan serangan aku saja?" ucap Thunder kepada Aqua sambil menyerang secara membabi buta.


Penonton dari kelas Assassin memberikan semangat kepada Thunder yang sedang menyerang Aqua.


"Dengarlah suara mereka yang sedang mendukung aku," ucap Thunder kepada Aqua yang berhenti menyerang Aqua.


"Cepat habisi dia, Thunder! Kasih dia luka yang lebih fatal lagi," ucap perwakilan dari kelas Assassin kepada Thunder.


"Apa kamu sudah puas bicaranya, bajingan? Aku sungguh kesal mendengar kamu bicara terus," ucap Aqua kepada Thunder yang sudah kesal dengan Thunder.


"Sepertinya kamu tidak sadar bahwa kenyataannya Fighter itu lemah, ya?" ucap Thunder kepada Aqua.


"Masi banyak-banyak bicara saja kamu, bajingan. Cepat maju, sekarang aku tidak akan menahan diri lagi," ucap Aqua kepada Thunder yang mulai serius bertarung.


"Dasar bajingan, gak tahu diri. Sudah aku kasih keringanan, malah menantang. Yah, mau gimana lagi, akan aku terima tantanganmu, bajingan Fighter," ucap Thunder kepada Aqua sambil berlari menyerang Aqua.


Thunder menyerang Aqua dengan kedua belatinya, tetapi serangannya ditahan oleh Aqua dengan tombaknya. Mereka berdua pun saling menyerang dengan serangan yang kuat.


"Katazuki, menurutmu, siapa yang akan menang?" ucap Kagami kepada Katazuki.


"Menurutku, tim dari Oryza yang akan menang dalam pertarungan ini," ucap Katazuki kepada Kagami.


"Apa kamu yakin?" ucap Kagami yang tidak percaya dengan omongan Katazuki.


"Ya, aku yakin," ucap Katazuki yang fokus memperhatikan pertarungan antara Thunder dan Aqua.


Aqua menggunakan kekuatannya, Elemental Air Pelindung Gelembung. Thunder melemparkan kedua belatinya ke arah Aqua, tetapi serangannya tidak mengenai Aqua karena jurus Pelindung Gelembung Aqua.


"Serangan kamu tidak akan bisa menyentuhku. Percuma saja," ucap Aqua kepada Thunder.


"Apa benar kalau begitu? Terima serangan selanjutnya, bajingan sombong," ucap Thunder yang mulai kesal kepada Aqua.


Thunder menggunakan kekuatannya, Elemental Petir Keris Petir. Thunder melemparkan Keris Petirnya terus-menerus ke arah Aqua.


"Percuma saja kamu melemparkan Keris Petir, itu tidak akan berguna," ucap Aqua yang berjalan menghampiri Thunder.


"Apa kamu yakin, bajingan? Lihatlah Keris Petir yang menancap di pelindungmu itu," ucap Thunder kepada Aqua yang tersenyum.


"Memangnya ada apa dengan Keris Petir yang menancap ini? Apakah kamu berniat untuk meledakkannya?" ucap Aqua yang sudah tahu rencana Thunder.


"Wah, ternyata kamu cepat membaca situasinya. Ya, kalau kamu sudah tahu, aku tidak perlu cape-cape menjelaskan. Selamat tinggal, bajingan," ucap Thunder yang langsung meledakkan Keris Petir yang menancap di pelindung Aqua.


Keris Petir meledak satu per satu di sekitar Aqua sampai asap dari ledakan itu membuat sulit melihat keberadaan Aqua.


"Aquaaaaaaa!" ucap Oryza sambil teriak ke Aqua.


"Apakah kelas Fighter kalah oleh ledakan yang dibuat oleh kelas Assassin?" ucap Guru Grok yang memberitahu.


Thunder tersenyum dan berjalan ke belakang sambil masih tersenyum. Tiba-tiba, serangan belati datang dari arah ledakan ke arah Thunder yang sedang berjalan, dan belati itu menusuk bagian belakang Thunder.


"Mau lari ke mana kamu, bajingan? Pertandingan belum selesai," ucap Aqua yang menyerang Thunder dengan tombaknya.


Thunder tidak bisa bergerak akibat serangan belati yang menusuk punggungnya. Thunder menerima serangan Aqua terus-menerus, hingga terjatuh ke tanah akibat serangan yang dilakukan Aqua.


"Bagaimana mungkin kamu selamat dari ledakan itu?" ucap Thunder yang terluka parah dan terbaring di tanah.


"Memangnya harus banget aku memberi tahu bajingan seperti kamu?" ucap Aqua yang masih berdiri dan penuh luka akibat ledakan.


Tolong benarkan tanda baca yang benar.