MY STRENGTH IS ICE

MY STRENGTH IS ICE
ICE VS ANGIN



"Kenapa mereka diam saja satu sama lain?" ucap penonton yang melihat Katazuki dan Wind.


"Apa alasan kamu ikut pertarungan ini?" ucap Wind kepada Katazuki.


"Kenapa kamu mempertanyakan hal seperti itu?" ucap Katazuki kepada Wind.


"Aku cuma penasaran saja, memangnya aku tidak boleh mempertanyakan alasan kamu bertarung?" ucap Wind yang penasaran dengan Katazuki.


"Kalau kamu sebegitu penasaran, alasan aku itu apa akan aku beritahu?" ucap Katazuki kepada Wind.


"Jadi, apa alasan kamu ikut pertandingan ini?" ucap Wind yang sangat penasaran kepada Katazuki.


"Alasan aku cuma satu: ikut di pertandingan ini karena aku ingin melawan rokie," ucap Katazuki kepada Wind.


"Apa? Jadi kamu bertarung hanya demi teman kamu yang dibully?" ucap Wind kepada Katazuki.


"Memangnya kenapa?" ucap Katazuki kepada Wind.


...****************...


Wind pun hanya tersenyum mendengarkan alasan Katazuki bertarung.


"Kenapa kamu tersenyum seperti itu? Apakah ada yang salah dengan alasan aku?" ucap Katazuki kepada Wind.


"Tidak ada yang salah kok dengan alasan kamu. Aku hanya kagum saja dengan kamu," ucap Wind sambil berjalan ke arah Katazuki.


"Maksud kamu gimana?" ucap Katazuki yang tidak mengerti.


"Sudahlah, lupakan saja. Lebih baik kita mulai saja pertarungan ini," ucap Wind sambil menjabat tangan di hadapan Katazuki.


"Ah, baiklah, kalau itu yang kamu mau," ucap Katazuki yang menerima jabatan tangan dari Wind.


Katazuki dan Wind pun lalu melepaskan jabatan tangan mereka masing-masing dan saling menyerang dari dekat. Wind menyerang Katazuki, tetapi serangannya berhasil dihindari oleh Katazuki. Katazuki pun membalas serangan Wind, namun serangannya diblokir oleh Wind. Mereka berdua pun saling menyerang terus-menerus. Katazuki pun lalu menendang Wind, tetapi tendangannya ditahan oleh Wind sehingga ia terdorong ke belakang. Katazuki pun maju menyerang Wind kembali dengan tangan kosong. Wind mulai kesulitan melihat serangan Katazuki dan akhirnya terkena serangan tersebut. Katazuki pun lalu memukul perut Wind sampai Wind terpental ke tembok.


"Ternyata dia bisa bertarung jarak dekat juga, ya. Tidak heran sih, temannya juga bisa bertarung jarak dekat," ucap Wind yang kembali berdiri.


Wind pun lalu mengeluarkan senjatanya, yaitu Busur Panah Archery.


"Katazuki, di mana senjatamu?" ucap Wind yang menanyakan senjata Katazuki.


"Aku tidak punya senjata," ucap Katazuki kepada Wind.


"Apa kamu serius? Kamu tidak punya senjata sama sekali? Kalau begitu, di mana tongkat sihirmu?" ucap Wind kepada Katazuki.


"Apa kamu serius? Kamu tidak punya senjata sama sekali?" ucap Wind yang merasa aneh kepada Katazuki.


"Aku serius, aku sama sekali tidak memiliki senjata," ucap Katazuki kepada Wind.


"Terus bagaimana kamu mengalahkan aku kalau tidak memiliki senjata sama sekali?" ucap Wind kepada Katazuki.


"Memangnya sejak kapan dalam pertarungan yang tidak memiliki senjata tidak bisa mengalahkan yang bersenjata?" ucap Katazuki, memberitahu Wind.


"Benar juga yang kamu katakan, akan tetapi 99% orang yang tidak memiliki senjata selalu kalah," ucap Wind, yang membalikkan pertanyaan Katazuki.


"Kalau begitu, kita buktikan saja siapa yang akan kalah dalam pertandingan ini," ucap Katazuki kepada Wind.


"Kalau itu yang kamu mau, mari kita lakukan," ucap Wind kepada Katazuki.


Wind pun lalu mengarahkan busur panah Archery-nya kepada Katazuki. Katazuki pun menghindari serangan busur panahnya dan maju menyerang Wind. Tanpa disadari oleh Katazuki, busur panah yang ia hindari tadi berputar arah dan mengarah ke arahnya. Busur panah menusuk punggung Katazuki.


"Apa kamu bingung kenapa busur panahnya bisa berbalik lagi, padahal sudah kamu hindari?" ucap Wind kepada Katazuki.


"Sepertinya aku tahu kenapa busur panah ini bisa kembali lagi," ucap Katazuki sambil mencabut busur panah dari punggungnya.


"Apa kamu tahu kenapa busur panah itu bisa berbalik arah lagi?" ucap Wind, yang terkejut dengan Katazuki yang mengetahui kenapa busur panahnya bisa berputar arah.


"Jawabannya, busur panah ini sudah kamu isi dengan kemampuanmu," ucap Katazuki kepada Wind.


"Bagaimana kamu bisa tahu tentang itu?" ucap Wind kepada Katazuki.


"Sebelum aku bertarung dengan kamu, aku sudah menganalisa kamu terlebih dahulu," ucap Katazuki kepada Wind.


"Ternyata kamu sudah melakukan persiapan, ya?" ucap Wind sambil mengarahkan tiga busur panah ke arah Katazuki.


Katazuki pun lalu menghindari ketiga busur panah tersebut, tetapi ketiga busur panah itu kembali lagi ke arah Katazuki. Katazuki pun lalu memblokirnya dengan kemampuan Elemental Ice-nya. Seketika, panah-panah itu menancap ke dalam dinding es milik Katazuki. Wind pun lalu mengeluarkan kemampuannya, yaitu Busur Tornado yang diarahkan kepada Katazuki. Busur Tornado menyerang Katazuki, tetapi serangannya diblokir oleh Perisai Ice milik Katazuki. Katazuki pun maju dan mengeluarkan Tombak Naga Birunya. Wind pun menembakkan busur panah ke arah Katazuki, tetapi oleh Katazuki diblokir oleh Tombak Naga Birunya. Katazuki pun lalu menyerang Wind dengan Tombak Naga Birunya, tetapi Wind pun memblokir serangannya dengan senjatanya, yaitu Busur Panah Archery.


"Ternyata kamu bisa membuat senjata dari kemampuanmu, ya?" ucap Wind sambil memblokir serangan Katazuki.


Katazuki lalu memukul dengan keras menggunakan Tombak Naga Biru ke arah Wind, namun serangannya diblokir oleh Wind menggunakan Busur Panah Archery sampai Katazuki terdorong ke belakang. Wind pun lalu mengarahkan Busur Tornado-nya ke arah Katazuki, tetapi Katazuki berhasil menghindarinya. Katazuki melemparkan Tombak Naga Birunya ke arah Wind. Busur Tornado dan Tombak Naga Biru pun saling bertabrakan dan mengakibatkan ledakan yang cukup besar. Tanpa disadari oleh Wind, Katazuki sudah berada di belakangnya dan memukul Wind dengan Tombak Naga Birunya. Wind pun terpental jauh dan menabrak dinding arena sampai hancur oleh tubuh Wind.


"Ah, sial. Aku tidak menyadari keberadaannya tadi," ucap Wind yang sedang terbaring di reruntuhan dinding arena yang hancur, sambil mengeluarkan darah dari mulutnya.


Katazuki pun melemparkan Tombak Naga Biru ke arah Wind. Tombak Naga Biru pun berganda, dari satu berubah menjadi tiga Tombak Naga Biru. Namun, serangan Katazuki meleset dan tidak mengenai kepala dan kedua tangan Wind.