MY STRENGTH IS ICE

MY STRENGTH IS ICE
KEMAMPUAN ICE



"Terima kasih ya buat kelas Assassin, dan kita pindah ke kelas Archer," ucap Guru Grok yang berada di samping perwakilan dari kelas Archer.


"Terima kasih banyak kepada Guru Grok ya. Saya dan teman saya ini adalah perwakilan dari kelas Archer. Nama saya adalah Wind, dan teman saya ini adalah Atom. Kemampuan saya adalah angin, dan kemampuan teman saya adalah peledakan/bom," ucap Wind dengan sopan kepada seluruh murid dan guru akademi.


"Wah, terima kasih banyak dari perwakilan kelas Archer yang berbicara sopan sekali ya. Dan sekarang, perwakilan dari kelas terakhir," ucap Guru Grok sambil berjalan ke samping perwakilan.


...****************...


"Oke, perkenalkan saya adalah Katazuki dari kelas Mage, dan yang di sebelah saya adalah Kagami. Kami berdua adalah perwakilan dari kelas Mage, dan kemampuan kita adalah es dan api. Terima kasih," ucap Katazuki kepada seluruh murid akademi ksatria.


Guru Mage pun tertawa melihat ekspresi muka dan sikap dingin Katazuki kepada semua orang, tetapi guru yang lain pun terdiam ketika mendengar kemampuan yang dimiliki oleh Katazuki.


"Tuan Grok, kenapa Anda terdiam? Kapan dimulainya? Murid-murid yang lain sudah menunggu acaranya," ucap Guru Mage kepada Guru Grok yang terdiam.


"Mohon maaf kepada semua, tadi saya terdiam sebentar ya," ucap Guru Grok kepada seluruh murid dan guru.


"Tidak apa-apa, Guru Grok. Tidak perlu minta maaf. Bukan hanya Anda saja yang terdiam, guru yang lain pun jadi diam juga tadi," ucap Guru Mage sambil tersenyum.


Guru yang lain pun lalu melirik ke Guru Kelas Mage yang terlihat bahagia karena memiliki seorang murid berkemampuan langka.


"Sudahlah, jangan melihat aku seperti itu. Aku tahu kalau aku itu keren," ucap Guru Kelas Mage sambil tersenyum sombong.


Seketika, guru yang lain pun merasa kesal terhadap Guru Kelas Mage yang memasang muka yang menyebalkan.


"Tolong tenang, buat para guru. Jangan membuat suasana jadi tidak nyaman. Dan untuk Guru Kelas Mage, bisakah kamu tidak memasang muka menyebalkan seperti itu?" ucap Guru dari Kelas Health.


Guru yang lain pun lalu bersikap tenang kembali, dan Guru Kelas Mage juga sudah tidak memasang muka yang menyebalkan lagi.


"Silakan, Tuan Grok, lanjutkan acaranya," ucap Guru dari Kelas Health kepada Guru Grok.


Guru Kelas Health pun menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan kepada Guru Grok.


"Oke, karena kita sudah buang-buang waktu tadi karena suasana para guru, mari kita mulai acara latihan tandingnya," ucap Guru Grok kepada seluruh murid.


Murid-murid yang lain pun bertepuk tangan dan penuh semangat untuk melihat perwakilan dari kelas masing-masing.


"Oke, di latihan tanding ini sistemnya tim dan menghitung poin. Pemilihan tim dilakukan secara acak oleh sistem. Apakah kalian mengerti?" ucap Guru Grok kepada perwakilan murid.


"Baik, kami mengerti, Pak," ucap setiap perwakilan.


"Kalau begitu, kalian siap-siap. Saya beri waktu 5 menit," ucap Guru Grok kepada perwakilan kelas.


Setiap perwakilan pun bergerak dari arena dan bersiap-siap untuk melaksanakan latihan tanding.


"Menurutmu, siapa di antara mereka yang memiliki kemampuan es?" ucap Rokie kepada Glow.


"Entahlah, aku tidak tahu juga siapa di antara mereka yang memiliki kemampuan es. Tapi kita akan melihat nanti siapa yang memiliki kemampuan es saat mereka bertarung melawan kelas lain," ucap Glow kepada Rokie.


"Benar juga, Glow," ucap Rokie kepada Glow.


"Memangnya ada masalah, Rokie? Apakah kamu ingin melawannya?" ucap Glow kepada Rokie.


"Oh, jadi alasanmu ingin melawan yang memiliki kemampuan es adalah untuk membuktikan bahwa tidak ada yang lebih kuat daripada Klan SOLUM," ucap Glow kepada Rokie.


"Benar sekali, Glow," ucap Rokie kepada Glow.


"Selain kemampuan es, apakah kamu ingin melawan siapa lagi? Pasti tidak mungkin kamu hanya menargetkan yang memiliki kemampuan es saja. Pasti ada target lain, benar kan, Rokie?" ucap Glow kepada Rokie.


"Kamu selalu bisa membaca pikiranku, hhh," ucap Rokie kepada Glow sambil tertawa.


"Aku sudah lama berteman denganmu sejak kecil," ucap Glow kepada Rokie.


"Kamu memang yang terbaik, Glow. Aku berencana untuk mempermalukan si Oryza lagi. Aku akan membuat dia lebih malu daripada pertemuan sebelumnya, hhh," ucap Rokie kepada Glow.


"Kamu memang tidak pernah berubah, masih saja seperti itu," ucap Glow kepada Rokie.


Rokie dan Glow pun bersiap-siap untuk bertanding. Perwakilan lainnya pun sibuk mempersiapkan diri untuk pertandingan karena waktu sudah mulai habis.


"Waktu persiapan sudah habis. Jadi, mari kita mulai acaranya," ucap Guru Grok.


Murid-murid yang lain pun bertepuk tangan dan penuh semangat untuk melihat pertarungan dari perwakilan kelas.


"Oke, kita lihat di monitor kelas siapa yang akan bertarung duluan," ucap Guru Grok.


Monitor pun mulai memilih kelas yang akan bertarung, dan yang akan mulai bertarung duluan adalah kelas Fighter dan Assassin.


"Oke, kelas yang akan bertarung pada babak pertama adalah kelas Fighter melawan kelas Assassin," ucap Guru Grok.


Perwakilan kelas Assassin dan kelas Fighter pun maju menuju arena bertarung.


"Oryza, kita akan menang, kan?" ucap Aqua kepada Oryza dengan sedikit rasa khawatir.


"Entahlah. Lawan kita Thunder dan Hayabusa sangat cepat, tapi aku punya rencana," ucap Oryza kepada Aqua sambil berjalan menuju arena.


"Apa rencananya?" ucap Aqua kepada Oryza sambil berjalan.


"Rencananya, kamu maju duluan, dan aku yang akan terakhir," ucap Oryza kepada Aqua.


"Mengapa aku harus maju duluan? Kenapa tidak kamu saja?" ucap Aqua kepada Oryza.


"Sabar saja, nanti kamu akan mengerti. Santai saja," ucap Oryza kepada Aqua.


Aqua pun mempercayai rencana Oryza, meskipun agak sedikit takut. Perwakilan kelas pun sudah sampai di arena.


"Oke, karena pertarungan sudah sampai di arena, kita mulai saja ronde pertama," ucap Guru Grok sambil memulai pertandingan.


Pertandingan pun dimulai dengan pertarungan antara Aqua dan Thunder.


"Ah, sialan Oryza. Jadi, dia menyuruhku pertama kali agar aku melawan si Thunder," ucap Aqua kesal kepada Oryza.