MY STRENGTH IS ICE

MY STRENGTH IS ICE
KETAKUTAN



"Yasudah, kalau begitu itu hak kamu, tapi kalau kamu minta pertolongan, aku akan menolong kamu," ucap Katazuki ke Liya.


"Dan tolong jangan kasih tau Kagami. Aku takut dia akan marah besar. Aku mohon, Katazuki, aku tidak mau di terluka lagi gara-gara aku," ucap Liya ke Katazuki.


"Hmmm, baiklah. Aku tidak akan memberitahunya, tapi kamu sendiri yang akan memberitahu dia," ucap Katazuki ke Liya.


"Terima kasih banyak, Katazuki," ucap Liya ke Katazuki sambil tersenyum.


...****************...


Kagami pun melihat Katazuki dan Liya yang sedang mengobrol di belakang Kagami.


"Hey, kalian sedang ngobrolin apa sih? Kenapa gak ajak-ajak aku?" ucap Kagami yang curiga dengan Katazuki dan Liya.


"Ah, maaf. Aku kira kamu gak bakal mau ikutan ngobrol, soalnya kamu fokus buat latihan tanding," ucap Liya ke Kagami yang ngeles.


"Tapi memang benar sih, aku pasti gak bakal ikutan obrolan yang gak penting. Secara, aku kan harus fokus pada musuh-musuhku nanti. Heheh," ucap Kagami ke Liya dan Katazuki.


"Lebih baik kita bergegas ke arena. Kita bisa-bisa telat," ucap Katazuki ke Kagami dan Liya.


Mereka bertiga pun bergegas ke arena. Sesampai di pintu arena, mereka bertiga pun bergegas masuk ke arena, dan betapa banyaknya murid Akademi yang sudah siap latihan.


"Wah, ternyata banyak sekali murid-murid Akademi," ucap Kagami ke Liya dan Katazuki.


Katazuki pun memperhatikan teman sekelas Liya yang menatap sinis ke Liya, Kagami, dan Katazuki. Katazuki pun menyadarinya, lalu dia langsung menatap orang-orang yang menatapnya dengan tatapan dingin.


"Ah, apa-apaan anak itu? Berani sekali menatapku dengan tatapan seperti itu," ucap Ketua Kelas dari Health.


Liya pun yang menyadari tatapan tajam Katazuki langsung memanggilnya agar pandangan teralihkan dari teman sekelas Liya.


"Katazuki, kamu sedang lihat apa?" ucap Liya dengan wajah panik.


"Wah, sepertinya ada orang yang ingin sekali kamu lawan, ya?" ucap Kagami ke Katazuki.


"Ah, tidak mungkin, Katazuki seperti itu," ucap Liya ke Kagami dengan sedikit panik.


"Tidak, Kagami benar. Ada seseorang yang ingin aku lawan di sana," ucap Katazuki dengan wajah dingin.


"Siapa itu? Kasih tau aku siapa yang kamu ingin lawan di latihan ini," ucap Kagami ke Katazuki.


Tiba-tiba, suara dari Ketua Kelas Health memanggil Liya dengan kencang.


"Hei, Liya, sedang apa? Kamu di sana, cepat kemari," ucap Ketua Kelas Health.


Liya pun melihat Ketua Kelas dengan muka ketakutan.


"I... Iyah, tunggu sebentar, Ketua," ucap Liya dengan muka takut.


"Ayo, cepat, dan kasih tau teman kamu. Jangan melihat aku dengan tatapan seperti itu, kalau tidak mau dihajar sama pacar aku nanti. Hhhh," ucap Ketua Kelas Health sambil berteriak.


Kagami langsung menyadari muka ketakutan Liya yang tiba-tiba.


"Liya, apa kamu sedang banyak masalah sampai aku tidak tahu begini?" ucap Kagami dengan muka marah.


"Ah, bukan begitu, tapi aku takut. Kamu kenapa-kenapa?" ucap Liya yang agak sedih.


"Hey, Liya, cepatlah kemari. Jangan sampai aku berkata lagi," ucap Ketua Kelas Health yang memanggil.


"Ah, baik. Tunggu sebentar, aku segera ke sana," ucap Liya yang mulai berjalan menuju Ketua Kelas.


Kagami dan Katazuki yang melihat Liya diperlakukan semena-mena terlihat marah dari ekspresi mukanya. Oryza yang melihat kejadian itu lalu menghampiri Katazuki dan Kagami.