MY STRENGTH IS ICE

MY STRENGTH IS ICE
UKS



"Sebenarnya begini, Kagami yang mulai duluan. Dia penasaran dengan Elemental yang aku miliki, jadi dia menyerangku," ucap Katazuki yang menjelaskan kepada Liya.


"Kagami, kamu memang pembuat onar, ya?" ucap Liya yang memukul Kagami.


"Ampun, Liya, ampun," ucap Kagami yang merengek kepada Liya.


"Sudahlah, jangan seperti itu. Lebih baik kita antar dia ke UKS saja," ucap Katazuki yang juga merasa bersalah kepada Kagami.


"Ya sudah, kalau begitu," ucap Liya sambil menghembuskan nafasnya.


Katazuki dan Liya pun membawa Kagami yang terluka ke dokter Akademi Ksatria.


...****************...


Sesampai di UKS, Katazuki dan Liya membantu Kagami tidur di kasur UKS.


"Ah, terima kasih, teman-teman, sudah mau membantu aku," ucap Kagami sambil merasa bersalah.


"Ah, iya, tidak apa-apa. Lagian, semua ini kesalahanku juga. Aku tidak bisa mengendalikan emosiku tadi. Dan aku minta maaf atas kesalahanku," ucap Katazuki, yang meminta maaf kepada Kagami dan Liya.


"Kamu tidak salah, Katazuki. Yang salah memang si bodoh ini yang bertindak sembarangan tanpa berfikir terlebih dahulu," ucap Liya, yang sedang agak kesal.


"Lah, kok jadi aku yang salah sih?" ucap Kagami kepada Liya sambil teriak.


"Memang kamu salah, bodoh. Kamu main menyerang orang sembarangan, bodoh!" ucap Liya, yang mengomel-ngomel pada Kagami.


"Iya-iya, aku yang salah," ucap Kagami yang pasrah dengan omelan Liya.


Katazuki pun tertawa melihat Liya yang sedang mengomel habis-habisan pada Kagami. Tiba-tiba, seorang dokter menghampiri Kagami, Liya, dan Katazuki yang sedang berbicara.


"Kalian sedang apa di sini?" ucap dokter, yang sedang merangkul Katazuki dan Liya.


Secara spontan, Katazuki dan Liya terkejut dengan kedatangan dokter tersebut.


"Ah, anu, kami sedang mengantar teman saya yang terluka," ucap Liya, yang terkejut saat dirangkul oleh dokter.


"Oh, teman kalian terluka, kenapa?" ucap dokter, yang mendekati Kagami yang sedang terluka.


"Ah, anu, saya terluka karena saya berkelahi, dok," ucap Kagami, memberitahu dokter.


"Ah, saya hanya penasaran, dok, dengan kekuatannya," ucap Kagami.


"Kekuatannya? Apa itu? Sampai kamu penasaran dan mengajak berkelahi?" ucap dokter, yang bertanya kepada Kagami.


"Kekuatannya, Elemental Ice, dok. Berhubungan dengan kekuatan api saya. Jadi saya penasaran siapa yang lebih kuat," ucap Kagami kepada dokter.


"Apa? Elemental Ice? Itu kan elemen yang langka. Siapa yang memiliki elemen langka itu? Tahun berapa?" ucap dokter, yang terkejut mendengar tentang Elemental Ice.


"Ah, anu, itu saya, dok," ucap Katazuki, memberitahu dokter.


"Ah, kamu benar-benar memiliki Elemental Ice?" ucap dokter, yang penasaran.


"Ah, iya. Saya memiliki elemen ice, dok," ucap Katazuki, yang merasa malu.


"Dokter baru pertama kali bertemu dengan seseorang yang memiliki Elemental Ice seperti kamu. Apakah kamu bisa memperlihatkan Elemental Ice kamu ke dokter?" ucap dokter, yang terkagum-kagum dengan Katazuki.


"Ah, tentu saja, dok," ucap Kagami, yang tersenyum ke arah Katazuki.


"Ah, anu, sepertinya bisa, dok," ucap Katazuki, yang gugup.


"Wah, apa benar? Saya bisa melihat Elemental Ice yang langka ini?" ucap dokter, yang merasa bahagia.


"Tentu saja, benar, dok. Katazuki akan memperlihatkannya," ucap Kagami, yang menatap Katazuki penuh harap.


Katazuki pun menerima permintaan Kagami yang penuh harap. Katazuki langsung menunjukkan kekuatannya seperti Tombak Naga Biru yang digunakan saat dia bertarung dengan Kagami. Dokter pun terpesona melihat Tombak Naga Biru milik Katazuki.


"Waw, ini benar-benar Elemental Ice. Tombak ini terbuat dari ice," ucap dokter, yang terpesona melihat Tombak Naga Biru.


"Hehe, bagaimana, dok? Itu keren, kan? Tombak Naga Birunya," ucap Kagami kepada dokter.


"Ini sangat keren, dan sangat indah sekali," ucap dokter, yang masih terpesona dengan Tombak Naga Biru milik Katazuki.


"Hahaha, siapa dulu rival Kagami?" ucap Kagami yang merasa bangga.


Katazuki dan Liya pun saling menghembuskan nafas bersamaan, melihat tingkah laku dokter dan Kagami yang berlebihan.